Badai besar bagi RIM dan Blackberry di pertengahan 2012

Berikut ini adalah napak tilas RIM beserta Blackberry dia tahun 2012. (Bagian kedua)

Alvin Nouval
Oleh Alvin Nouval - Reporter
Badai besar bagi RIM dan Blackberry di pertengahan 2012
blackberry. ©2012 Merdeka.com

Di pertengahan tahun ini, berita baik tak kunjung muncul bagi RIM dan Blackberry. RIM seakan diterpa badai kesialan yang tak ada hentinya.

Dikarenakan adanya badai, server yang menyimpan data Blackberry Messenger mati dalam beberapa hari pada awal Juli 2012. Tidak hanya RIM saja yang merugi, Pinterest, Amazon, Netflix, dan Instagram ikut terkena dampaknya karena memakai server yang sama.

Pada tanggal-tanggal yang sama, RIM kembali berikan sedikit bocoran tentang produk barunya Blackberry 10. Dikabarkan , pada OS terbaru ini nantinya pengguna bisa melakukan video chat. Selain itu banyak juga situs-situs lain yang meliput tentang bagaimana tampilan Blackberry terbaru nantinya.

Pada pertengahan bulan Juli, RIM bisa sedikit berbangga karena Blackberry App World yang mereka kembangkan tercatat sudah diunduh sebanyak 3 miliar kali oleh para penggunanya. Hanya saja, kejadian tak mengenakkan kembali terjadi pada bulan ini. Demi alasan efisiensi, RIM berencana menjual jet-jet pribadinya.

Pada Bulan Agustus, sempat beredar kabar RIM akan menjual lisensi OS Blackberry 10 mereka kepada Samsung atau HTC. Hal ini dilakukan agar krisis finansial mereka segera berakhir. Namun, ternyata berita ini hanya sebatas wacana dan urung dilakukan. Dirumorkan juga, IBM berencana untuk membeli divisi email dan BBM RIM. Namun, lagi-lagi berita ini hanya sebatas rumor.

Pada Bulan Agustus ini, RIM kembali mengeluarkan pernyataan tentang OS Blackberry 10 mereka. kali ini, RIM berencana akan melisensikan OS mereka agar bisa digunakan oleh produsen smartphone lain. Selain itu, mereka juga berencana untuk mengubah resolusi handset mereka demi menarik lebih banyak pengembang aplikasi.

Awal September, muncul sebuah virus untuk perangkat BlackBerry. Virus ini adalah sebuah trojan yang apabila dibuka maka secara otomatis menyerang PC yang digunakan pengguna.

Pertengahan September pun harus dilalui RIM dengan berat. Pasalnya, Yahoo secara resmi menarik Blackberry sebagai ponsel resmi perusahaan tersebut. Hal ini dikarenakan Blackberry menghambat produktivitas pekerja di Yahoo.

Masalah juga tidak berhenti di sini saja. Pada awal Oktober pengguna Blackberry di Asia Pasifik harus merugi karena terganggunya jaringan Blackberry di sana. Gangguan ini pun mengakibatkan sebagian besar pengguna BB tidak bisa memanfaatkan BBM, salah satu fitur andalan Blackberry, dalam waktu yang cukup lama. RIM pun juga tidak mau menjelaskan apa yang menyebabkan gangguan tersebut. Hal ini membuat frustasi para pengguna yang sebagian besar berada di Indonesia.

Rekomendasi