Di akhir 2016 lalu, LG meluncurkan smartphone flagship keduanya, yakni LG V20. Ketika pertama Anda membaca judul ini, tentu Anda sudah mencium aroma kontradiksi: flagship kok biasa?
Mari saya jelaskan mengapa di kesan pertama LG V20 terkesan biasa. Jadi, jika Anda cari desain yang sangat tipis di smartphone flagship ini, Anda tak akan dapat. Jika Anda cari smartphone anti air, tak akan dapat juga. Jika Anda punya tangan mungil, LG V20 mungkin terlalu besar untuk Anda. Lalu apa keunggulannya?
Meski tak terlihat luar biasa, LG V20 punya banyak sekali keunggulan yang bisa ditawarkan. Mari saya ceritakan pengalaman saya menggunakan LG V20.
Layar
Salah satu keunggulan dari LG V20 adalah layarnya yang cerah. mengusung IPS LCD dengan bentang 5.7 inci dan resolusi Quad HD, tentu LG V20 adalah mengusung layar paling cerah bahkan dibanding pendahulunya, LG G5. Setelah saya coba pun, di bawah sinar matahari warna yang diproduksi layarnya pun tetap cerah.
Berbicara soal warna, kecerahan dan 'kealamian' seharusnya tak jadi masalah bagi layar LG V20. Pasalnya, LG mengusung teknologi quantum display yang punya keunggulan soal kalibrasi warna yang lebih akurat. Soal akurasi ini pun sebenarnya agak rancu, pasalnya warna yang 'ingin kita lihat' belum tentu senatural apa yang layar LG V20 berikan. Jadi ini hanya masalah preferensi, mungkin layar AMOLED yang diusung iPhone 7 maupun Samsung Galaxy S7 punya kontras lebih baik, namun untuk memberi warna yang lebih natural, LG V20 bisa diandalkan.
Yang paling utama dari aspek layar adalah layar keduanya, atau secara lebih canggih disebut secondary display.
Layar yang sebenarnya bukan layar kedua, namun merupakan layar yang sedikit menjorok ke atas ini, adalah fitur yang sangat fungsional. Berfungsi utama layaknya layar 'hape' flip ketika hape tersebut ditutup, layar kedua ini memberi notifikasi ketika layar sedang off. Tak cuma itu, kita bisa dengan mudah mengakses aplikasi favorit, pindah dari mode sound ke mode silent tanpa harus menyalakan layar, dan juga memberi kelegaan karena pop-up notifikasi tak akan mengganggu kita.
Uniknya, ketika saya menanyakan fungsionalitas dari layar kedua ini kepada beberapa kolega saya, mereka terbagi dalam dua jawaban: ada yang bilang hal tersebut keren, dan ada yang menjawab biasa saja. Dari sini saya menyadari bahwa sebenarnya layar kedua ini tak terlalu mendesak untuk ada, namun dengan adanya layar kedua ini pengguna cukup terbantu di hal-hal tertentu. Ditambah, layar kedua ini membuat LG V20 jadi smartphone 'hipster' karena smartphone yang mengusung layar kedua tentu bisa dihitung jari.
Bagaimana menurut preferensi Anda soal kegunaan layar kedua ini? Jawab di kolom komentar ya.
Sound
Melenggang dari soal layar yang rupanya kontroversial bagus atau tidaknya, tak ada yang meragukan LG V20 soal sound.
Benar, performa audio dari V20 adalah salah satu yang terbaik di smartphone. Hal ini berkat teknologi Hi-Fi Quad DAC serta support untuk audio dengan resolusi 24-bit.
Fitur Quad DAC ini sendiri diklaim membuat audio yang kita dengarkan punya dynamic range yang luas, minim distorsi serta noise. Ketika saya coba dengan earphone lucu keluaran Bang & Olufsen yang kebetulan mendukung LG V20 pasar Asia, hal ini 100 persen terbukti. Audio yang dihasilkan dari lagu-lagu streaming lebih 'kaya' dan terasa lebih mewah didengarkan.
