Advertisement
SaxaVord Shetland, sebuah tempat yang akan dipersiapkan untuk peluncuran roket, tiba-tiba mengejutkan orang-orang. Saat dilakukan persiapan untuk melakukan uji coba mengirim roket kecil, nampak terlihat adanya kuarsa mengkilap dan batu granit raksasa. SaxaVord Shetland berada di semenanjung Lamba Ness di Unst, bagian paling utara dari Kepulauan Shetland, Inggris. Mereka pun lantas meminta bantuan organisasi Arkeologi AOC untuk menganalisinya lebih mendalam.
Advertisement
Diperlukan waktu setidaknya berbulan-bulan untuk mempelajari tentang temuan tersebut terlebih dahulu. Setelah itu, mencari cara untuk melindunginya.
Advertisement
ungkap seorang pejabat SaxaVord Shetland.
Advertisement
"Kami juga tidak menyangka akan menemukan benda Zaman Perunggu ini," Val Turner, seorang arkeolog yang mewakili AOC.
Arkeolog juga menemukan bukti adanya aktivitas kremasi zaman itu dibuktikan dengan tulang yang terbakar dan batu-batu granit berukuran sebesar lemari arsip membutuhkan beberapa orang untuk menggesernya.
Batu-batu besar itu sangat membingungkan, kata Turner, karena batu-batu raksasa itu terkubur sehingga hanya ujungnya saja yang terlihat. Dia mengatakan, penggalian ini berada pada tahap awal sehingga tidak ada yang tahu pasti kapan waktu kremasi dan adanya batu besar itu. Tetapi jika demikian, sangat mungkin bahwa batu-batuan itu diletakkan di sana untuk membuat batas pada area tersebut.
Advertisement
Advertisement
“Terlebih, sebagian besar lanskapnya sangat datar. Sepertinya tempat yang ideal untuk keberadaan prasejarah,” ujar Turner.
Turner menekankan penggalian SaxaVord akan membantu para arkeolog mendapatkan wawasan tentang Zaman Perunggu di Sheltand pada umumnya. Terutama dalam hal memahami orang-orangnya. Misalnya: analisis gigi dari tulang yang terbakar dapat menunjukkan di mana orang dibesarkan, karena air lokal terperangkap di tulang selama masa kanak-kanak.
"Ada banyak sekali yang bisa kita pelajari karena kita hanya tahu sedikit. Saat penggalian berlangsung, akan mulai terungkap sedikit lebih banyak cerita tentang apa yang terjadi di sana,"
Advertisement
Kata Turner.