Kamu Wajib Tahu, Ini Ciri-ciri Kolesterol Tinggi di Mata dan Bahayanya Jika Tidak Segera Diatasi

Kolesterol tinggi sering kali tidak menunjukkan gejala yang jelas, namun beberapa tanda dapat terlihat di area mata.

Andre Kurniawan Kristi
Oleh Andre Kurniawan Kristi - Reporter
Kamu Wajib Tahu, Ini Ciri-ciri Kolesterol Tinggi di Mata dan Bahayanya Jika Tidak Segera Diatasi
Ilustrasi Bebas Kantung Mata yang Menghitam Credit: pexels.com/pixabay (© 2025 Liputan6.com)

Kolesterol adalah lemak yang dihasilkan secara alami oleh tubuh dan juga dapat diperoleh dari makanan. Meskipun kolesterol diperlukan untuk membangun sel-sel yang sehat, kadar yang terlalu tinggi dapat menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah, sehingga meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung dan stroke. Salah satu cara untuk mengetahui apakah kadar kolesterol dalam tubuh tidak normal adalah melalui pengamatan pada mata.

Tanda-tanda kolesterol tinggi di mata sering kali diabaikan karena tidak menimbulkan rasa sakit atau gangguan penglihatan secara langsung. Meskipun demikian, beberapa perubahan yang terjadi pada mata bisa menjadi sinyal awal bahwa kolesterol telah menumpuk dalam darah. Dengan mengenali gejala-gejala ini lebih awal, kita dapat mengambil langkah pencegahan sebelum kondisi kesehatan semakin memburuk.

Beberapa gejala yang bisa muncul di area mata akibat kolesterol tinggi antara lain benjolan pada kelopak mata, cincin yang terlihat di sekitar kornea, serta adanya plak di pembuluh darah mata. Meskipun gejala-gejala ini tidak selalu berbahaya, mereka dapat berfungsi sebagai indikator untuk segera melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

1. Xanthelasma: Benjolan Lemak di Kelopak Mata

Salah satu gejala yang paling umum terlihat pada individu dengan kolesterol tinggi adalah munculnya benjolan kecil berwarna kekuningan di sekitar area kelopak mata, yang dikenal dengan istilah xanthelasma. Benjolan ini merupakan akumulasi lemak yang terbentuk di bawah kulit akibat tingginya kadar kolesterol dalam darah.

Penumpukan lemak di sekitar mata ini mirip dengan bintitan, namun jumlahnya lebih banyak dan berisi lemak. Kondisi yang juga sering disebut sebagai xanthoma ini lebih sering dialami oleh wanita dibandingkan pria, dan biasanya terjadi pada individu yang berusia paruh baya hingga lanjut usia.

Xanthelasma umumnya tidak menimbulkan rasa sakit, tetapi seiring waktu, benjolan ini dapat berkembang dan bertambah banyak. Meskipun tidak mengganggu penglihatan, kondisi ini sering kali membuat penderitanya merasa kurang percaya diri karena memengaruhi penampilan fisik. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan kadar kolesterol jika seseorang mengalami xanthelasma.

2. Arcus Senilis: Cincin Putih di Sekitar Kornea

Gejala lain yang dapat menunjukkan adanya kolesterol tinggi adalah munculnya cincin berwarna putih, abu-abu, atau kebiruan di sekitar tepi kornea, yang dikenal sebagai arcus senilis. Cincin ini terbentuk akibat penumpukan lemak di sekitar kornea yang biasanya terjadi seiring bertambahnya usia.

Meskipun arcus senilis tidak mengganggu penglihatan, kemunculannya bisa menjadi indikator bahwa kadar kolesterol dalam tubuh sudah meningkat. Kondisi ini umumnya lebih sering terjadi pada orang yang berusia lanjut. Namun, jika cincin tersebut muncul pada usia yang lebih muda, hal ini bisa jadi pertanda adanya masalah kolesterol tinggi yang perlu diatasi dengan segera.