Software
Dari segi software yang berjalan di LG V20, flagship ini sudah menang banyak. Pasalnya, V20 adalah smartphone pertama yang menggunakan Android 7.0 Nougat langsung dari kardusnya. Tak perlu kita update-update lagi, sudah langsung Nougat. Dalam hal ini, Pixel dan Nexus 6P pun tak lebih dulu ketimbang LG V20.
Android 7.0 Nougat ini sangat menarik jika Anda suka mengutak-atik tampilan antarmuka. Anda bisa mengubah berbagai hal mulai dari ukuran huruf dan ikon aplikasi, dan opsi layar yang cocok dengan preferensi Anda.
Cukup soal tampilan, yang paling fungsional soal Nougat adalah bagaimana LG V20 jadi multitasker yang sangat efisien berkat Nougat. Nougat mendukung split display, jadi kita bisa nonton YouTube sambil nge-Tweet, meski dalam pengalaman saya tak semua aplikasi mendukung fitur Nougat ini. Multitasking pun lebih mulus karena chipset powerful Snapdragon 820 dipadu RAM 4GB.
Kamera
Jika kita menilik sejarah, peluncuran LG V20 mengambil waktu sebelum iPhone 7, meski jika disuruh menyebut gadget dengan dual camera, masyarakat akan lebih mudah menyebut iPhone 7. Meski demikian, perbedaan utama dari LG V20 dengan iPhone 7 cukup signifikan, pasalnya LG V20 mengusung kamera wide angle.
Formula dual camera dari LG V20 terdiri dari kamera utama beresolusi 16 MP dan kamera dengan sensor wide angle beresolusi 8MP. Sebenarnya yang lebih fungsional sebagai kamera adalah yang mengusung 16 MP. Karena selain mengusung resolusi lebih besar, image stabilizer dan juga bukaan yang besar yakni f/1.8, tentu hasil gambar akan otomatis baik meski di malam hari dengan cahaya minim.
Dalam menggunakan kamera LG V20 selama 2 minggu, sebagian besar foto yang saya ambil cukup baik. Namun ada beberapa masalah ketika menggunakannya dalam mode auto: pertama, exposure yang didapat tak selalu presisi, dengan beberapa kali over atau under exposure. Kedua, tone warna cerah agak kurang 'nyata.' Ketiga, seringkali ketika software kamera ingin mereduksi noise di pemotretan cahaya minim, agaknya noise reduction yang dilakukan agak 'berlebihan.'
Namun ketika menggunakan kamera wide angle, preferensi terhadap pengambilan gambar harus kita ubah secara signifikan. Karena alih-alih bagus secara fotografi, kata 'unik' lebih tepat untuk menggambarkan kamera wide angle ini. Melihat hasilnya, kamera wide angle ini mengingatkan kita pada action cam. Jadi, kita akan menggunakan kamera wide angle ini untuk hasil foto yang unik dan keren, alih-alih untuk hasil yang layak dalam aspek fotografi. Cocok untuk keindahan konten media sosial kita.
Kamera wide angle ini juga diusung LG V20 di kamera depannya dengan resolusi 5 MP.
Jika Anda suka, terdapat mode manual yang bisa memfungsikan LG V20 layaknya DSLR. Kita bisa mengatur berbagai mode sesuka kita, bahkan fokusnya pun bisa kita atur. Dengan ini, foto bisa lebih 'memuaskan'.
Klik laman selanjutnya untuk melihat beberapa hasil yang saya dapat dari memotret menggunakan LG V20, beserta beberapa analisisnya.
Advertisement
Hasil kamera belakang normal angle
Hasil foto kamera belakang LG V20 ©2017 Merdeka.com
Dari foto Lego ini bisa kita lihat bahwa depth of field yang menciptakan bokeh dari bukaan 1.8 dari sensor kamera LG V20 sungguh luar biasa. Detilnya pun cukup bagus dan tajam.
