Banjir Bandang Terjang Nepal, Puluhan Rumah Hanyut dan 5 Orang Hilang

Banjir bandang di Nepal dipicu longsor yang menyumbat Sungai Budhi Gandaki. Lima orang hilang, puluhan diselamatkan. Otoritas minta warga mengungsi.

Septian Deny
Oleh Septian Deny - Reporter
Banjir Bandang Terjang Nepal, Puluhan Rumah Hanyut dan 5 Orang Hilang
Rumah-rumah yang rusak terlihat nyaris ambruk di tepi Sungai Trishuli yang meluap dan dipenuhi puing setelah banjir bandang melanda Distrik Nuwakot, Nepal, Rabu (26/8/2026). (Dok. AP Photo/Niranjan Shrestha)

Banjir bandang melanda Nepal bagian tengah setelah aliran Sungai Budhi Gandaki tersumbat material longsor. Otoritas mencatat sedikitnya lima orang hilang, sementara rumah dan jembatan di wilayah hilir ikut hanyut.

Menurut keterangan pejabat setempat, longsor terjadi di Desa Chumnubri, Distrik Gorkha, sekitar 100 kilometer sebelah barat Kathmandu, pada Sabtu. Dikutip dari Al Jazeera, Senin (12/10), sumbatan tersebut memicu luapan air bercampur lumpur ke daerah di bawah aliran sungai.

Otoritas Nasional Pengurangan Risiko dan Manajemen Bencana Nepal (NDRRMA) menyebut lima orang yang hilang terdiri dari dua perempuan dan tiga laki-laki. Hingga saat ini belum ada laporan korban tewas maupun luka. Setidaknya 82 orang, termasuk sembilan warga negara asing, telah dievakuasi dari wilayah terdampak.

Arus deras menghanyutkan sekitar belasan rumah dan dua jembatan gantung. Banjir juga merusak kamp proyek pembangkit listrik tenaga air serta menyeret sejumlah peralatan konstruksi.

Direktur Eksekutif NDRRMA, Dharam Raj Uprety, menyampaikan derasnya aliran turut menghanyutkan jembatan jalan raya yang menghubungkan Distrik Gorkha dengan distrik tetangga, Dhading.

Sungai Budhi Gandaki merupakan anak Sungai Trishuli. Di bagian hilirnya, terdapat anak sungai lain yang pada Agustus lalu mengalami banjir dahsyat setelah gletser runtuh, menewaskan 1.457 orang dan membuat ribuan lainnya masih hilang.

Menyusul peristiwa terbaru ini, otoritas meminta penduduk yang tinggal di sepanjang tepian sungai di wilayah hilir untuk segera mengungsi.

"Kami telah meminta penduduk desa yang tinggal di sepanjang tepian sungai di bagian hilir untuk mengungsi dan tetap berada di tempat yang aman," kata Dharmendra Kumar Mishra, pejabat birokrasi tertinggi di Distrik Gorkha.

NDRRMA juga memperingatkan warga yang tinggal di sepanjang aliran sungai di Distrik Gorkha, Tanahun, Chitwan, Nawalparasi Timur, dan Nawalparasi Barat untuk mewaspadai ancaman banjir. Melalui unggahan di media sosial, lembaga tersebut meminta agar warga di zona berisiko dipindahkan tepat waktu serta mendukung operasi pencarian dan penyelamatan bila diperlukan.

Personel penyelamat dari militer dan kepolisian telah dikerahkan ke lokasi. Pemantauan kondisi lapangan juga dilakukan menggunakan helikopter.

Warga Nepal Alami Trauma Usai Terjangan Banjir

Banjir terbaru memicu kembali ketakutan warga di wilayah terdampak.

"Banjir ini terlihat serupa... Sangat menakutkan, dan sampai sekarang rasanya masih seperti mimpi buruk bagi kami," kata Laxmi Gurung, pejabat setempat dari wilayah pedesaan Chumnubri.

Ia menyebut rumahnya hanyut dan aliran listrik terputus di wilayahnya. Namun, ia memastikan tidak ada korban jiwa di daerah tersebut.

"Rumah kami sudah tidak ada, kami tidak memiliki listrik... tetapi tidak ada korban jiwa," ujarnya.

Sebelumnya, hujan deras pada akhir September juga memicu banjir dan tanah longsor di Nepal. Menurut badan penanggulangan bencana, sedikitnya 21 orang tewas dalam rangkaian bencana tersebut.

Rekomendasi