Menurut penelitian medis, arcus senilis lebih umum ditemukan pada orang yang memiliki kadar LDL (low-density lipoprotein) atau kolesterol jahat yang tinggi. Apabila Anda mendapati kondisi ini sebelum mencapai usia 40 tahun, sangat dianjurkan untuk menjalani tes darah untuk memeriksa kadar kolesterol Anda.

3. Plak Hollenhorst: Endapan Lemak di Pembuluh Darah Mata

Plak Hollenhorst merupakan indikasi lain dari tingginya kadar kolesterol yang dapat terdeteksi dalam pembuluh darah kecil di mata. Plak ini terbentuk dari gumpalan kolesterol yang terlepas dari arteri besar dan menyumbat pembuluh darah kecil di area mata.

Meskipun tidak selalu menimbulkan gejala yang jelas, keberadaan plak ini dapat membahayakan penglihatan karena dapat menghalangi aliran darah ke mata. Dalam situasi yang lebih parah, kondisi ini dapat menyebabkan kebutaan jika tidak ditangani dengan segera.

Dokter spesialis mata umumnya dapat mengidentifikasi plak Hollenhorst saat melakukan pemeriksaan mata rutin menggunakan alat yang dirancang khusus. Apabila plak ini terdeteksi, penting untuk melakukan pemeriksaan lebih mendalam terhadap kesehatan kardiovaskular pasien, karena hal ini bisa menjadi indikasi adanya penyumbatan pada arteri di bagian tubuh lainnya.

4. Risiko Jangka Panjang Jika Kolesterol Tinggi Tidak Diatasi

Jika kolesterol tinggi tidak diatasi dengan segera, maka risiko komplikasi jangka panjang akan semakin meningkat. Endapan lemak dalam pembuluh darah dapat menyebabkan penyumbatan yang lebih parah, sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya penyakit jantung, stroke, dan masalah sirkulasi lainnya.

Selain itu, gejala kolesterol yang terlihat di mata juga dapat memburuk, yang dapat mengakibatkan masalah estetika dan kenyamanan. Dalam beberapa kasus, xanthelasma yang tidak ditangani dapat tumbuh lebih besar dan menjadi sulit untuk dihilangkan.

Oleh sebab itu, sangat penting untuk melakukan pemeriksaan darah secara berkala untuk memantau kadar kolesterol dan menerapkan gaya hidup sehat guna menurunkan risiko tersebut. Mengatur pola makan yang seimbang, berolahraga secara teratur, serta menghindari makanan yang mengandung lemak jenuh tinggi adalah langkah-langkah utama dalam menjaga kadar kolesterol agar tetap dalam batas yang normal.

People Also Ask

1. Apakah kolesterol tinggi selalu menunjukkan gejala pada mata?

Tidak selalu. Banyak penderita kolesterol tinggi yang tidak mengalami gejala di mata. Namun, bagi sebagian orang, tanda-tanda seperti xanthelasma atau arcus senilis dapat muncul sebagai peringatan awal.

2. Apakah xanthelasma bisa hilang dengan sendirinya?

Xanthelasma tidak akan hilang tanpa perawatan medis. Jika kolesterol dikontrol dengan baik, pertumbuhannya bisa melambat, tetapi benjolan yang sudah ada biasanya perlu dihilangkan melalui prosedur dermatologi.

3. Bagaimana cara mencegah tanda kolesterol tinggi di mata?

Menjaga kadar kolesterol tetap normal dengan pola makan sehat, olahraga teratur, serta menghindari makanan berlemak dapat mencegah munculnya tanda-tanda kolesterol tinggi di mata.

4. Apakah arcus senilis berbahaya?

Arcus senilis tidak berbahaya dan tidak mempengaruhi penglihatan. Namun, jika muncul sebelum usia 40 tahun, sebaiknya segera periksa kadar kolesterol karena bisa menjadi tanda hiperkolesterolemia.

Rekomendasi