11 Jenis Meditasi untuk Mengatasi Depresi, Sudah Coba?

Meditasi hadir menjadi salah satu langkah alternatif yang terjangkau untuk mengatasi depresi seseorang. Yuk, simak lebih lanjut!

Ega Ayu Agustin
Oleh Ega Ayu Agustin - Reporter
11 Jenis Meditasi untuk Mengatasi Depresi, Sudah Coba?
Meditasi hadir menjadi salah satu langkah alternatif yang terjangkau untuk mengatasi depresi seseorang. Yuk, simak lebih lanjut! (© 2024 unsplash.com)

Depresi telah menjadi salah satu hambatan dan masalah berat bagi seseorang. Yuk, simak jenis meditasi apa saja yang dapat membantu mengatasi depresi!

Beragam jenis meditasi yang berbeda-beda bekerja di dalam tubuh dengan mencari kondisi kesadaran yang lebih tinggi. Menurut Dr. Schwartz, kesadaran yang lebih tinggi mampu memberikan manfaat yang lebih luas pula bagi seseorang yang mengalami kecemasan atau depresi.
Telah terdapat sejumlah bukti yang menunjukkan bahwa meditasi berhasil membantu orang dengan gangguan depresi klinis hingga depresi berat. Dr. Schwartz juga menyebutkan bahwa terdapat perasaan yang kuat di bidang ilmu saraf dan psikologi yang percaya bahwa meditasi mampu mengubah fisiologi otak seseorang.

Meditasi Kesadaran (Mindfulness )

Meditasi Kesadaran (Mindfulness )
Dok. Istimewa

Meditasi Kesadaran merupakan akar atau ibu dari berbagai jenis meditasi lainnya dan memiliki bukti paling ilmiah yang mendukung. Banyak jenis meditasi lain yang bersumber dari kesadaran.

Meditasi kesadaran ini melibatkan kesadaran momen ke momen. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa, meditasi kesadaran berhasil mengurangi depresi, rasa cemas, dan juga stress.

Meditasi Cinta Kasih

Meditasi Cinta Kasih
© 2024 unsplash.com

Berbeda dengan meditasi kesadaran sebelumnya, meditasi cinta kasih ini lebih berfokus pada sikap cinta dan juga kebaikan yang ditujukan pada diri sendiri dan orang lain.

 Penelitian menunjukkan bahwa, seseorang yang mempraktekkan meditasi cinta kasih memiliki lebih sedikit depresi dan emosi negatif, mereka cenderung memiliki pandangan yang positif dan belas kasih yang besar.

Terapi Kognitif Berbasis Perhatian

Terapi Kognitif Berbasis Perhatian
© 2024 unsplash.com

Terapi ini memadukan antara meditasi dengan cognitive behavioral therapy (CBT). CBT termasuk ke dalam salah satu bentuk terapi yang paling sering digunakan untuk mengatasi depresi.

Cognitive behavioral therapy (CBT) ini berfokus pada perubahan pola pikir dan juga perilaku-perilaku yang merusak. Jenis meditasi dengan CBT ini juga dikembangkan untuk mencegah kambuh pada orang-orang dengan depresi yang berulang. CBT juga terbukti berhasil mengatasi depresi aktif.

Meditasi Kesadaran Nafas

Meditasi Kesadaran Nafas
© 2024 unsplash.com

Kesadaran napas yang dimiliki oleh seseorang merupakan komponen paling dasar dari berbagai macam meditasi yang ada, khususnya meditasi kesadaran. Meditasi jenis ini berlaku sama dengan meditasi kesadaran, namun menggunakan objek nafas sebagai fokus utama untuk melatih pikiran.

Meditasi kesadaran nafas umumnya dilakukan dengan fokus menghirup dan menghembuskan nafas selama kurang lebih 15 menit dalam sehari. 

Meditasi Transendental

Meditasi Transendental
© 2024 unsplash.com
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Meditasi transendental termasuk jenis meditasi yang memiliki banyak pengikut. Meditasi transendental ini menggunakan suara atau sejenis mantra pribadi sebagai objeknya. Suara atau mantra pribadi tersebut biasanya hanya terdiri atas satu hingga dua suku kata.

Meditasi Berjalan

Meditasi Berjalan
© 2024 unsplash.com

Jalan kaki adalah kegiatan yang memiliki manfaat baik untuk kesehatan fisik maupun mental seseorang. Meditasi berjalan memiliki kemungkinan untuk memberikan pengaruh positif yang lebih tinggi daripada jalan kaki biasa.

Meditasi ini biasanya dilakukan dengan diawali jalan aerobik dan ditambah dengan meditasi budha sebanyak kurang lebih tiga kali dalam seminggu. Bermeditasi sebelum maupun sesudah berjalan kaki juga dapat menurunkan kecemasan.

Meditasi Pemindaian Tubuh

Meditasi Pemindaian Tubuh
© 2024 unsplash.com
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Meditasi pemindaian tubuh ini melibatkan fokus pada berbagai bagian tubuh seseorang secara berurutan.
Pemindaian tubuh cenderung dikaitkan dengan pengamatan pikiran, perasaan dan juga sensasi yang lebih positif, sekaligus reaksi yang kurang intens terhadap stress.

Meditasi dengan Olahraga Yoga

Meditasi dengan Olahraga Yoga
© 2024 unsplash.com

Yoga merupakan jenis olahraga yang menggabungkan postur fisik dengan teknik pernapasan, serta meditasi itu sendiri. Salah satu jenis yoga, yakni yoga Kundalini yang menggabungkan nyanyian di dalamnya terbukti secara penelitian mampu membantu mengobati gangguan obsesif kompulsif.

Studi lain juga menghasilkan bahwa, yoga yang dikombinasi dengan cognitive behavioral therapy (CBT) mampu meredakan depresi, kecemasan, kepanikan, sekaligus meningkatkan kualitas tidur dan hidup seseorang.

Aktivitas Berulang

Aktivitas Berulang
© 2024 unsplash.com

Kegiatan bersih-bersih mungkin bukan merupakan praktik meditasi yang formal. 

Namun di balik itu, aktivitas yang dilakukan secara berulang seperti menggosok wajan atau panci dapat menciptakan kondisi mental yang lebih tenang jika dilakukan dengan penuh kesadaran.

Terapi Visualisasi

Terapi Visualisasi
© 2024 unsplash.com

Banyak pendapat yang menyatakan bahwa, memusatkan perhatian pada gambar atau visual yang menyenangkan dapat merangsang ketenangan dalam diri seseorang.

Dalam sebuah penelitian, pendapat tersebut juga digunakan untuk mengubah cara seseorang dalam mengingat kenangan negatif.

Terapi Nyanyian

Terapi Nyanyian
© 2024 unsplash.com
  • Dalam sejarah, ada banyak meditasi yang dilakukan menggunakan nyanyian atau sebatas bunyi gong secara berkala dengan tujuan untuk memfokuskan pikiran. 

Menurut Dr.Schwartz, nyanyian merupakan modal untuk mencapai kondisi meditasi yang sama atau senada demi mencapai satu titik fokus.

Rekomendasi