Kasus Sengketa
-
News •Ridwan Kamil Dukung Pemkot Ambil Alih Kebun Binatang BandungPemerintah Kota (Pemkot) Bandung segera mengambil alih lahan Kebun Binatang Bandung. Langkah ini mendapat dukungan dari Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.
-
News •Jakpro Sebut Saluran Air Diserobot Pemilik Ruko di Pluit Bukan Lagi AsetnyaDirektur Utama (Dirut) PT Jakpro Iwan Takwin menyatakan bahu jalan dan saluran air itu telah dilepas asetnya. Namun, dia mengaku tak ingat detail waktu dan kepada siapa aset diserahkan.
-
News •Anak Gugat Ibu Kandung Gara-Gara Warisan di Banyuwangi Buka SuaraIbu kandung akhirnya terusir dari rumah karena digugat sang anak soal warisan.
-
News •Pemprov Jabar Tunda Bantuan Dana Pembangunan Masjid di Atas Lahan SDN Pondokcina 1Polemik di SDN Pondokcina 1 hingga kini belum usai. Oleh karena itu Pemerintah Provinsi Jawa Barat menunda proses bantuan pembangunan Masjid Al Quddus di Jalan Margonda. Masjid tersebut rencana dibangun di atas lahan SDN Pondokcina 1 yang kini sudah beralihfungsi.
-
News •Penjelasan Kapolda Lampung Soal Bentrok Warga dan PT H di Tulang BawangKasus sengketa lahan itu sudah berjalan sejak tahun 1983. Bahkan sengketa lahan antara PT HMI dan masyarakat adat lima keturunan, sudah pernah diselesaikan lewat jalur hukum dengan diajukan gugatan oleh masyarakat adat lima keturunan ke PTUN Bandar Lampung nomor gugatan 39/G/2021 tanggal 24 Agustus 2021.
-
News •Sengketa Tanah Adat di Maluku Berujung Ricuh, TNI AL Minta Bukti Tudingan PerampasanPerkara sengketa tanah masyarakat adat Marafenfen, Kabupaten Kepulauan Aru, Provinsi Maluku berujung kericuhan. Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut (AL) meminta tudingan perampasan tanah adat dibuktikan.
-
News •Penyelesaian Masalah Lahan Warga Desa Gondai Pelalawan Didorong secara PerdataEksekusi lahan di Desa Gondai, Kabupaten Pelalawan, masih jauh dari kata tuntas. Ada dua putusan Mahkamah Agung terkait eksekusi 3.323 hektare lahan di sana, pertama soal pidana yang kemudian dieksekusi oleh kejaksaan setempat dan petugas Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Riau.
-
News •Bentrok Sengketa Lahan di Pancoran, Polisi Duga Massa Ditunggangi Pihak LuarKapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Azis Andriansyah mengatakan, kedua kelompok bentrok bukanlah dari pihak yang bersengketa. Mereka diduga pihak luar menunggangi aksi tersebut.
-
9News •Alat Berat Bongkar Pagar Beton yang Mengisolasi Warga di Jalan Akasia CiledugAlat Berat Bongkar Pagar Beton yang Mengisolasi Warga di Jalan Akasia Ciledug. Dinding pagar beton yang sempat menutup jalan akses warga ke rumahnya tersebut kini dibongkar. Meski telah dibongkar, pemilik tanah bernama Ruli tetap bersikukuh mempertahankan tanah warisan peninggalan ayahnya tersebut.
-
8News •Sengketa Lahan, Warga Ciledug Panjat Tembok Kawat Berduri Saat Masuk ke RumahnyaSengketa Lahan, Warga Ciledug Panjat Tembok Kawat Berduri Saat Masuk ke Rumahnya. Tembok beton berkawat duri sepanjang 300 meter dan setinggi 2 meter itu menutup akses menuju rumah dan tempat usaha milik warga sejak 21 Februari 2021 karena permasalahan sengketa lahan.