Hasil foto kamera belakang LG V20 ©2017 Merdeka.com
Advertisement
Hasil foto kamera belakang LG V20 ©2017 Merdeka.com
Dua foto ini diambil dengan menyalakan fitur auto HDR. Detilnya luar biasa, pencahayaan dan exposure benar-benar presisi. Tanpa edit, foto ini sudah layak naik di Instagram.
Hasil foto kamera belakang LG V20 ©2017 Merdeka.com
Masalah sedikit terjadi ketika terkena warna terang seperti hijau. Ada beberapa detil dengan warna yang kurang real. Saya melihat sendiri warna daunnya tak 'semenyala' itu. Ini memperlihatkan adanya fitur dalam software kamera LG V20 yang terlalu ambisius mengoreksi warna.
Hasil kamera belakang wide angle
Hasil kamera belakang wide angle LG V20 ©2017 Merdeka.com
Di pencahayaan yang tersedia dari sinar matahari, foto landscape tak perlu terlalu banyak upaya untuk terlihat bagus. Saya bahkan hanya sekedar memotret, tidak jungkir balik mencari angle yang menawan, namun hasil sudah bagus. Itulah uniknya wide angle. Jika Anda tak suka distorsi lengkungan yang terlihat di tiap sudut foto hasil jepretan wide angle, mungkin kamera kedua LG V20 ini memang tak cocok untuk Anda.
Advertisement
Hasil kamera belakang wide angle LG V20 ©2017 Merdeka.com
Keunikan makin muncul jika kita memotret objek berupa produk. Jika kamera utamanya tadi menghasilkan bokeh, kamera wide angle ini menghasilkan background unik nan rumit namun justru membuat foto yang dihasilkan jadi menarik.
Hasil kamera belakang wide angle LG V20 ©2017 Merdeka.com
Mencoba foto dengan komposisi agar distorsi kamera justru membuat 'empasis' pada objek, ternyata agak gagal di aspek exposure. Di pinggiran, foto terasa over exposure, bahkan mode auto-HDR tak mampu menyelamatkan. Di sedikit kasus semacam ini, mode auto di kamera LG V20 sering salah membuat perkiraan jumlah exposure.
Hasil kamera belakang normal angle low light
Hasil kamera belakang LG V20 kondisi low light ©2017 Merdeka.com
Advertisement
Hasil kamera belakang LG V20 kondisi low light ©2017 Merdeka.com
Hasil kamera belakang LG V20 kondisi low light ©2017 Merdeka.com
Di beberapa foto ini, terlihat bahwa bukaan f/1.8 dari kamera utama LG V20 bekerja dengan sangat baik. Fitur Reduksi noisenya pun berjalan dengan baik. Adanya blur disebabkan shutter speednya yang rendah.
Hasil kamera belakang LG V20 kondisi low light ©2017 Merdeka.com
Untuk memotret a la portrait pun, minimnya cahaya juga tak jadi masalah. Bokeh tetap indah, ketajaman tak berkurang. Minimnya cahaya dapat dimaksimalkan jadi pencahayaan yang dramatis pula.
Hasil kamera belakang wide angle low light
Advertisement
Hasil kamera wide angle LG V20 di kondisi low light ©2017 Merdeka.com
Hasil kamera wide angle LG V20 di kondisi low light ©2017 Merdeka.com
Hasil kamera wide angle LG V20 di kondisi low light ©2017 Merdeka.com
Di tiga buah foto ini, terlihat bahwa kamera wide angle dari LG V20 cukup kewalahan di keadaan minim cahaya. Di beberapa kasus di mana cahaya datang dari arah yang tepat, foto akan terlihat dramatis seperti gambar masjid Jami kota Malang di atas. Jika tidak, foto akan nampak biasa saja. Tidak blur saja sudah bagus.
Hasil kamera depan
Advertisement
Hasil Kamera depan LG V20 ©2017 Merdeka.com
Hasil Kamera depan LG V20 ©2017 Merdeka.com
Kamera depan yang mengusung wide angle, akan memperlihatkan hasil yang tak jauh beda dengan kamera belakang. Tentu ini baik untuk selfie, karena banyak orang jadi bisa masuk dalam frame. Fitur auto HDR pun juga masih berjalan dengan baik, membuat komposisi objek selfie dan background landscape jadi makin indah.
