Kaki Bau Meski Rajin Dibersihkan? Ini 5 Kemungkinan Penyebabnya

Bau kaki tak selalu soal jarang mencuci. Menurut ahli, ada lima penyebab yang perlu dicermati, dari keringat berlebih hingga infeksi. Simak penjelasannya.

Kanaya Nanda Putri
Oleh Kanaya Nanda Putri - Reporter
Kaki Bau Meski Rajin Dibersihkan? Ini 5 Kemungkinan Penyebabnya
Kebiasaan memeriksa kondisi kaki dapat membantu masalah lebih cepat diketahui. (Foto/Dok: Pexels)

Bau kaki kerap dikaitkan dengan kebiasaan menjaga kebersihan. Padahal, pemicunya bisa beragam, mulai dari produksi keringat berlebih hingga infeksi dan kondisi medis tertentu. Dalam istilah medis, aroma tidak sedap pada kaki dikenal sebagai bromodosis.

Menurut podiatris Joy Rowland, DPM, seperti dikutip dari Cleveland Clinic, kaki memiliki lebih dari 250.000 kelenjar keringat. Ketika keringat menumpuk di kulit dan sepatu, bakteri mendapat “makanan” untuk berkembang.

Kondisi itu membuat bakteri menghasilkan zat asam berbau seperti cuka. "Bakteri dan jamur serta berbagai mikroorganisme menyukai panas, lembap, kondisi gelap, dan bagian dalam sepatu menjadi tempat yang ideal untuk itu," jelas Rowland, seperti dikutip Cleveland Clinic, Jumat (9/10).

Berikut lima kemungkinan penyebab bau kaki yang perlu dicermati beserta langkah kewaspadaannya.

  • Keringat Berlebih (Hiperhidrosis)

    Keringat merupakan salah satu pemicu utama bau kaki. Produksinya dipengaruhi cuaca, intensitas aktivitas, jenis alas kaki, faktor genetik, usia, perubahan hormon, kondisi kesehatan, hingga tingkat stres. Jika kaki terus berkeringat berlebihan dalam berbagai situasi, kondisi ini dapat berkaitan dengan hiperhidrosis. Rowland menyarankan untuk berkonsultasi dengan tenaga medis guna mengetahui penyebab dan penanganan yang sesuai.

  • Infeksi Jamur atau Bakteri

    Infeksi jamur seperti athlete’s foot (tinea pedis) dapat menimbulkan bau menyengat, terutama di lingkungan hangat dan lembap seperti ruang ganti. Kurangi risiko penularan dengan tidak berbagi sepatu atau kaus kaki, serta gunakan sandal saat berada di area bersama, seperti kolam renang, sauna, atau pusat kebugaran. Selain jamur, luka akibat lecet, kuku tumbuh ke dalam, atau goresan juga rentan mengalami infeksi bakteri. Bau yang muncul bisa berbeda-beda bergantung jenis infeksinya, sehingga luka atau perubahan kondisi kaki yang disertai bau menyengat sebaiknya diperiksakan.

  • Kondisi Medis yang Mendasari

    Sejumlah kondisi kesehatan turut berperan. Obesitas dan gangguan tiroid dapat memengaruhi hormon dan meningkatkan produksi keringat. Gangguan fungsi ginjal atau hati berpotensi menyebabkan penumpukan zat tertentu dalam tubuh yang mengubah bau tubuh. Pada penyandang diabetes, keringat berlebih bisa memperparah bau kaki. Berkurangnya sensasi pada kaki juga membuat luka kerap tidak disadari, sehingga infeksi dapat berkembang tanpa penanganan. Rowland menekankan pentingnya pemeriksaan kaki secara rutin bagi penyandang diabetes.

  • Efek Samping Obat Tertentu

    Beberapa obat—termasuk jenis antidepresan, obat antiradang nonsteroid (OAINS), obat diabetes, dan steroid—dapat meningkatkan keringat atau memengaruhi bau tubuh. Jika bau kaki muncul setelah menggunakan obat tertentu, konsultasikan dengan dokter. Jangan menghentikan atau mengubah dosis obat tanpa persetujuan tenaga medis.

  • Sepatu, Kaus Kaki, dan Kebersihan

    Sepatu dengan sirkulasi udara buruk dapat memerangkap keringat dan menjaga kaki tetap lembap. Mengenakan sepatu yang sama setiap hari tanpa memberi waktu untuk mengeringkannya juga meningkatkan penumpukan keringat dan bakteri. Pilih kaus kaki yang menyerap atau mengalirkan kelembapan dengan baik, bersihkan kaki secara teratur, dan pastikan kaki serta sepatu benar-benar kering sebelum digunakan kembali. Jika bau kaki tidak kunjung hilang meski perawatan kebersihan sudah baik, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian karena dapat menandakan masalah medis yang memerlukan penanganan khusus. Menurut Rowland, dokter dapat membantu menentukan penyebab bau kaki dan memberikan pengobatan yang sesuai, termasuk obat untuk mengatasi kelembapan berlebih bila diperlukan.

Rekomendasi