Di tengah ketidakstabilan ekonomi, penjualan smartphone flagship di Indonesia justru menunjukkan tren yang tetap kuat.
Eric Lee, Chief Category Management Officer PT Erajaya Swasembada, Tbk., menyatakan bahwa segmen smartphone mid to high tidak terlalu terpengaruh oleh kondisi ekonomi dan diprediksi akan terus tumbuh hingga 2025.
"Dari indikator Average Selling Price (ASP), pertumbuhan penjualan tetap mencatat kenaikan dua digit setiap tahunnya. Ini membuktikan bahwa konsumen tetap antusias terhadap produk-produk premium," ujar Eric saat acara peluncuran smartphone Honor di Jakarta, Rabu (26/2).
Menurut Eric, salah satu alasan utama mengapa penjualan di segmen flagship tetap tangguh adalah perubahan perilaku konsumen.
"Saat ini, konsumen lebih jarang mengganti ponsel. Jika sebelumnya siklus penggantian ponsel terjadi setiap 12 hingga 18 bulan, kini diperpanjang menjadi 2,5 hingga 3 tahun. Karena masa penggunaan yang lebih panjang, mereka memilih perangkat dengan spesifikasi tinggi dan harga premium," jelasnya.
Advertisement
Eric mengungkapkan bahwa faktor gaya hidup masih menjadi pendorong utama permintaan smartphone flagship. Konsumen melihat perangkat flagship sebagai bagian dari identitas dan gaya hidup. Selain itu, kemajuan teknologi juga memengaruhi keputusan pembelian.
"Smartphone flagship kini hadir dengan teknologi canggih, dan banyak brand menawarkan perangkat flagship di rentang harga Rp5 juta hingga Rp10 juta. Ini membuat produk flagship lebih mudah diakses oleh segmen mid to high," paparnya.
Tak hanya itu, kemudahan akses pembiayaan juga menjadi faktor penting. Dengan adanya opsi cicilan dan micro financing, konsumen dapat memiliki smartphone flagship tanpa harus mengeluarkan biaya besar di awal.
"Ini sangat membantu menjaga stabilitas permintaan di segmen premium," tambah Eric.