Hasil Kamera depan LG V20 ©2017 Merdeka.com
Ada fitur normal angle untuk kamera depan, namun ini hanya cropping dari wide angle. Hasilnya tak seberapa maksimal dan terlihat sama.
Hasil kamera depan low light
Advertisement
Hasil kamera depan LG V20 di kondisi low light ©2017 Merdeka.com
Di kondisi low light, kamera depan kembali kewalahan. Saran saya, cari cahaya yang baik untuk selfie dengan LG V20. Jika mendapat cahaya bagus, fitur noise reductionnya akan sangat membantu hasil selfie Anda.
Klik ke laman selanjutnya untuk menyimak aspek performa dari LG V20.
Advertisement
Performa
Dapur pacu dari LG V20 memang sekelas titelnya sebagai flagship. Mulai dari chipset quad-core Snapdragon 820, dipadu dengan RAM 4GB dan Adreno 530 GPU. Selama saya memakainya, LG V20 punya performa dan kecepatan terbaik. Sangat jarang terjadi 'lemot' atau nge-lag, meski dipakai untuk gaming dengan intens, dengan jenis game yang berat. Saya mengalami momen sedikit lag ketika melakukan multitask, namun itu hanya satu kali saja terjadi.
Tak mengherankan, performanya di AnTuTu benchmark pun sama sekali tak jelek untuk kualitas flagship, meski secara nilai banyak kompetitor bebuyutan maupun kompetitor yang tidak 'menang merek' pun masih di atas LG V20.
Apa guna performa yang baik jika tak ada baterai yang mumpuni? Benar sekali. Namun apakah baterai LG V20 mumpuni? Saya rasa cukup mumpuni. Tidak sekuat angka kapasitasnya, namun bisa dibilang performa baterainya hanya lumayan.
Menghabiskan lebih banyak waktu menggunakan wifi ketimbang data, dengan kecerahan layar sedang atau full bergantian, saya dalam satu hari harus isi daya dalam waktu kurang dari 24 jam untuk pemakaian intens game, media sosial, browsing, serta streaming.
Namun hal ini bisa dikompensasikan dengan adanya fitur Quick Charge 3.0 yang mampu mengisi daya dengan super cepat. Selain itu, baterainya yang removable bisa di-swap dengan baterai cadangan jika Anda punya. Sangat praktis untuk pemakaian smartphone dengan gaya konvensional.
LG V20 ©2017 Merdeka.com
Kesimpulan
Menurut saya, memang LG V20 cukup berhasil meletakkan hardware dan fitur 'unik', serta fokus di beberapa komponen seperti kualitas audio dan fotografi manual layaknya DSLR. Namun harus diakui, kalau secara spek, nilai benchmark atau desain, mungkin LG V20 memang tidak semenarik flagship kompetitor.
Meski demikian, hal tersebut bukanlah satu hal yang bisa menurunkan 'nilai' dari flagship ini. Karena bisa jadi LG V20 memang tidak mengejar itu semua.
Jika kita bandingkan, flagship LG sebelumnya yakni LG G5 sepertinya nampak ambisius dan 'ingin keren' dengan mengusung konsep modular. Namun kali ini, LG V20 sepertinya cuma ingin santai dengan memposisikan diri jadi smartphone yang bagus dan komplet. Itu saja.
Tak perlu muluk-muluk jadi 'hape' yang punya banyak aksesoris layaknya G5, akan tetapi semua yang dibutuhkan pengguna bisa tersedia dengan baik dalam satu smartphone. Bisa memotret dengan bagus, bisa 'ngegame' dengan nyaman, bisa merekam konser tanpa noise, bisa dengan mudah silent hape kalo sedang nonton bioskop (true story! terima kasih layar kedua LG V20!), bisa nonton YouTube sambil nge-Tweet dalam satu layar (juga true story, dan ini menyenangkan) karena nougat sudah support split window.
Tak salah dong jika saya melabeli LG V20 sebagai: flagship biasa yang luar biasa!