Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristek-Dikti), Muhammad Nasir, mengakui jika aturan di negeri ini masih saling tumpang tindih, khususnya soal pengembangan inovasi teknologi.
Menurutnya, terlalu banyak aturan pada soal pengembangan inovasi teknologi justru cenderung akan menghambat percepatan inovasi tersebut.
"Adanya kebijakan negeri ini, itu saling tumpang tindih. Peraturan-peraturan mana yang bikin menghambat harus segera diperbaiki. Dengan adanya percepatan inovasi nantinya bisa dijadikan penggerak ekonomi Indonesia ke depannya," ujar dia saat memberikan sambutan di acara Innovation Business Gathering dan Apresiasi Lembaga Penelitian dan Pengembangan Tahun 2015 di Gedung Kemenristek-Dikti, Jakarta, Selasa (15/12).
"Jangan dikit-dikit ada aturan yang akhirnya itu membatasi gerak kita. Berpikir seperti Korea Selatan yang mampu bersaing dengan Jepang," imbuhnya.
Dia pun menyinggung soal aturan mengenai keuangan untuk pengembangan riset yang menurutnya justru menghambat kerja para peneliti.
"Jangan riset itu diganggu dengan masalah keuangan yang menjadi penghambat. Jangan peneliti dipusingkan dengan hal itu," terangnya yang disambut tepuk tangan.