Pemerintah Indonesia serius meningkatkan kesejahteraan para nelayan di Tanah Air. Melalui upaya terpadu, pemerintah menargetkan kenaikan Nilai Tukar Nelayan (NTN) dari angka 103 menjadi 120 pada tahun 2026 mendatang. Target ini dicanangkan untuk mengatasi kesenjangan ekonomi yang dirasakan oleh sebagian besar nelayan dibandingkan dengan petani atau peternak.
Kesenjangan ini menjadi perhatian utama, mengingat sektor perikanan memiliki potensi besar namun kesejahteraan pelakunya masih tertinggal. Upaya peningkatan NTN ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi kehidupan nelayan. Fokus pemerintah kini beralih kepada sektor kelautan dan perikanan setelah sektor pertanian menunjukkan peningkatan yang baik.
Langkah strategis ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam pemerataan kesejahteraan di seluruh sektor pangan. Dengan target yang jelas dan program terstruktur, diharapkan nelayan dapat menikmati hasil kerja keras mereka secara lebih adil dan berkelanjutan. Pembangunan fasilitas terintegrasi menjadi salah satu pilar utama dalam mencapai tujuan ini.
Advertisement
Advertisement
Kesenjangan Nilai Tukar Nelayan dan Petani
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyatakan bahwa saat ini sebagian besar nelayan masih berada dalam kondisi yang kurang sejahtera dibandingkan dengan petani. Ia menyoroti bahwa Nilai Tukar Nelayan (NTN) saat ini berada di angka 103. Angka ini jauh di bawah Nilai Tukar Petani (NTP) padi yang sudah mencapai 131.
“Nelayan yang paling menderita, dengan nilai tukar 103, sementara petani padi sudah 131. Jauh sekali, yang paling miskin itu nelayan,” ungkap Zulkifli Hasan saat mengunjungi pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Dusun Kelongkong, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Jumat (31 Juli).
Situasi tidak menguntungkan bagi nelayan ini, menurut Hasan, terjadi di berbagai daerah termasuk di NTB. Ia menyebutkan dua lokasi yang dikunjunginya, yaitu Kampung Nelayan Ekas Buana di Lombok Timur dan Kampung Nelayan Bilelando di Lombok Tengah, sebagai contoh nyata dari kondisi tersebut.
Advertisement
Advertisement
Strategi Peningkatan Kesejahteraan Nelayan
Dalam rangka mencapai target NTN 120, pemerintah sedang membangun Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Nusa Tenggara Barat (NTB). Pembangunan ini dilengkapi dengan fasilitas terintegrasi yang komprehensif. Fasilitas ini dirancang untuk mendukung aktivitas nelayan dari hulu hingga hilir, memastikan mereka mendapatkan nilai tambah dari hasil tangkapan.
Fasilitas yang dibangun meliputi:
- Gudang penyimpanan dingin (cold storage shelters)
- Pabrik es portabel (portable ice plant)
- Gudang beku portabel (portable frozen warehouse)
- Kios pemasaran ikan
- Toko perlengkapan
- Kantor manajemen
- Pusat pelatihan
- Stasiun pengisian bahan bakar khusus nelayan (SPBN)
Advertisement
Dengan adanya fasilitas lengkap ini, nelayan diharapkan dapat memperoleh harga jual yang lebih baik untuk hasil tangkapan mereka. Selain itu, fasilitas ini juga bertujuan untuk mengurangi biaya operasional yang selama ini menjadi beban. Kemampuan untuk mengawetkan hasil tangkapan saat harga pasar menurun juga menjadi keuntungan signifikan.
Lebih lanjut, Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa kampung nelayan ini akan terhubung dengan jaringan koperasi di seluruh Indonesia. Jaringan ini akan mempermudah pemasaran hasil tangkapan segar, membuka akses pasar yang lebih luas bagi nelayan. Konektivitas ini diharapkan dapat memutus mata rantai distribusi yang panjang dan merugikan nelayan.
Advertisement
Fokus Pemerintah pada Sektor Pangan
Zulkifli Hasan menambahkan bahwa pemerintah saat ini memfokuskan berbagai program untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sektor pangan. Setelah sektor pertanian menunjukkan perbaikan yang signifikan, perhatian kini dialihkan kepada para nelayan. Ini menunjukkan pendekatan holistik pemerintah dalam menjamin ketahanan pangan dan kesejahteraan produsen.
“Petani padi dan peternak sudah bagus. Sekarang kita harus fokus pada nelayan,” ujarnya.
Ia optimis target pemerintah untuk meningkatkan NTN nelayan hingga 120 dapat segera tercapai. Pembangunan stasiun pengisian bahan bakar khusus nelayan (SPBN) diharapkan selesai pada bulan September. Penyelesaian SPBN ini akan menjadi salah satu pendorong utama dalam mengurangi biaya operasional nelayan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews