Kasus Parkinson akan Berlipatganda di 2050, Ketahui Cara Mencegahnya Sejak Awal

Kasus penyakit Parkinson diperkirakan akan meningkat hingga 2050, simak cara mencegahnya sejak dini.

Rizky Wahyu Permana
Oleh Rizky Wahyu Permana - Reporter
Kasus Parkinson akan Berlipatganda di 2050, Ketahui Cara Mencegahnya Sejak Awal
Kasus Parkinson akan Berlipatganda di 2050, Ketahui Cara Mencegahnya Sejak Awal (Merdeka.com)

Penyakit Parkinson, salah satu gangguan neurodegeneratif yang paling umum, diperkirakan akan mengalami lonjakan kasus yang signifikan hingga tahun 2050. Menurut penelitian terbaru, jumlah penderita Parkinson dapat meningkat hingga 112%, dari sekitar 12 juta kasus menjadi 25,2 juta di seluruh dunia. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh pertumbuhan populasi dan peningkatan harapan hidup, di mana penyakit ini lebih sering terjadi pada individu berusia di atas 80 tahun.

Di Amerika Serikat, meskipun diperkirakan akan ada peningkatan yang lebih rendah sekitar 60%, tantangan yang dihadapi oleh pasien dan keluarga tetap besar. Meskipun saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan Parkinson, diagnosis dan penanganan dini dapat membantu memperlambat perkembangan penyakit dan meningkatkan kualitas hidup penderita. Oleh karena itu, pencegahan sejak dini sangat penting.

Dilansir dari Men's Health, berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil untuk mencegah dan mengurangi risiko terkena penyakit Parkinson. Mari kita simak lebih lanjut!

1. Olahraga Teratur

Olahraga adalah salah satu cara terbaik untuk menjaga kesehatan tubuh dan otak. Aktivitas fisik seperti jalan kaki, lari, bersepeda, berenang, senam otak, yoga, tai chi, dan pilates dapat meningkatkan aliran darah ke otak, melindungi sel saraf, dan mencegah degenerasi otak serta motorik. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang rajin berolahraga memiliki risiko Parkinson yang lebih rendah.

“Olahraga teratur dapat membantu menjaga kesehatan otak dan mengurangi risiko berbagai penyakit neurodegeneratif,” ungkap Dr. Amit Sachdev, direktur medis di Departemen Neurologi di Michigan State University. Dengan melakukan aktivitas fisik secara rutin, Anda tidak hanya menjaga kebugaran fisik tetapi juga kesehatan mental yang berkontribusi pada pencegahan Parkinson.

2. Pola Makan Sehat

Pola makan yang seimbang dan bergizi sangat penting untuk menjaga kesehatan otak. Konsumsi makanan kaya antioksidan seperti buah-buahan segar, sayuran, biji-bijian, dan kacang-kacangan dapat membantu melindungi sel-sel otak. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi anggur merah yang mengandung resveratrol dan teh hijau yang kaya polifenol dapat mengurangi risiko Parkinson.

Kunyit juga dikenal memiliki manfaat kesehatan berkat kandungan antioksidannya. Dengan menjaga pola makan yang sehat, Anda tidak hanya mengurangi risiko Parkinson, tetapi juga meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.

Penyakit Parkinson
Cara Mengurangi Risiko Penyakit Parkinson freepik.com

3. Mengelola Stres

Stres adalah faktor yang dapat memperburuk berbagai kondisi kesehatan, termasuk penyakit neurodegeneratif seperti Parkinson. Mengelola stres dengan baik melalui teknik relaksasi, meditasi, atau kegiatan yang menyenangkan sangat penting. Menghabiskan waktu dengan hobi atau berinteraksi sosial juga dapat membantu mengurangi tingkat stres.

“Stres yang berlebihan dapat mempengaruhi kesehatan otak dan meningkatkan risiko penyakit,” ujar Dr. Daniel Truong, neurologis dan direktur medis di Truong Neuroscience Institute. Dengan mengelola stres secara efektif, Anda dapat menjaga kesehatan mental dan fisik, yang berkontribusi pada pencegahan Parkinson.

4. Tidur yang Cukup

Tidur yang cukup dan berkualitas sangat penting untuk kesehatan otak dan tubuh secara keseluruhan. Kurang tidur dapat menyebabkan gangguan kognitif dan meningkatkan risiko berbagai penyakit, termasuk Parkinson. Pastikan Anda mendapatkan tidur yang cukup setiap malam untuk menjaga kesehatan otak.

“Tidur yang berkualitas membantu proses pemulihan otak dan menjaga fungsi kognitif,” tambah Dr. Sachdev. Mengatur rutinitas tidur yang baik dapat membantu Anda merasa lebih segar dan siap menghadapi hari.

5. Stimulasi Otak

Aktivitas yang merangsang otak, seperti membaca, menulis, memecahkan teka-teki, bermain musik, dan berinteraksi sosial, dapat membantu menjaga kesehatan kognitif. Menjaga otak tetap aktif sangat penting untuk mencegah penurunan fungsi kognitif yang dapat berkontribusi pada perkembangan Parkinson.

“Stimulasi mental yang baik dapat membantu menjaga koneksi saraf di otak,” jelas Dr. Truong. Dengan melibatkan diri dalam kegiatan yang menantang otak, Anda dapat meningkatkan daya ingat dan fungsi kognitif secara keseluruhan.

Ilustrasi Parkinson Pada Pria
Ilustrasi Parkinson Pada Pria Pinterest/Health/Fotografer

6. Hindari Paparan Racun

Paparan terhadap pestisida, herbisida, dan polusi udara dapat meningkatkan risiko terkena Parkinson. Oleh karena itu, penting untuk mengurangi paparan terhadap zat-zat berbahaya ini. Jika Anda bekerja di lingkungan yang berisiko, pastikan untuk menggunakan alat pelindung yang sesuai.

“Menghindari paparan racun adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan otak,” ungkap Dr. Sachdev. Dengan lebih sadar akan lingkungan sekitar, Anda dapat melindungi diri dari risiko penyakit yang lebih besar.

7. Konsultasi Dokter

Jika Anda memiliki riwayat keluarga dengan Parkinson atau mengalami gejala awal yang mencurigakan, segera konsultasikan dengan dokter spesialis saraf untuk deteksi dini. Deteksi awal dapat membantu dalam pengelolaan penyakit dan meningkatkan kualitas hidup.

“Penting untuk tidak menunda konsultasi medis jika Anda merasakan gejala yang tidak biasa,” tegas Dr. Truong. Dengan tindakan cepat, Anda dapat mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga kesehatan otak Anda.

Secara keseluruhan, meskipun tidak ada cara pasti untuk mencegah Parkinson sepenuhnya, langkah-langkah di atas dapat membantu mengurangi risiko dan meningkatkan kualitas hidup. Ingatlah untuk selalu berkonsultasi dengan profesional kesehatan untuk mendapatkan saran yang tepat dan sesuai dengan kondisi Anda.

Rekomendasi