Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bangun Data Peta, Grab Tak Ingin Bergantung Pada Google Maps

Bangun Data Peta, Grab Tak Ingin Bergantung Pada Google Maps Aplikasi Grab. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Grab menyebut memiliki tim khusus untuk pengembangan peta yang lebih akurat. Hal itu diungkapkan Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata. Menurutnya, Grab mengeluar investasi sendiri demi pengembangan peta ini.

"Google Maps itu layer pertama, tapi layer kedua dan ketiga, kami tidak mau bergantung pada Google Maps," jelasnya saat berkunjung ke kantor Kapan Lagi Youniverse di Jakarta, belum lama ini.

Lebih lanjut, kata dia, hal itu dilakukan berdasarkan pengalamannya di lapangan. Biasanya informasi di peta kerap ditemui perbedaan. Karenanya, Grab juga memantau arus lalu lintas kendaraan di wilayah tertentu untuk membuat peta yang lebih akurat.

"Contohnya, ternyata ada jalan yang tidak pernah dilalui motor, tapi mobil lewat sini. Atau motor yang khusus motor, ternyata di Google Maps tidak ada. Padahal, sehari-hari ada pergerakan di situ. Berarti ada jalan di situ dan itu kita perbaiki," tuturnya menjelaskan.

Tidak hanya itu, Grab juga secara aktif meminta pendapat dari mitra pengemudi dan penumpang. Sepanjang 2018, menurut Grab, ada sekitar 2 juta vo member yang dapat memberikan informasi, di samping mengandalkan data dari Google Maps.

Upaya lain yang juga dilakukan startup yang berbasis di Singapura ini untuk tiap negara adalah melakukan mapathon. Jadi, Grab mengajak komunitas yang peduli dengan penggunaan (aplikasi) peta untuk menambahkan vo member ke Open Street Maps. (mdk/faz)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP