Anggaran riset selalu menjadi isu saat pilpres berlangsung.
Research and development (R&D) menjadi salah satu fokus negara-negara maju di dunia. Tujuannya agar bisa memiliki daya saing.
Maka tak heran bila mereka memiliki terobosan teknologi yang luar biasa. Dari semuanya itu, rasanya tidak bisa lepas dari faktor anggaran R&D setiap negara.
Advertisement
Advertisement
Menurut data dari Research and Development World (R&D World) 2022, negeri ini menempati peringkat ke-34 dari 40 negara. Ini artinya anggaran riset di Indonesia masih rendah.
Advertisement
Idealnya, menurut standar UNESCO dan Bank Dunia, negara dengan PDB besar seperti Indonesia adalah satu persen dari PDB.
Sementara berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia memiliki PDB atas dasar harga berlaku senilai Rp 19,58 kuadtriliun pada 2022.
Dengan demikian, dana riset yang ideal bagi Indonesia merujuk standar UNESCO dan Bank Dunia, mestinya sebesar Rp 195,8 triliun pada 2022.
Advertisement
Tiga calon pasangan capres dan cawapres 2024, telah memiliki visi dan misi kepemimpinan dalam 5 tahun mendatang. Penambahan anggaran R&D menjadi salah satu janji mereka bila terpilih nanti.
Advertisement
Advertisement
Pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar dalam visi-misinya menyebut akan meningkatkan belanja R&D dari 0,24 persen (2021) menuju 0,4 persen-0,6 persen PDB (2029) dengan mendorong kontribusi swasta yang lebih besar.
Advertisement
Pasangan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD akan meningkatkan investasi riset dan inovasi industri unggulan melalui peningkatan anggaran riset dan inovasi (Gross Domestic Expenditure on Research and Development) mencapai 1 persen dari PDB pada tahun 2029.
Advertisement
Pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dalam visi dan misinya akan mengupayakan dana riset dan inovasi mencapai 1.5-2.0 persen dari PDB dalam 5 tahun mendatang.