Apakah Tubuh Anda Kekurangan Protein? Ini 6 Tanda yang Harus Diperhatikan

Ketahui beberapa gejala fisik yang menunjukkan tubuh Anda kekurangan protein dan perlu diperhatikan.

Yulia Lisnawati
Oleh Yulia Lisnawati - Reporter
Apakah Tubuh Anda Kekurangan Protein? Ini 6 Tanda yang Harus Diperhatikan
Ilustrasi badan, tubuh sehat kuat. (Photo by Priscilla Du Preez on Unsplash) (© 2025 Liputan6.com)

Protein merupakan salah satu nutrisi esensial yang berperan dalam berbagai fungsi tubuh, seperti pembentukan otot, kulit, dan hormon.

Namun, banyak orang yang tidak mendapatkan asupan protein yang memadai, yang dapat berdampak negatif pada kesehatan mereka. Jika Anda mengalami kekurangan protein, tubuh Anda akan memberikan sinyal tertentu.

Oleh karena itu, penting untuk mengenali beberapa tanda kekurangan protein yang perlu diwaspadai, seperti yang dikutip Merdeka.com dari Bright Side, pada Selasa (18/2/2025).

1. Kelebihan Rasa Lapar

Tubuhmu Berikan Sinyal, Ini 5 Tanda Kamu Kekurangan Protein
Ilustrasi badan, tubuh sehat kuat. (Photo by Priscilla Du Preez on Unsplash) © 2025 Liputan6.com

Jika asupan proteinmu tidak mencukupi, tubuh akan merespons dengan meningkatkan nafsu makan untuk mengatasi kekurangan tersebut.

Hal ini sering kali membuatmu lebih memilih makanan yang kaya akan karbohidrat dan lemak, meskipun makanan tersebut tidak memberikan rasa kenyang yang cukup.

Akibatnya, kamu bisa mengonsumsi kalori lebih banyak daripada yang sebenarnya dibutuhkan, yang pada akhirnya dapat menyebabkan peningkatan berat badan.

2. Kelemahan dan Kehilangan Otot

Protein memiliki peranan yang sangat penting dalam menjaga massa otot. Ketika tubuh mengalami kekurangan protein, hal ini dapat menyebabkan penurunan massa otot yang berdampak negatif pada kekuatan, keseimbangan, dan metabolisme tubuh.

Selain itu, kurangnya asupan protein juga dapat memperburuk kondisi anemia, di mana tubuh mengalami kesulitan dalam mendistribusikan oksigen ke seluruh bagian tubuh, sehingga membuatmu merasa lebih cepat lelah.

3. Bahaya Terjadinya Patah Tulang

Tubuhmu Berikan Sinyal, Ini 5 Tanda Kamu Kekurangan Protein
Ilustrasi badan, tubuh sehat kuat. (Photo by Priscilla Du Preez on Unsplash) © 2025 Liputan6.com

Protein, terutama kolagen, memegang peranan krusial dalam membentuk struktur tulang. Kekurangan asupan protein dapat mengakibatkan tulang menjadi lebih rentan dan berisiko tinggi mengalami patah.

Jika tubuh tidak mendapatkan cukup protein, "tulangmu akan lebih mudah mengalami kerusakan." Oleh karena itu, penting untuk memastikan konsumsi protein yang cukup agar kesehatan tulang tetap terjaga dan terhindar dari masalah yang lebih serius.

4. Masalah Kulit, Kuku, dan Rambut

Protein berfungsi sebagai komponen utama dalam pembentukan kulit dan rambut. Apabila tubuh mengalami kekurangan protein, Anda mungkin akan mendapati kulit yang lebih kering atau tampak pucat, serta rambut yang menjadi rapuh.

Selain itu, kuku juga dapat menunjukkan perubahan, seperti munculnya tonjolan atau garis-garis dalam yang menandakan bahwa tubuh Anda kekurangan asupan protein yang cukup.

5. Rentan Terhadap Infeksi dan Mudah Sakit

Tubuhmu Berikan Sinyal, Ini 5 Tanda Kamu Kekurangan Protein
Ilustrasi badan, tubuh sehat kuat. (Photo by Priscilla Du Preez on Unsplash) © 2025 Liputan6.com

Ketidakcukupan asupan protein dapat mengakibatkan penurunan fungsi sistem kekebalan tubuh. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa protein sangat penting dalam proses produksi antibodi, yang berperan dalam melindungi tubuh dari berbagai infeksi.

Apabila kadar protein dalam tubuh berada pada level yang rendah, maka risiko terkena penyakit akan meningkat. "Dengan kadar protein yang rendah, tubuhmu akan lebih rentan terhadap penyakit, karena antibodi yang melawan infeksi tidak diproduksi dalam jumlah yang cukup."

6. Perubahan Suasana Hati

Asam amino yang berasal dari protein sangat penting untuk produksi neurotransmiter yang menghubungkan sel-sel di otak.

Ketika asupan protein tidak mencukupi, produksi neurotransmiter dapat terganggu, yang berpotensi menyebabkan perubahan suasana hati. Contohnya, rendahnya kadar dopamin dan serotonin dapat membuat seseorang merasa lebih mudah tertekan atau bahkan agresif.

Rekomendasi