PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatat, produksi batubara PTBA mencapai 37,1 juta ton di 2022, naik 24 persen yoy dibandingkan tahun 2021. Ditargetkan, produksi batubara tahun ini bisa naik 11 persen menjadi 41 juta ton.
Direktur Utama PTBA Arsal Ismail dalam konferensi pers, di Hotel St Regis, Jakarta, Kamis, menyampaikan target angkutan mencapai 32 juta ton pada 2023, atau meningkat 11 persen yoy dari realisasi angkutan tahun 2022 sebesar 28,8 juta ton.
"Terkait volume penjualan batubara 2023, PTBA menargetkan peningkatan penjualan menjadi 41,2 juta ton atau naik 30 persen yoy dari realisasi penjualan batubara tahun 2022 yang sebesar 31,7 juta ton," kata Arsal di Jakarta, dikutip Antara, Kamis (9/3).
Dia melanjutkan penjualan batubara PTBA mencapai 31,7 juta ton sampai akhir tahun 2022, atau tumbuh 12 persen yoy dibandingkan tahun 2021 yang sebesar 28,4 juta ton.
Sementara itu, penjualan ekspor perseroan mencapai 12,5 juta ton, dan realisasi Domestic Market Obligation (DMO) sebesar 19,2 juta ton, atau mencapai 216 persen dari target DMO dan tumbuh 119 persen yoy dari realisasi tahun 2021 yang sebesar 16,1 juta ton.
Dalam kesempatan ini, PTBA membukukan laba bersih senilai Rp12,6 triliun pada 2022 merupakan tertinggi sepanjang sejarah perseroan, atau tumbuh 159 persen yoy dari sebelumnya Rp7,9 triliun pada 2021.