Menekraf Teuku Riefky Harsya mendorong subsektor Desain Komunikasi Visual (DKV) untuk menghasilkan kekayaan intelektual (IP) lokal berdaya saing global. Dorongan ini diwujudkan melalui dukungan terhadap penyelenggaraan "Re:Rasa International Poster Biennale 2026" di Universitas Paramadina, Jakarta. Acara ini berlangsung dari 31 Juli hingga 2 Agustus 2026, menjadi platform penting bagi talenta desain Indonesia.
Menurut Riefky, karya IP lokal yang kuat dapat menciptakan nilai tambah signifikan bagi berbagai subsektor ekonomi kreatif lainnya. Ini mencakup fesyen, film, musik, kuliner, kriya, serta aplikasi dan gim. Sektor DKV secara umum telah memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional.
Nilai ekspor barang dari subsektor ini mencapai 4,28 juta dolar AS hingga pertengahan 2026, menunjukkan potensi besar. Talenta desain Indonesia juga terbukti mampu menembus industri global, bahkan berkarya untuk IP kelas dunia seperti Disney, Pokémon, dan Marvel.
Advertisement
Advertisement
Kontribusi Signifikan DKV dalam Ekonomi Kreatif Nasional
Menekraf Teuku Riefky Harsya menekankan peran krusial subsektor DKV dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia. Ia menyatakan bahwa DKV dan desain secara keseluruhan terus memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian nasional. Nilai ekspor barang dari subsektor ini telah mencapai 4,28 juta dolar AS hingga pertengahan tahun 2026.
Keberhasilan ini tidak lepas dari kemampuan talenta desain Indonesia yang telah membuktikan diri di kancah internasional. Banyak desainer Tanah Air yang terlibat dalam proyek-proyek besar, bahkan berkarya untuk Kekayaan Intelektual (IP) global ternama seperti Disney, Pokémon, dan Marvel. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas desain lokal tidak kalah bersaing di pasar global.
Dalam konteks inilah, ajang seperti Re:Rasa International Poster Biennale 2026 menjadi sangat vital. Acara ini berfungsi sebagai ruang pertemuan bagi mahasiswa, desainer, ilustrator, akademisi, industri, dan komunitas kreatif lintas negara. Tujuannya adalah untuk melahirkan kolaborasi baru, mengembangkan ide-ide inovatif, serta menciptakan peluang ekonomi yang lebih luas.
Advertisement
Advertisement
Re:Rasa Biennale: Wadah Inovasi dan Kolaborasi Desain Global
Penyelenggaraan Re:Rasa International Poster Biennale 2026 di Universitas Paramadina, Jakarta, dianggap sangat relevan di tengah pesatnya perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI). Menekraf Riefky Harsya menyoroti bahwa desain kini dituntut tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mampu mengajak berpikir kritis, berdialog, dan melihat berbagai persoalan dari perspektif yang baru.
Menekraf memberikan apresiasi tinggi atas partisipasi 88 karya terkurasi dari 25 negara yang dipamerkan dalam biennale ini. Kehadiran karya-karya internasional ini membuktikan bahwa Indonesia tidak hanya memiliki talenta desain yang hebat, tetapi juga semakin dipercaya sebagai pusat pertemuan bagi komunitas desain global. Ini memperkuat posisi Indonesia di peta desain internasional.
Lebih dari sekadar estetika, sektor desain diyakini memiliki potensi besar untuk menciptakan nilai tambah, membangun identitas bangsa, melahirkan kekayaan intelektual baru, dan membuka peluang ekonomi yang inovatif. Menekraf Teuku Riefky Harsya pun mendorong para desainer, khususnya generasi muda, untuk terus berkarya dan berani menunjukkan hasil karyanya kepada dunia. Ia meyakini bahwa karya kreatif Indonesia mampu bersaing dan memberikan perspektif baru dalam percakapan desain global.
Advertisement
Advertisement
Memperkuat Ekosistem Desain Berbasis Kekayaan Intelektual
Penguatan ekosistem desain yang berbasis Kekayaan Intelektual (KI) ini sejalan dengan visi Kemenekraf sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional. Inisiatif ini juga mengemban amanat Peraturan Presiden Nomor 37 Tahun 2026 tentang Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) 2026–2045. Regulasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah produk kreatif nasional di panggung internasional.
Menekraf berharap acara seperti Re:Rasa akan terus berkembang dan menjadi salah satu platform desain internasional yang membanggakan Indonesia. Diharapkan pula bahwa jejaring yang terbentuk akan semakin luas dan memberikan dampak yang lebih besar bagi seluruh ekosistem desain nasional. Ini merupakan langkah strategis untuk memajukan industri kreatif Tanah Air.
Re:Rasa International Poster Biennale 2026 diinisiasi langsung oleh Program Studi DKV Universitas Paramadina. Acara ini hadir untuk pertama kalinya dan direncanakan akan menjadi pameran forum dua tahunan (biennale) internasional. Tujuannya adalah menjadi wadah kolaborasi dan pertukaran gagasan visual bagi desainer, ilustrator, serta seniman dari berbagai negara.
Advertisement
Dengan memadukan konsep "Re:" untuk membaca ulang realitas sosial, budaya, dan ekologi, serta "Rasa" untuk menghidupkan ranah afektif, pameran ini memosisikan desain sebagai titik temu pemikiran kritis dan empati. Rektor Universitas Paramadina, Didik Junaidi Rachbini, mengungkapkan kebanggaannya atas keberhasilan acara ini. Ia menyatakan, "Keberanian kita untuk mengambil satu langkah kecil hari ini terbukti mampu membuka perjalanan besar hingga melampaui target dengan hadirnya karya desainer dari 25 negara."
Sumber: AntaraNews