Ludruk adalah kesenian rakyat yang berasal dari Jombang, Jawa Timur. Ironisnya, pada zaman dahulu, kesenian ini sangat populer dan ketika modernisasi sudah mulai masuk dalam tatanan hidup manusia, Ludruk sedikit demi sedikit mulai terpinggirkan. Menurut penuturan salah seorang seniman Ludruk asal Malang, Jawa Timur bernama Pak Yono, tidak dapat dipungkiri bahwa kesenian satu ini mulai mengalami masa-masa redup. Hal tersebut dikarenakan banyak hal salah satunya adalah teknologi."Ya mas, teknologi termasuk salah satu yang 'membunuh' Ludruk," ungkapnya ketika merdeka.com berkunjung ke rumahnya di daerah yang dikenal dengan nama Polehan. Tentunya pernyataan dari Pak Yono tersebut sedikit terkesan kontroversial. Saat ini,
banyak kesenian baik itu seni rupa, lukis dan lainnya, mengikutsertakan teknologi di dalamnya. Bahkan salah satu tokoh lawak Jawa Timur Kartolo mengatakan bahwa teknologi adalah sarana pembantu kesenian.
Memang menjadi suatu tanda tanya besar apabila dikatakan bahwa teknologi adalah salah satu 'pembunuh' Ludruk. Di satu sisi, banyak seniman daerah yang mencoba mengkolaborasikan antara perangkat teknologi seperti sound system, lampu dan banyak lagi dengan kesenian itu sendiri.
Namun, di sisi lain, dengan munculnya teknologi seperti internet, maka banyak orang khususnya generasi muda yang cenderung 'mencintai' dunia maya tersebut daripada kesenian daerahnya sendiri. Bagaimana menurut Anda?