Pupuk Indonesia

25 Juli 2024

Berita Utama

Berita Terbaru

Berita Utama Lainnya

{{caption}}
Harga Pupuk Naik Rp1.000 Produksi Padi Bisa Anjlok 5 Juta Ton, Begini Penjelasannya

PT Pupuk Indonesia menyumbang 62 persen dari produktivitas pertanian nasional.

{{caption}}
Singkong Diusulkan Masuk Daftar Penerima Pupuk Subsidi, Seberapa Penting?

Singkong yang dikenal sebagai sumber karbohidrat seperti beras, memiliki potensi besar sebagai komoditas strategis.

{{caption}}
Muncul Wacana Pupuk Indonesia dan Bulog Berada di Bawah Kementan Mulai Tahun Depan

Usulan tersebut rencananya bakal diajukan melalui Peraturan Presiden (Perpres) terkait pengelolaan pertanian yang akan dilakukan pada tahun depan.

{{caption}}
Dirut Pupuk Indonesia: Petani Milenial Pemegang Saham Utama Indonesia Emas 2045

Dalam program ini, para peserta mendapatkan bimbingan dan wawasan baru yang membantu mereka mengadopsi praktik-praktik pertanian modern dan ramah lingkungan.

{{caption}}
Penyimpangan Pupuk Subsidi Diusut, BUMN Pupuk Beri Tanggapan Begini

PT Pupuk bakal mengevaluasi secara berkala meminimalisir penyalahgunaan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

{{caption}}
Rayakan HUT RI, Bendera Merah Putih Dibentangkan Sepanjang 1 Km di Pantai Nusantara

Kegiatan ini diharapkan mampu menarik wisatawan untuk mengunjungi Desa Wowong,

{{caption}}
Pupuk Indonesia Masuk Daftar 20 Perusahaan Pembayar Pajak Terbesar Tahun 2023

Pajak merupakan instrumen penting dalam mewujudkan pembangunan dan pertumbuhan perekonomian nasional.

{{caption}}
Dirut: Pupuk Subsidi Tetap Disalurkan Meski Kontrak Pertama Senilai Rp26 Triliun Habis di Juli 2024

Pupuk Indonesia bersama Kementan dan pemerintah berkomitmen agar penyaluran pupuk terus berjalan mengikuti Permentan.

{{caption}}
Dirut Pupuk Indonesia Curhat Rumitnya Aturan Penagihan Subsidi Pupuk

Penagihan biaya pupuk subsidi ini melibatkan banyak pihak. Mulai dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Pertanian, Kementerian Keuangan.

{{caption}}
Pupuk Indonesia dan Bulog Kolaborasi Serap Hasil Petani Program Makmur

Program Makmur memiliki potensi yang cukup besar, dengan luas yang sudah hampir mencapai 300.000 hektare, dengan 100.180,44 hektare untuk tanaman padi.