Pengertian Kemoterapi, Fungsi dan Jenis-Jenisnya

Bagi sebagian orang, fungsi serta jenis-jenis dari kemoterapi mungkin adalah hal yang asing. Yuk, simak penjelasan lengkap mengenai kemoterapi di sini!

Yoga Tri Priyanto
Oleh Yoga Tri Priyanto - Reporter
Pengertian Kemoterapi, Fungsi dan Jenis-Jenisnya
Bagi sebagian orang, fungsi serta jenis-jenis dari kemoterapi mungkin adalah hal yang asing. Yuk, simak penjelasan lengkap mengenai kemoterapi di sini! (© 2024 merdeka.com)

Yuk, simak penjelasan lengkap tentang kemoterapi!

Kemoterapi merupakan pengobatan yang dijalankan menggunakan obat-obatan. Tujuan utama dari kemoterapi ini adalah untuk menghancurkan sel-sel kanker yang ada di dalam tubuh manusia.
Obat kemoterapi dapat diberikan melalui mulut, kulit, pembuluh darah, atau jalur lain. Jenis-jenis dari kemoterapi pun cukup beragam. Hal ini kemudian menjadi penting untuk dikenali dan dipahami. 

Tujuan dari Kemoterapi

Tujuan dari Kemoterapi
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Tujuan kemoterapi adalah untuk menghambat atau menghentikan pertumbuhan sel kanker di dalam tubuh. Kemoterapi ini juga dapat mengurangi gejala nyeri bagi penderita kanker, sebab pengobatan tersebut membantu mengecilkan ukuran tumor kanker. Tujuan utama kemoterapi setidaknya dapat dibagi ke dalam 3 tahap, sesuai dengan seberapa lanjut stadium kanker.

3 Tahap tujuan utama tersebut mencakup : 

  1. Penyembuhan, saat kemoterapi berhasil menghancurkan seluruh sel kanker di dalam tubuh maka pengobatan tersebut dianggap sebagai penyembuhan.
  2. Kelola, saat stadium kanker semakin lanjut dan penyembuhan tampak tidak memungkinkan, maka kemoterapi dapat digunakan untuk mengecilkan tumor dan mencegah penyebaran lebih lanjut.
  3. Kenyamanan, saat kanker mencapai stadium paling akhir maka kemoterapi dapat digunakan untuk meringankan gejalanya.
 

Jenis-jenis Kemoterapi

Jenis-jenis Kemoterapi
© 2024 merdeka.com

Terdapat beberapa jenis kemoterapi yang masing-masing dapat melawan sel kanker dengan cara yang berbeda-beda.

Jenis-jenis kemoterapi biasanya digolongkan berdasarkan cara kerja dan struktur kimianya.
  1. Agen alkilasi, mencegah sel kanker berkembang biak
  2. Antimetabolit, mengganggu DNA dan RNA sel kanker
  3. Antibiotik Anti Tumor, mengubah DNA di dalam sel kanker
  4. Inhibitor Topoisomerase, obat dari tumbuhan (alkaloid tumbuhan) yang mengganggu DNA sel kanker
  5. Inhibitor Mitotik, alkaloid tumbuhan yang menghentikan pembelahan sel kanker
  6. Kortikosteroid, mengurangi peradangan atau pembengkakan pada tubuh.

Potensi Efek Samping dari Kemoterapi

Potensi Efek Samping dari Kemoterapi
© 2024 merdeka.com

Ada beberapa potensi efek samping yang berhubungan dengan pengobatan kemoterapi.

 Efek samping yang umum terjadi akibat kemoterapi dapat mencakup :

  1. Kelelahan
  2. Perubahan suasana hati
  3. Luka di area mulut
  4. Diare dan sembelit
  5. Mual dan muntah
  6. Infeksi
  7. Rambut rontok
  8. Memar dan juga berdarah
Selain itu, kemoterapi juga memiliki kemungkinan menyebabkan kerusakan jangka panjang pada organ-organ, seperti ginjal, jantung, saraf, hingga sistem reproduksi.
Rekomendasi