Produksi Batubara
-
News •Macet di Jalan Nasional Jambi, Mobilisasi Truk Batubara kembali DihentikanPenghentian truk batubara dilakukan karena macet panjang akibat angkutan truk batubara dan beberapa titik jalan yang rusak.
-
Ekonomi •Bukit Asam Target Produksi Batubara Capai 41 Juta Ton Tahun IniPT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatat, produksi batubara PTBA mencapai 37,1 juta ton di 2022, naik 24 persen yoy dibandingkan tahun 2021. Ditargetkan, produksi batubara tahun ini bisa naik 11 persen menjadi 41 juta ton.
-
Ekonomi •Kurangi Impor, Jokowi Ingin Investasi Hilirisasi Batubara Jadi DME DipercepatMenteri Investasi Bahlil Lahadalia mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan jajaran menteri terkait untuk melakukan percepatan investasi di bidang hilirisasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME).
-
Ekonomi •Dewan Energi Nasional: Dunia Boleh Krisis, tapi Kita Dikaruniai Batu Bara MelimpahProduksi batu bara nasional masih di angka 700 juta ton. Meskipun pemerintah perlahan mulai meninggalkan PLTU batu bara untuk suplai listrik, namun 60 persen dari pembangkit nasional masih menggunakannya.
-
Ekonomi •Mulai Besok, Truk Pengangkut Batu Bara Tak Pakai Stiker Dilarang Melintas di JambiHal ini dilakukan untuk kepentingan masyarakat dan juga tidak merugikan pengusaha di mana dari 9.300 angkutan batu bara yang ada saat ini sudah 70 persen yang telah dipasang stiker.
-
Ekonomi •Neraca Perdagangan Surplus USD54,53 Miliar di 2022, Ditopang Batubara & SawitBadan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan RI surplus USD 54,53 miliar sepanjang 2022. Ini ditopang oleh sejumlah komoditas ekspor, mulai dari batubara hingga minyak sawit.
-
Ekonomi •Alih-Alih Energi Bersih, Kendaraan Listrik Masih Tak Bisa Lepas dari BatubaraSubsidi kendaraan listrik dari pemerintah tak kunjung henti menuai kritik. Direktur Center of Economic and Law Studies, CELIOS, Bhima Yudhistira menyebutkan kebijakan seperti ini merupakan kebijakan problematik.
-
Ekonomi •RI Berpotensi Kehilangan Rp33,8 T Akibat Insentif Hilirisasi Batubara 0 persenPemberian insentif royalti 0 persen terhadap hilirisasi batubara, berpotensi menghilangkan pendapatan negara Rp33,81 triliun. Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira mengatakan, nilai tersebut masih dapat bertambah jika diperlebar ke sektor ekonomi makro.
-
Ekonomi •Sektor Minerba Catat PNBP Rp183,45 T di 2022, Terbanyak dari Royalti BatubaraDirektorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat capaian realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) pada sub sektor Minerba sebesar Rp 185,45 triliun atau meningkat 180 persen.
-
Ekonomi •Pemerintah Optimis Harga Batubara Masih Menjanjikan Tahun IniMenteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menyebut harga batubara di 2023 ini masih menjanjikan. Ini dipengaruhi kondisi permintaan global terhadap batubara masih cukup baik, sehingga akan memberikan keuntungan ke penjualan dari Indonesia.
-
Ekonomi •Pemerintah Dorong Transisi Energi, Masihkah PLTU Digunakan?Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Percepatan Tata Kelola Mineral dan Batubara Irwandy Arif mengatakan untuk mempensiunkan PLTU juga harus didesain dengan supply dan demand kebutuhan nasional sehingga tidak mengganggu stabilitas kelistrikan nasional.
-
Ekonomi •Harga Batubara Mahal, PTBA Minta Ada Insentif Garap Proyek GasifikasiDirektur Utama PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Arsal Ismail mengatakan, pihaknya membutuhkan sejumlah insentif dalam menggarap proyek gasifikasi batubara menjadi Dimetil Eter (DME), terlebih lagi harga batubara yang semakin tinggi. Salah satunya, adanya implementasi Badan Layanan Umum (BLU) Batubara.
-
Ekonomi •PTBA Masih Tunggu Perpres untuk Gasifikasi Batubara jadi DMEDirektur Utama PT Bukit Asam Tbk Arsal Ismail mengatakan, pihaknya masih menunggu Peraturan Presiden (Perpres) yang masih dalam tahap penyusunan, untuk proyek gasifikasi batu bara menjadi Dimetil Eter (DME). Proyek hilirisasi ini ditargetkan rampung pada 2027 mendatang.
-
Ekonomi •Imbal Hasil Tinggi, Alasan Perbankan Masih Setia Danai PLTU BatubaraDirektur Celios Bhima Yudhistira membeberkan alasan mengapa sektor perbankan masih setia untuk mendanai Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbahan baku batubara. Salah satu alasannya yakni karena rate of return atau laju pengembalian dana pinjaman yang masih tinggi di proyek tersebut.
-
Ekonomi •Ketergantungan Indonesia Terhadap Batubara Masih TinggiPeneliti Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Akbar Fadzkurrahman mengungkapkan upaya pengalihan energi bersih Indonesia masih terkendala karena adanya penggunaan batubara yang mendominasi baik dalam struktur ekonomi maupun politik.
-
Ekonomi •PLTU Batubara 9,1 GW Bakal Pensiun Dini di 2027Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah siap menghentikan secara dini Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbasis batu bara dengan total kapasitas sebesar 9,1 gigawatt (GW) pada tahun 2027.
-
Ekonomi •Ekspor Batu Bara Indonesia ke Kawasan Asia Anjlok, ke Eropa Justru Meningkat TajamSetianto menyebut, penurunan ekspor batu bara terbesar ke India yang mencapai 33,47 persen. Nilainya di bulan September 2022 hanya USD 565,46 juta dari USD 849,99 juta di Agustus 2022.
-
Ekonomi •PLTU Batubara Harus Segera Pensiun Agar PLN Tak Lagi Over SupplyPT Perusahaan Listrik Negara (PLN) akhirnya membatalkan rencana program migrasi kompor listrik dari kompor gas LPG. Program ini semula bertujuan meningkatkan konsumsi listrik di tingkat masyarakat. Mengingat sejak sebelum pandemi PLN memang kelebihan suplai listriknya.
-
Jabar •Manfaat Batubara untuk Kehidupan Sehari-hari, Berikut PenjelasannyaIndonesia merupakan salah satu produsen dan eksportir batubara terbesar di dunia. Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia, cadangan batubara Indonesia diperkirakan habis kira-kira dalam 83 tahun mendatang apabila tingkat produksi saat ini terus dilakukan.
-
Ekonomi •2 Perusahaan Ini Kerja Sama Bangun Jalan Angkutan BatubaraPerusahaan tambang Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) PT Sarwa Semdaya Karya Bumi (SSKB) bekerja sama dengan PT Putra Bulian Properti (PBP) untuk membangun jalan khusus angkutan batubara di Jambi.