Era TV plasma nampaknya segera berakhir. Keputusan akan nasib salah satu jenis televisi paling berpengaruh dalam sejarah ini kini berada di tangan Samsung.
Setelah Panasonic memutuskan untuk menghentikan penjualan TV plasma tahun lalu, sebenarnya 'napas' dari televisi yang menggunakan teknologi gas ion untuk panel layarnya belum berhenti karena Samsung masih menjual TV plasma miliknya, yakni F8500.
Meskipun TV plasma F8500 mendapat banyak pujian di kalangan penikmat home theater, Samsung masih merasa jika masa depan dari televisi jenis ini terlalu suram. Hingga akhirnya perusahaan yang sukses dengan penjualan smartphone-nya ini memutuskan untuk mengakhiri produksi TV plasma F8500, The Verge (02/07).
Akibat permintaan pasar yang semakin menurun, Samsung menjadikan bulan November tahun ini sebagai akhir dari produksi TV plasma buatannya. Alhasil, bagi penikmat TV plasma harus segera membeli F8500 generasi terakhir sebelum akhirnya benar-benar punah.
Kegagalan TV plasma merebut perhatian pasar juga disebabkan oleh harga dan ongkos produksinya yang mahal. Samsung menegaskan hal ini dengan rencananya untuk fokus ke pengembangan televisi LCD dan LED dengan layar lengkung beresolusi HD dengan kualitas 4K.
Dengan ini berakhir sudah petualangan TV plasma yang diketahui pertama kali menyapa pasar ditahun 1995 lewat produsen Fujitsu.