Mozilla memberi penjelasan tentang keberadaan dan partisipasi mereka dalam internet. Menurut Mozilla, pihaknya adalah komunitas global yang bersatu dalam sebuah tujuan bersama untuk membawa keterbukaan, kebebasan, dan partisipasi ke Internet.
"Kami selalu merangkul berbagai kebudayaan, opini, dan kepercayaan yang berbeda-beda dalam komunitas kami, dan terus senantiasa melihat keanekaragaman itu sebagai sesuatu yang sangat penting bagi kesuksesan misi kami," demikian penjelasan Mozilla seperti disampaikan Benny Chandra, Mozilla Reps Mentor Member, Mozilla Indonesia Regional Leader kepada merdeka.com, Selasa (26/11).
Pernyataan ini disampaikan sebagai tanggapan atas berita yang lansir di merdeka.com pada Minggu, 17 November 2013. Berita dengan judul Icon logo browser Firefox terinspirasi dari cerita di Injil tersebut ternyata menarik perhatian dari pihak Mozilla Indonesia.
Sementara, logo Firefox sendiri sebenarnya adalah gambaran dari seekor beruang merah yang mendekap bumi. Logo ini merupakan perubahan dari logo Phoenix yang pertama kali digunakan Mozilla pada awal mengeluarkan browser tersebut.
Seiring perkembangan, logo Phoenix digantikan dengan logo Firebird pada tahun 2003 karena terkendala masalah hak cipta logo. Belum ada satu tahun mulai dari penggantian, kembali logo tersebut tersandung masalah hak cipta dan berganti lagi menjadi seperti sekarang.
Logo ini kemudian diperbaiki kembali oleh Daniel Burka dan Stephen Desroches. Hingga kini, logo dengan beruang merah itulah yang dipakai meski namanya tetap Fifefox atau dalam arti harfiah, rubah api.