Keriuhan kabar ponsel jadul Nokia 3310 hadir kembali, ternyata menjadi perhatian juga oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo). Menurut Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara, tak masalah jika ponsel tersebut masuk ke Indonesia.
Hanya saja, dia memperingatkan kepada masyarakat bahwa ponsel Nokia reborn itu cuma memiliki jaringan 2,5G. Berbeda dengan smartphone yang saat ini sudah mampu melayani layanan 4G. Akibatnya jika akan menggunakan internet, maka bisa dipastikan akan menelan biaya yang mahal untuk mengakses internet.
"Biaya yang harus dibayarkan oleh masyarakat mengirim data lewat jaringan 2G, 10 kali lipat jauh lebih mahal dari 4G. Ini akan mengakibatkan mahal juga untuk masyarakat," jelasnya kepada awak media di kantor Kemkominfo, Kamis (2/3).
Euforia itu Nokia 3310 reborn dipastikannya hanya sesaat. Pasalnya, masyarakat Indonesia merupakan tipikal konsumen yang lebih sering mengganti ponselnya. Terlebih, kehadiran Nokia 3310 ini hanya sebatas bernostalgia saja, selebihnya smartphone dengan jaringan 4G akan lebih diutamakan.
"Paling waktunya sedikit," jelasnya.
Sekadar mengingat saja, Nokia 3310 memiliki baterai tahan lama dan body yang kokoh. Wajar jika ketahanannya itu, dirindukan oleh berbagai kalangan. Bahkan kolumnis teknologi, Justin Bariso mengatakan bahwa 3310 merupakan ponsel terlaris sepanjang masa. Hingga saat ini pun, ponsel itu masih memiliki penggemar setia.
"Meskipun sudah dipensiunkan pada tahun 2005, Nokia 3310 secara mengejutkan masih punya penggemar loyal. Anda tidak perlu khawatir jika menjatuhkan ponsel atau harus terus mencari colokan. Sebuah era di mana keandalan lebih berarti dibandingkan hal-hal gimmick," kata Bariso.