Mengenal Jenis-Jenis Plasmodium yang Menyebabkan Malaria, Fakta dan Penjelasannya

Ketika nyamuk menggigit, parasit tersebut akan memasuki aliran darah dan mulai berkembang biak di hati sebelum menyerang sel darah merah.

Ade Nasihudin Al Ansori
Mengenal Jenis-Jenis Plasmodium yang Menyebabkan Malaria, Fakta dan Penjelasannya
Mengenal 5 Jenis Parasit Plasmodium yang Bisa Sebabkan Malaria. Foto dibuat oleh AI. (© 2025 Liputan6.com)

Malaria merupakan penyakit yang diakibatkan oleh parasit bernama Plasmodium. Parasit ini masuk ke dalam tubuh manusia melalui gigitan nyamuk Anopheles betina yang terinfeksi. Ketika nyamuk menggigit, parasit tersebut akan masuk ke aliran darah dan mulai berkembang biak di hati sebelum menyerang sel darah merah. "Malaria adalah penyakit yang dipicu oleh parasit Plasmodium dan menyebar melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Begitu parasit ini memasuki tubuh, ia akan menyerang sel darah merah dan dapat menyebabkan demam tinggi, menggigil, hingga komplikasi serius," ungkap dokter spesialis penyakit dalam RS EMC Cikarang, Angie Shabira Permata, mengutip dari laman EMC. "Penyakit ini masih menjadi ancaman di banyak negara tropis, terutama di daerah yang memiliki sanitasi buruk dan akses kesehatan yang terbatas," tambahnya, dilansir Merdeka.com dari laman EMC pada, Jum'at(4/4/2025).

Angie menjelaskan bahwa terdapat lima jenis Plasmodium yang dapat menyebabkan malaria pada manusia, yaitu:

  1. Plasmodium falciparum: Jenis ini paling berbahaya karena dapat menyebabkan malaria berat dan berisiko kematian.
  2. Plasmodium vivax: Dikenal dapat menyebabkan malaria berulang karena parasitnya dapat tetap "tertidur" di hati dan aktif kembali setelah beberapa bulan atau tahun.
  3. Plasmodium ovale: Mirip dengan P. vivax, tetapi lebih jarang ditemukan.
  4. Plasmodium malariae: Berkembang lebih lambat namun dapat bertahan dalam tubuh selama bertahun-tahun.
  5. Plasmodium knowlesi: Umumnya menginfeksi monyet tetapi juga dapat menular ke manusia.

Beberapa Faktor dapat Meningkatkan Risiko Terjangkit Malaria

Angie menjelaskan bahwa nyamuk Anopheles memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk menggigit pada malam hari, terutama di kawasan tropis dan subtropis yang memiliki lingkungan lembab seperti rawa, sawah, atau hutan. Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terjangkit malaria, antara lain:

  1. Usia: Anak-anak, bayi, dan ibu hamil lebih rentan terhadap malaria karena sistem kekebalan tubuh mereka yang lebih lemah.
  2. Tempat tinggal: Individu yang tinggal di daerah tropis dan subtropis, terutama yang berdekatan dengan rawa, sawah, atau hutan, memiliki risiko lebih tinggi karena lingkungan tersebut merupakan tempat berkembang biak nyamuk Anopheles.
  3. Minimnya fasilitas kesehatan: Area yang memiliki akses terbatas terhadap obat-obatan antimalaria, kelambu, atau layanan medis cenderung mengalami angka penularan yang lebih tinggi.

Angie juga menambahkan, "Faktor lain yang meningkatkan risiko penyebaran malaria adalah sanitasi yang buruk, kurangnya akses ke layanan kesehatan, serta rendahnya penggunaan kelambu atau obat antimalaria." Dengan memahami faktor-faktor ini, diharapkan masyarakat dapat lebih waspada dan mengambil langkah pencegahan yang diperlukan untuk mengurangi risiko terjangkit malaria.

Tanda-tanda yang Menunjukkan Seseorang Terkena Malaria

Ketika seseorang terkena gigitan nyamuk yang membawa virus malaria, gejala penyakit ini biasanya akan muncul dalam waktu 10 hingga 15 hari. Gejala yang muncul bisa jadi ringan, mirip dengan flu, namun jika tidak ditangani dengan baik, kondisi tersebut dapat menjadi lebih serius. Berikut adalah beberapa gejala umum yang sering dialami oleh penderita malaria:

  1. Demam tinggi: Suhu tubuh dapat meningkat secara signifikan, sering kali diiringi dengan keringat yang berlebihan.
  2. Menggigil: Penderita sering merasa sangat dingin dan mengalami menggigil hebat sebelum demam mulai muncul.
  3. Sakit kepala: Kepala mungkin terasa berat atau berdenyut, mirip dengan gejala migrain.
  4. Mual dan muntah: Rasa mual yang parah bisa mengganggu kemampuan untuk makan atau minum.
  5. Nyeri otot dan sendi: Penderita sering merasa lemas dan pegal, seolah-olah baru saja melakukan pekerjaan berat.
  6. Kelelahan ekstrem: Mudah merasa lelah dan sulit untuk melakukan aktivitas sehari-hari seperti biasanya.
  7. Berkeringat berlebihan: Kondisi ini biasanya terjadi setelah demam mulai mereda.
  8. Diare: Dalam beberapa kasus, malaria juga dapat menyebabkan gangguan pada sistem pencernaan.

Apabila malaria tidak segera mendapatkan perawatan yang tepat, penyakit ini bisa berkembang menjadi lebih parah, yang dapat menyebabkan masalah serius seperti gangguan pernapasan, kejang, bahkan koma.

Langkah-langkah untuk Mencegah Malaria

Mencegah malaria dapat dilakukan dengan beberapa langkah sederhana, seperti meningkatkan daya tahan tubuh, menghindari gigitan nyamuk, dan menjaga kebersihan lingkungan. Upaya-upaya ini sangat penting untuk melindungi diri dari penyakit malaria yang disebabkan oleh parasit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk.

Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Tubuh yang sehat memiliki kemampuan lebih baik untuk melawan berbagai infeksi, termasuk malaria. Beberapa cara untuk meningkatkan daya tahan tubuh adalah:

  1. Menjaga pola makan dengan mengonsumsi makanan bergizi, seperti buah-buahan, sayuran, dan sumber protein yang baik untuk memperkuat sistem imun.
  2. Memastikan cukup tidur dan melakukan olahraga secara teratur untuk menjaga kebugaran fisik.
  3. Memenuhi kebutuhan cairan tubuh agar tetap terhidrasi dengan baik.

Menghindari Gigitan Nyamuk Malaria

Nyamuk Anopheles, yang merupakan vektor penyebaran malaria, paling aktif pada malam hari. Untuk mengurangi risiko gigitan, Anda dapat:

  1. Memanfaatkan kelambu saat tidur, terutama jika tinggal di daerah yang rawan malaria.
  2. Mengenakan pakaian panjang dan tertutup saat beraktivitas di luar rumah pada malam hari untuk melindungi kulit dari gigitan.
  3. Menggunakan lotion atau semprotan anti-nyamuk untuk mengusir nyamuk.
  4. Memasang kawat nyamuk pada jendela dan pintu rumah guna mencegah masuknya nyamuk malaria.

Memelihara Kebersihan Lingkungan

Nyamuk penyebab malaria biasanya berkembang biak di tempat-tempat yang lembab dan memiliki genangan air. Untuk menekan kemungkinan terjadinya malaria, ada beberapa langkah yang dapat diambil:

  1. Buang atau tutup genangan air yang ada di sekitar rumah, seperti ember, pot, atau ban bekas.
  2. Pastikan selokan tetap bersih agar air tidak tersumbat dan menggenang.
  3. Tanam tanaman yang dapat mengusir nyamuk, seperti lavender atau serai, di area sekitar rumah.
  4. Berikan obat profilaksis malaria kepada individu yang akan bepergian ke daerah yang dikenal endemis malaria.

"Malaria bukan sekadar demam biasa, jika tidak ditangani bisa berakibat fatal. Oleh karena itu, tetap waspada dengan menerapkan langkah pencegahan seperti menjaga kebersihan lingkungan, melindungi diri dari gigitan nyamuk malaria, dan menjaga daya tahan tubuh," saran Angie. "Jika Anda atau orang terdekat mengalami gejala seperti demam tinggi, menggigil, sakit kepala, atau kelelahan ekstrem, jangan tunda untuk memeriksakan diri ke dokter. Deteksi dini untuk mendapat perawatan dan pengobatan yang tepat agar segera pulih kembali," pungkasnya.

Nyamuk penyebab malaria biasanya berkembang biak di tempat-tempat yang lembab dan memiliki genangan air. Untuk menekan kemungkinan terjadinya malaria, ada beberapa langkah yang dapat diambil:

  1. Buang atau tutup genangan air yang ada di sekitar rumah, seperti ember, pot, atau ban bekas.
  2. Pastikan selokan tetap bersih agar air tidak tersumbat dan menggenang.
  3. Tanam tanaman yang dapat mengusir nyamuk, seperti lavender atau serai, di area sekitar rumah.
  4. Berikan obat profilaksis malaria kepada individu yang akan bepergian ke daerah yang dikenal endemis malaria.

"Malaria bukan sekadar demam biasa, jika tidak ditangani bisa berakibat fatal. Oleh karena itu, tetap waspada dengan menerapkan langkah pencegahan seperti menjaga kebersihan lingkungan, melindungi diri dari gigitan nyamuk malaria, dan menjaga daya tahan tubuh," saran Angie. "Jika Anda atau orang terdekat mengalami gejala seperti demam tinggi, menggigil, sakit kepala, atau kelelahan ekstrem, jangan tunda untuk memeriksakan diri ke dokter. Deteksi dini untuk mendapat perawatan dan pengobatan yang tepat agar segera pulih kembali," pungkasnya.

Rekomendasi