Ingin Perut Rata? Cegah Perut Buncit dengan Menghindari 4 Makanan Ini, Kata Ustadz dr. Zaidul Akbar

Apa metode yang dianjurkan oleh dokter Zaidul Akbar untuk mengatasi perut buncit?

Muhamad Husni Tamami
Oleh Muhamad Husni Tamami - Reporter
Ingin Perut Rata? Cegah Perut Buncit dengan Menghindari 4 Makanan Ini, Kata Ustadz dr. Zaidul Akbar
Pendakwah sekaligus dokter kesehatan yang sesuai Al-Qur'an dan Sunnah, Ustadz dr. Zaidul Akbar. (YouTube Sobat Herbal) (© 2025 Liputan6.com)

Masalah perut buncit menjadi sangat serius jika tidak ditangani dengan cepat. Kondisi ini terjadi akibat penumpukan lemak di area perut atau kelebihan berat badan. Terdapat dua tipe lemak yang dapat mengakibatkan perut buncit, yaitu lemak subkutan dan lemak viseral. "Perut buncit itu sebenarnya muncul karena banyak lemak yang menumpuk," ujar pakar kesehatan herbal, Ustadz dr. Zaidul Akbar, dalam sebuah wawancara di YouTube Sobat Herbal, Selasa (4/2/2025).

Menurut dr. Zaidul Akbar, dampak dari perut buncit dapat berpengaruh pada keharmonisan hubungan suami-istri. Bagi pria yang mengalami perut buncit, hal ini dapat berdampak pada aspek keperkasaan mereka." Jadi, saya pernah baca bahwa memang ternyata perut buncit itu ngefek ke keperkasaan dan kalau sudah kayak begini imbasnya bisa sampai ke hubungan suami istri, bisa cerai," ungkapnya.

"Maka, ketika Anda hidup sehat sekarang juga niatkan 'Ya Allah izinkan aku dengan hidup sehat ini bisa memberikan yang terbaik untuk istriku'. Hubungan suami istri itu dapat pahala, lho," tambah ustadz Zaidul Akbar. Lantas, bagaimana cara mengecilkan perut buncit menurut dr. Zaidul Akbar? Mari kita simak penjelasan dari dokter yang juga dikenal sebagai pendakwah kesehatan yang mengacu pada Al-Qur'an dan sunnah di halaman berikutnya.

Kurangi Konsumsi Makanan yang Mengandung Glukosa

Ingin Cepat Mengecilkan Perut Buncit? Kurangi 4 Jenis Makanan Ini Kata Ustadz dr Zaidul Akbar
Pendakwah sekaligus dokter kesehatan yang sesuai Al-Qur'an dan Sunnah, Ustadz dr. Zaidul Akbar. (YouTube Sobat Herbal) © 2025 Liputan6.com

Menurut dr. Zaidul Akbar, salah satu penyebab perut buncit adalah kurangnya pemahaman mengenai metabolisme glukosa. Ketika glukosa dikonsumsi tetapi tidak digunakan, ia akan diubah menjadi glikogen. Apabila glikogen ini tidak terpakai, maka akan berubah menjadi lemak. "Jadi nasi itu glukosa, tepung glukosa, gula pasir glukosa.

Kondisi badan kita sekarang sudah penuh sama dengan glukosa yang sudah jadi lemak," ujar dr. Zaidul Akbar. Untuk mengatasi perut buncit dengan cepat, dr. Zaidul Akbar menyarankan agar kita mengurangi konsumsi tiga jenis makanan yang kaya akan glukosa, yaitu nasi, tepung, dan gula pasir, serta satu jenis makanan yang mengandung minyak.

Dr. Zaidul Akbar menekankan pentingnya mengurangi empat jenis makanan tersebut dan menggantinya dengan 3/4 piring yang diisi dengan air putih, buah, dan sayur. "Jadi, kurangi empat hal tadi dan 3/4 isi piring Anda dengan air putih, buah, dan sayur. Itu dulu.

Buat jadi kebiasaan sehari-hari dan tetap akan nyaman, jangan jadi beban," katanya. Dengan menerapkan pola makan ini secara konsisten, diharapkan kita dapat mencapai tujuan untuk mengecilkan perut buncit tanpa merasa tertekan.

Mempersiapkan Diri Seolah-olah seperti Singa yang Lapar atau Sedang Berpuasa

Jadwal Puasa Sunnah Agustus 2025 dan Niatnya, Ada Puasa Apa Saja?
Ilustrasi Islami, keluarga muslim, silaturahmi, buka puasa. (Image by rawpixel.com on Freepik) © 2025 Liputan6.com

Dokter Zaidul Akbar memberikan saran lain untuk mengatasi perut buncit dengan mengondisikan diri seperti singa yang sedang lapar.

Dengan menerapkan metode ini, lemak yang terakumulasi di area perut akan hilang dengan sendirinya. "Itu simpel. Kalau kita mengenal konsep kayak gini gak perlu pola-pola diet. Kurangi saja yang tadi karbo-karbonya (nasi, tepung, gula pasir, minyak), nanti turun cepat banget turunnya," jelasnya.

Selain itu, dokter Zaidul Akbar juga menekankan bahwa cara yang paling praktis untuk mengurangi lemak perut adalah dengan berpuasa. Contohnya, melakukan puasa pada hari Senin dan Kamis atau puasa Dawud.

"Jika tidak mau puasa melaparkan diri. Jadi proses autofaginya jalan," tandasnya. Dengan menjalani puasa, tubuh dapat memanfaatkan cadangan lemak sebagai sumber energi, sehingga membantu mengurangi lemak di perut dengan lebih efektif.

Rekomendasi