Ketika Mengalami GERD, Berikut Cara Tidur yang Dianjurkan Dokter

GERD (gastroesophageal reflux disease) atau penyakit yang disebabkan oleh naiknya asam lambung ke kerongkongan yang menyebabkan berbagai gejala dan komplikasi yang membuat tidak nyaman.

Rizky Wahyu Permana
Oleh Rizky Wahyu Permana - Reporter
Ketika Mengalami GERD, Berikut Cara Tidur yang Dianjurkan Dokter
Ilustrasi sakit perut. ©2012 Merdeka.com

Masalah lambung tergolong sebagai sebuah penyakit yang dialami oleh banyak orang. Terdapat beragam jenis dari masalah lambung ini termasuk berupa GERD.

GERD (gastroesophageal reflux disease) atau penyakit yang disebabkan oleh naiknya asam lambung ke kerongkongan yang menyebabkan berbagai gejala dan komplikasi yang membuat tidak nyaman.

"Bukan hanya muncul gejala seperti terbakar di dada, panas di dada, sakit dada, seperti sakit jantung, regurgitasi atau makanan asam naik ke mulut. Namun juga ada gejala lain seperti batuk, serak, sakit menelan, erosi gigi, nyeri dada, rasa pahit di lidah, rasa terganjal di kerongkongan," kata Dokter spesialis penyakit dalam, Rabbinu Rangga Pribadi dalam webinar beberapa waktu lalu.

Hal inilah, kata Rabbinu, yang seringkali membuat pasien GERD sulit beraktivitas atau bahkan tidak bisa tidur. Untuk itu, Anda bisa melakukan beberapa tips berikut.

- Berbaring minimal tiga jam setelah makan

- Hindari makan dalam jumlah besar pada saat malam hari

- Hindari mengemil di malam hari

- Tidur dengan meninggikan kepala (sekitar 20cm)

Hindari juga makanan tinggi asam dan lemak yang perlu dihindari saat GERD, seperti keju, cokelat, gorengan, tomat, jeruk nipis, peppermint, minuman beralkohol dan minuman bersoda.

Obat-Obatan untuk Mengobati GERD

Dokter Rabbinu juga menyebutkan beberapa obat-obatan yang bisa menyembuhkan GER seperti antasida, atau meminta saran dokter untuk obat-obatan seperti H-2 receptor blockers: ranitidin, famotidin dan omeprazol, lansoprazol, pantoprazol, rabeprazol, esomeprazol.

"Terdapat durasi terapi pada pasien GERD yaitu 8 minggu. Setelah durasi tersebut, maka )kondisi pasien) akan dievaluasi dokter sehingga pasien GERD tidak perlu minum obat seumur hidup," tandasnya.

Reporter: Fitri Syarifah
Sumber: Liputan6.com

Rekomendasi