APJII: Masalah jaringan Indosat bukan ulah pembajakan

Menurut Ketua Bidang Sekuriti Jaringan APJII, Irvan Nasrun gangguan jaringan Indosat merupakan human error

Tim Merdeka
Oleh Tim Merdeka - Reporter
APJII: Masalah jaringan Indosat bukan ulah pembajakan
apjii. ©2012 Merdeka.com

Hari ini dunia internet Indonesia dikejutkan dengan berita bahwa Indosat melakukan 'pembajakan' terhadap 400 ribu prefix Internet Global.

Aksi pembajakan ini sendiri dikabarkan mengakibatkan terjadinya perubahan routing menuju jaringan yang dibajak tersebut dan mengarah ke jaringan Indosat. Hasilnya, jaringan Indosat jadi macet dan mengalami gangguan ke konsumen.

Menurut Ketua Bidang Sekuriti Jaringan APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia) Irvan Nasrun, kejadian seperti itu memang bisa melumpuhkan jaringan. Sebagai asosiasi yang mewadahi Indosat, APJII menurut Irvan siap untuk membantu anggota yang mengalami masalah pada jaringannya.

"Kejadian yang terjadi di Indosat ini merupakan human error dan bukan hal yang disengaja serta tidak ada hubungannya dengan ulah teroris atau pihak asing tetapi murni karena human error," kata Irvan. Artinya kemungkinan kesalahan routing bisa saja terjadi.

Dijelaskan Irvan, bahwa kejadian ini terdeteksi oleh bgpmon (monitoring bgp/boarder gateway protocol) pada sekitar pukul 01.00 Kamis dini hari, sehingga mengakibatkan terjadinya kekacauan Internet Global di banyak negara.

Setidaknya beberapa negara terdeksi mengalami gangguan internet di antaranya Thailand, Amerika Serikat, Australia, Polandia, Kanada, dan Selandia Baru. Sedang perusahaan telekomunikasi dan internet di negara lain yang kena imbasnya adalah Telstra, AT&T, Hutchison, BTN, NTT Jepang, KDDI, Singtel, Level3, CableOne, dan Akamai.

Sebenarnya kejadian yang terjadi di Indosat ini merupakan hal yang sering terjadi di Internet Global, berdasarkan hasil pantauan bgpmon kejadian ini berlangsung setiap hari, bahkan minggu lalu terjadi hal yang sama di Turki di mana operator telekomunikasi 'membajak' alamat IP milik DNS Sever Google,  dan OpenDNS yang berakibat query DNS ke arah DNS server mengalami kekacauan.

Menurut Irvan, kejadian yang dialami oleh Indosat ini sebenarnya pernah terjadi pada tahun 2011. Bahkan pada bulan November 2012 salah satu operator telekomunikasi di Indonesia karena kesalahan konfigurasi yang dilakukan enginernya menyebabkan Google tumbang selama 30 menit.

"Dengan kejadian ini otomatis terjadi pembelokan traffic, hal ini menyebabkan jaringan Indosat lumpuh karena dibanjiri trafik dan seluruh ISP yang menggunakan Indosat bermasalah. Baik itu jaringan Internet maupun seluler," tegas Irvan. Meski demikian dirinya yakin dalam waktu cepat Indosat sebagai perusahaan prestisius akan bisa segera menyelesaikan permasalahan tersebut.

Ditambahkan selama ini, APJII bekerjasama dengan APNIC (Asia Pacific Network Internet Center) rajin melakukan pelatihan-pelatihan routing di berbagai tempat. Setiap tahun APJII melakukan sedikitnya empat kali pelatihan. Bulan lalu di Bandung dan bulan depan akan digelar di Medan.

Rekomendasi