Lima Tahun Innovillage: Dari Mahasiswa Jadi Inovator Sosial Muda untuk Indonesia Berkelanjutan

Melalui semangat ini, Telkom menginisiasi Innovillage,  sebuah ajang kompetisi inovasi sosial

Haris Kurniawan
Oleh Haris Kurniawan - Reporter
Lima Tahun Innovillage: Dari Mahasiswa Jadi Inovator Sosial Muda untuk Indonesia Berkelanjutan
Program Innovillage Telkom (Istimewa)

Sebagai perusahaan digital telco yang terus bertransformasi menjadi digital  ecosystem enabler, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menyadari pentingnya membangun kapasitas  generasi muda agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta solusi berbasis  teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Melalui semangat ini, Telkom menginisiasi Innovillage,  sebuah ajang kompetisi inovasi sosial yang dirancang untuk mendorong peran mahasiswa sebagai agen  perubahan. Saat ini, Indonesia tengah menghadapi tantangan besar dalam mempercepat transformasi digital  nasional.

Untuk menopang ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan, pemerintah menargetkan  penciptaan sembilan juta talenta digital hingga tahun 2030. Namun, kebutuhan ini tidak hanya cakap  secara teknis, tetapi juga mencakup kemampuan berpikir kritis, kepemimpinan dan kepekaan sosial, serta  kreatif berinovasi.  

Dilaksanakan sejak tahun 2020, Innovillage merupakan salah satu bentuk implementasi program TJSL yang  dirancang sebagai ruang bagi mahasiswa untuk berinovasi, berkolaborasi, dan membangun solusi  berdampak sosial dengan dukungan teknologi digital.

Sejak awal, program ini difokuskan pada  pengembangan proyek-proyek yang sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) dan  kebutuhan lokal masyarakat. Selama lima tahun pelaksanaannya, Innovillage telah melibatkan lebih dari 8.800 mahasiswa, 400  perguruan tinggi, dengan mengimplementasikan lebih dari 670 proyek di berbagai sektor.

Di balik angka  partisipasi yang tinggi, terdapat berbagai kisah inspiratif yang menunjukkan bagaimana teknologi  sederhana mampu mengubah kehidupan masyarakat. Di Bengkayang Kalimantan Barat, mahasiswa  menghadirkan solusi penerangan berbasis tenaga aliran sungai untuk dusun tanpa listrik.

Di Kota  Banjarbaru Kalimantan Selatan, tim Innovillage membangun sistem produktivitas pertanian. Di Desa  Sugiale Kabupaten Bone, mahasiswa membuat aplikasi untuk optimalisasi manajemen sampah. Di Desa  Japan Mojokerto, tim Innovillage merancang sebuah platform monitoring stunting pada balita.

Setiap  proyek ini tidak hanya memberikan solusi bagi komunitas sekitar, tetapi juga menjadi pengalaman belajar  transformatif bagi mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan. 

Ketua Tim Aither dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) Riva Rizkiana Ramadhani  menyampaikan, “Saya sebagai perwakilan dari Tim Aither Institut Teknologi Sepuluh Nopember  mengucapkan terima kasih kepada Telkom karena telah membuka kesempatan seluas-luasnya bagi  mahasiswa untuk berinovasi dan berdampak nyata di masyarakat. Berpartisipasi dalam Innovillage  merupakan salah satu pengalaman berharga yang mendorong saya untuk berpikir lebih kritis dan kreatif.  Saya merasa bangga menjadi bagian dari Innovillage, karena di sinilah saya menemukan kepercayaan diri  untuk terus berinovasi demi kemajuan bangsa." 

Lima tahun perjalanan Innovillage, bukan hanya mencetak ratusan inovasi sosial, tetapi juga menginspirasi  lahirnya ekosistem kolaboratif antara mahasiswa, perguruan tinggi, komunitas, dan sektor industri dalam  membangun Indonesia yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Melalui program ini, Telkom berkomitmen  untuk terus berinvestasi pada masa depan bangsa, yakni generasi muda yang tidak hanya digital savvy,  tetapi juga memiliki empati, keberanian berinovasi, dan semangat memberi dampak.

Rekomendasi