-
News •Kasus Rumah Dipagar di Ciledug Dimediasi 3 Kali, Pemilik Lahan Tak Pernah HadirSyarifuddin merinci peristiwa pemagaran lahan itu bermula dari rumah yang dilelang oleh Bank, kemudian dimenangkan lelangnya oleh almarhum Munir.
-
Jabar •Akhir Sengketa Lahan Warga Bekasi dengan Pihak Pengembang, Kini Sepakat BerdamaiKonflik terjadi karena warga perumahan membangun musala tanpa seizin pihak pengembang. Warga perumahan tersebut digugat oleh PT Putra Alvita Pratama sebagai pihak pengembang klaster perumahan milik Sinarmas Group tersebut.
-
News •Sengketa Lahan di Pelalawan, Semua Pihak Diminta Jalankan Putusan MAPenertiban serta pemulihan kawasan hutan di Desa Pangkalan Gondai, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau belum sepenuhnya tuntas. Eksekusi yang dilakukan DLHK Provinsi Riau, berdasarkan keputusan Mahkamah Agung (MA) masih menyisakan 1.323 hektare yang belum dieksekusi.
-
News •RDP dengan Mahkamah Agung, Komisi III Soroti Kasus Sengketa Lahan WargaDesmond menuturkan, hampir belum ada masyarakat yang bersengketa lahan dengan pengembang dimenangkan di pengadilan.
-
News •Akses ke Masjid Ditutup Hotel, Warga di Serang Naik Tangga Agar Dapat BeribadahKondisi tersebut telah berjalan kurang lebih tiga Minggu. Tidak hanya akses jalan ditutup listrik di masjid juga diputus oleh pihak hotel. Kini masyarakat menggunakan diesel, agar dapat menghidupkan aliran listrik di masjid yang telah berdiri puluhan tahun tersebut.
-
News •Pengadilan Kabulkan Gugatan Persebaya Terkait Status Kepemilikan Wisma KaranggayamMartin Ginting, Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Surabaya yang memimpin sidang menyatakan, pihak penggugat yaitu PT. Persebaya Indonesia sebagai pihak yang berhak dan memiliki prioritas untuk mendapatkan hak atas tanah yang terletak di kelurahan Tambaksari, Kecamatan Tambaksari, Surabaya.
-
Trending •Momen Wanita Asal Pelalawan Teriak-Teriak ke Jokowi Minta Bantuan Soal TanahBerikut momen seorang wanita asal Pelalawan dengan lantang dan berani mengutarakan persoalan yang terjadi di desanya.
-
5News •Ahli Waris Pendiri BANI Menang Kasasi di MAAhli Waris Pendiri BANI Menang Kasasi di MA. Lebih dari 4 tahun terjadi sengketa antara ahli waris pendiri BANI dari keluarga almarhum Harjono Tjitrosoebono dan almarhum Priyatna Abdurrasyid dengan pengurus BANI Mampang yang dikomandani oleh Husseyn Umar dan Krisnawenda.
-
5News •Sidang Lanjutan Terdakwa Muljono Tedjokusuma Kembali DigelarSidang Lanjutan Terdakwa Muljono Tedjokusuma Kembali Digelar. Dalam sidang lanjutan tersebut, terdakwa Muljono mendengarkan keterangan dua orang saksi, yakni Sumardi B Ramlan dan Amsir selaku Ketua RT 11 Kelurahan Kedoya Selatan dan Ketua RW 05.
-
5News •Koalisi Selamatkan Pulau Pari Desak Kapolri Jatuhi Sanksi Polisi Kepulauan SeribuKoalisi Selamatkan Pulau Pari Desak Kapolri Jatuhi Sanksi Polisi Kepulauan Seribu. Dalam konpers ini, LBH bersama Koalisi Selamatkan Pulau Pari mendesak Kapolri untuk segera memberikan sanksi tegas kepada bawahannya di Polres Kepulauan Seribu karena melakukan kriminalisasi terhadap warga Pulau Pari.