Penjelasan Ilmiah Mengapa Makan Serangga Bisa Cegah Pemanasan Global

Senin, 7 September 2020 15:18 Reporter : Indra Cahya
Penjelasan Ilmiah Mengapa Makan Serangga Bisa Cegah Pemanasan Global hidangan serangga di meksiko. ©2018 AFP PHOTO/Ronaldo SCHEMIDT

Merdeka.com - Berdasarkan laporan dari PBB, dalam 12 tahun mendatang, suhu global Bumi akan memanas 1,5 derajat Celcius. Hal ini diprediksi akan memperburuk deretan risiko, mulai kekeringan, banjir, panas ekstrem, hingga kemiskinan bagi jutaan orang.

Nah, ternyata ada cara yang cukup unik untuk mencegah pemanasan global terjadi. Hal ini berdasar dari satu fakta: produksi makanan menyumbang seperempat emisi gas rumah kaca akibat ulah manusia. Hal ini pun akan meningkat karena produksi pangan yang juga meningkat.

Tentu kita tidak serta merta bisa untuk seketika tidak memakan makanan dari ternak seperti sapi atau ayam. Pasalnya pergeseran untuk mengonsumsi produk kacang-kacangan juga berpotensi menggunduli hutan jika hal tersebut populer. Di banyak tempat seperti Brasil, hutan hujan sudah terganti posisinya dengan kedelai dan hal ini ternyata memangkas paru-paru Bumi.

Solusi datang dari ilmuwan dengan konsumsi serangga. Hal ini disebut ilmuwan sebagai solusi dari kekurangan pangan global dan pengurangan emisi global yang bersumber dari peternakan hewan. Pasalnya, jumlah serangga yang banyak dan tidak adanya emisi jadi jawaban.

Hampir semua orang tak akan merasa senang dengan solusi ini. Justru banyak yang jijik hanya sekedar membayangkan dirinya menyantap belalang. Namun, para ilmuwan kini memiliki 'pemasaran' baru yang bisa membuat umat manusia tertarik mengonsumsi serangga, yakni serangga adalah sumber protein sehat. Jadi, kini banyak yang memasarkan serangga sebagai tren makanan sehat dan berkelanjutan bagi lingkungan.

Baca Selanjutnya: Seorang peneliti bernama Sebastian Berger...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini