Akhirnya, ilmuwan temukan metode baru obati anoreksia

Anoreksia merupakan gangguan makan yang berpotensi mematikan. Baru-baru ini para ilmuwan temukan metode pengobatan baru

Destriyana
Oleh Destriyana - Reporter
Akhirnya, ilmuwan temukan metode baru obati anoreksia
Anoreksia. merdeka.com/dailyhealtharticles.com

Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa anoreksia mungkin dipicu oleh cacat di otak. Studi ini menawarkan harapan baru untuk mengobati gangguan makan yang berpotensi mematikan, seperti yang dilansir ditimesofindia.indiatimes.com.Penelitian terdahulu dilakukan pada penderita anoreksia paling muda yang berusia delapan tahun dan menggunakan teknik pencitraan otak yang kuat. Cara ini bisa mengarahkan pada teknik pengobatan yang berbeda."Kami percaya masalah dalam perkembangan otak awal membuat pasien rentan terhadap anoreksia. Kita perlu memeriksa kembali masalah kesehatan mental lain," kata Psikolog Dr. Ian Frampton dari Exeter University, yang menjadi salah satu dari dua peneliti terkemuka dalam penelitian ini. Penelitian tersebut dipimpin oleh Profesor Brian Lask dari Great Ormond Street Children's Hospital, seorang ahli terkemuka pada gangguan makan yang mematikan.Ia dan timnya menggunakan teknik pemindaian baru untuk mengungkapkan bahwa otak penderita anoreksia tidak malfungsi pada insula, sebuah wilayah kunci yang mengontrol makan, kecemasan, dan citra tubuh. Ini berlanjut setelah pemulihan berat badan, menunjukkan ada masalah sebelum timbulnya penyakit. "Penemuan perbedaan insula mulai menjelaskan mengapa penderita anoreksia berperilaku seperti itu. Tidak semua remaja rentan terhadap diet yang berlebihan. Hanya mereka yang memiliki cacat biologis," tambah Dr. Frampton. Ia percaya terapi baru ini kemungkinan bisa membantu untuk mengontrol anoreksia, apalagi 40 % penderita anoreksia berpotensi kambuh lagi dalam setahun.Metode baru ini merupakan harapan baru untuk mereka yang menderita anoreksia dan bagi para orang tua dengan anak penderita anoreksia. Terlebih lagi, gangguan makan ini bisa mematikan jika tidak ditangani dengan serius.

Rekomendasi