Banjir Bandang Nepal: Lebih dari 100 Pendaki Asing Terjebak

Lebih dari 100 pendaki asing terjebak usai Banjir Bandang Nepal. Evakuasi berlanjut hingga Selasa (13/10/2026). ICIMOD menjelaskan dugaan pemicunya.

Septian Deny
Oleh Septian Deny - Reporter
Banjir Bandang Nepal: Lebih dari 100 Pendaki Asing Terjebak
Rumah-rumah yang rusak berdiri dalam kondisi rawan di dekat tepian Sungai Trishuli yang meluap dan dipenuhi puing-puing setelah banjir bandang melanda distrik Nuwakot, Nepal, pada hari Rabu, 26 Agustus 2026. (Foto AP/Niranjan Shrestha)

Lebih dari 100 pendaki asing dilaporkan masih terjebak di Nepal tengah setelah Banjir Bandang Nepal pada akhir pekan menghanyutkan jalur pendakian dan jembatan. Otoritas menyebut upaya penyelamatan berlanjut hingga Selasa (13/10/2026).

Dikutip dari Channel News Asia, pada Senin, petugas berhasil menyelamatkan 321 orang, termasuk 12 warga negara asing, setelah tanah longsor yang terjadi menjelang fajar memblokir aliran Sungai Budhi Gandaki di Distrik Gorkha, sekitar 100 kilometer di sebelah barat Kathmandu.

Material longsor yang menutup aliran sungai memicu banjir di wilayah hilir. Militer Nepal menyebut operasi penyelamatan akan terus dilakukan pada Selasa, meski ketinggian air sudah menurun.

Sungai Budhi Gandaki merupakan anak sungai Trishuli. Di wilayah hilir, Sungai Trishuli memiliki anak sungai lain yang pada Agustus lalu mengalami banjir dahsyat setelah keruntuhan gletser, menewaskan 1.457 orang dan ribuan lainnya masih hilang.

Hingga Senin, belum ada laporan korban jiwa terkait banjir terbaru ini. Namun lima warga desa belum dapat dihubungi setelah lumpur hitam pekat dan puing-puing menerjang permukiman, menghanyutkan rumah, serta merusak infrastruktur, termasuk tiga pembangkit listrik tenaga air, menurut otoritas penanggulangan bencana nasional Nepal.

Pejabat Proyek Kawasan Konservasi Manaslu yang mencakup jalur trekking populer, Bhuwan Raj Ojha, mengatakan lebih dari 100 pendaki asing masih terjebak di berbagai lokasi karena sebagian jalur pendakian tersapu banjir.

"Para pendaki yang ingin kembali karena banjir perlu diselamatkan. Mereka yang ingin melanjutkan pendakian dapat melakukannya dari lokasi-lokasi yang aman," kata Ojha.

Ia menambahkan, restoran dan rumah teh di sepanjang jalur pendakian berada dalam kondisi aman.

"Ada restoran dan rumah teh di sepanjang jalur tersebut. Tempat-tempat itu aman," ujarnya.

Banjir Bandang Nepal Diduga Dipicu Bendungan Alami Akibat Longsor

Pusat Internasional untuk Pembangunan Pegunungan Terpadu (ICIMOD) menyatakan banjir terbaru kemungkinan dipicu oleh jebolnya sumbatan sementara di sungai yang terbentuk akibat tanah longsor.

Dugaan awal ini didasarkan pada laporan otoritas Nepal yang ditelaah oleh ICIMOD.

Direktur Jenderal ICIMOD, Pema Gyamtsho, menilai peristiwa tersebut kembali mengingatkan bahwa masyarakat pegunungan dan wilayah di sepanjang aliran sungai masih rentan terhadap bencana yang dapat terjadi tiba-tiba.

"Peristiwa ini menjadi pengingat lain tentang betapa rentannya masyarakat pegunungan dan kawasan di sepanjang aliran sungai terhadap bahaya beruntun yang terjadi secara tiba-tiba," kata Gyamtsho.

Menurut dia, penanganan dan penyelamatan tetap harus menjadi prioritas utama, tetapi memahami penyebab banjir penting untuk mengurangi risiko serupa di masa mendatang serta memperkuat ketahanan masyarakat.

"Meski upaya penanganan harus tetap menjadi prioritas utama, memahami pemicu banjir ini akan sangat penting untuk mengurangi risiko di masa depan dan memperkuat ketahanan," ujarnya.
Rekomendasi