8 Cara Mencegah Bau Badan Tak Sedap pada Remaja

Remaja memiliki aktivitas yang cukup banyak dan perubahan hormon yang menyebabkan rentannya muncul bau tak sedap.

Rizky Wahyu Permana
Oleh Rizky Wahyu Permana - Reporter
8 Cara Mencegah Bau Badan Tak Sedap pada Remaja
Manfaat Tersembunyi Daun Beluntas bagi Kesehatan Usus dan Masalah Bau Badan (Freepik)

Bau badan yang tak sedap dapat menjadi masalah yang mengganggu kepercayaan diri remaja. Meskipun kondisi ini umum terjadi setelah masa pubertas, penting bagi remaja dan orang tua untuk memahami penyebab serta cara mengatasinya. Dilansir dari Mom Junction, dengan perawatan yang tepat, bau badan dapat dikendalikan sehingga remaja dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan nyaman.

Penyebab Bau Badan pada Remaja

Bau badan terutama disebabkan oleh keringat yang bercampur dengan bakteri di permukaan kulit. Meskipun keringat sendiri tidak memiliki bau, bakteri yang memecah keringat dapat menghasilkan senyawa yang menyebabkan aroma tidak sedap. Beberapa faktor yang dapat memperparah bau badan antara lain:

Perubahan hormon: Selama pubertas, kelenjar keringat menjadi lebih aktif dan menghasilkan lebih banyak sekresi yang dapat diurai oleh bakteri.

Kebersihan yang kurang baik: Jarang mandi atau tidak mengganti pakaian secara rutin dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri pada kulit.

Jenis makanan tertentu: Konsumsi makanan dengan bau menyengat seperti bawang putih, makanan berbasis susu, serta makanan pedas dapat berkontribusi pada bau badan.

Kondisi medis: Beberapa kondisi seperti hiperhidrosis (keringat berlebih) dan trimetilaminuria (sindrom bau amis) dapat menyebabkan bau badan yang lebih menyengat.

Stres dan kecemasan: Kondisi emosional yang tidak stabil dapat memicu produksi keringat berlebih, yang pada akhirnya dapat meningkatkan risiko bau badan.

Mandi dengan Sabun Antibakteri

Mandi secara rutin setidaknya dua kali sehari menggunakan sabun antibakteri dapat membantu mengurangi jumlah bakteri pada kulit. Bagian tubuh yang rentan seperti ketiak, selangkangan, dan kaki harus dibersihkan dengan lebih teliti.

Gunakan Deodoran atau Antiperspiran

Deodoran dapat membantu menutupi bau tak sedap, sementara antiperspiran berfungsi mengurangi produksi keringat. Produk yang mengandung aluminium klorida atau aluminium zirconium lebih efektif dalam mengendalikan keringat berlebih.

Bau Badan pada Ibu Hamil Apakah Normal? Cek Penjelasan Lengkap dan Tips Mengatasinya
Ilustrasi bau badan saat hamil. (c) belchonock/Depositphotos.com © 2024 Liputan6.com

Kenakan Pakaian Bersih dan Bernapas

Mengenakan pakaian berbahan katun atau kain yang menyerap keringat dapat membantu menjaga tubuh tetap kering. Hindari kain sintetis seperti poliester yang dapat meningkatkan kelembapan dan mempercepat pertumbuhan bakteri penyebab bau.

Batasi Konsumsi Makanan Penyebab Bau Badan

Mengurangi konsumsi makanan dengan bau menyengat seperti bawang putih, bawang bombay, makanan olahan, dan makanan tinggi lemak dapat membantu mengontrol aroma tubuh. Sebagai gantinya, konsumsi makanan kaya serat, sayuran hijau, dan buah-buahan dapat membantu menjaga kebersihan tubuh dari dalam.

Gunakan Bahan Alami sebagai Penghilang Bau

Beberapa bahan alami seperti cuka apel dan baking soda dapat digunakan untuk menetralkan bau. Cuka apel dapat dioleskan pada ketiak menggunakan kapas setelah mandi untuk membantu mengatur pH kulit dan menghambat pertumbuhan bakteri.

Jaga Hidrasi Tubuh

Minum air putih yang cukup membantu tubuh dalam membuang racun yang dapat menyebabkan bau badan. Dehidrasi dapat meningkatkan konsentrasi senyawa penyebab bau dalam keringat.

Cuci Kaki dan Gunakan Kaos Kaki Bersih

Kaki yang berkeringat juga bisa menjadi sumber bau yang tidak sedap. Mencuci kaki secara rutin, mengeringkannya dengan baik, serta mengenakan kaos kaki berbahan katun dapat membantu mengurangi bau kaki.

Kelola Stres dengan Baik

Stres dapat meningkatkan produksi keringat, terutama di area ketiak. Melakukan teknik relaksasi seperti meditasi, olahraga, atau pernapasan dalam dapat membantu mengontrol respons tubuh terhadap stres dan mengurangi risiko bau badan.

Jika bau badan tetap bertahan meskipun sudah menjaga kebersihan diri dengan baik, atau jika disertai dengan gejala lain seperti keringat berlebihan atau perubahan pada kulit, segera konsultasikan ke dokter. Bau badan yang sangat menyengat bisa menjadi tanda kondisi medis tertentu yang membutuhkan perhatian lebih lanjut.

Dengan menerapkan kebiasaan sehat dan menjaga pola hidup yang bersih, remaja dapat menghindari bau badan tak sedap dan tetap percaya diri dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Rekomendasi