Apakah Benar-Benar Mungkin Untuk Bercinta di Luar Angkasa?

Sabtu, 8 Desember 2018 00:04 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Apakah Benar-Benar Mungkin Untuk Bercinta di Luar Angkasa? Ilustrasi berhubungan seks di luar angkasa. © Daily Mail

Merdeka.com - Bercinta membutuhkan suasana yang tenang, romantis, serta syahdu untuk menguber kenikmatan yang sepenuhnya. Namun bagi beberapa pasangan, tantangan dalam bercinta merupakan salah satu hal yang membuat hubungan menjadi lebih menggebu-gebu. Bercinta di ruang tamu, dapur, meja makan, atau kamar mandi misalnya merupakan sebuah hal yang mengasyikkan bagi pasangan yang suka tantangan, namun bagaimana jika tantangan ini dinaikkan pada taraf yang lebih tinggi atau bahkan sangat tinggi seperti di luar angkasa misalnya?

Mulai banyaknya program yang diluncurkan untuk menjelajahi luar angkasa menjadi sangat mungkinnya banyak orang yang mengudara ke antariksa. Walau tampaknya bercinta di luar angkasa merupakan ide yang sangat menarik, namun banyak kesulitan yang harus dihadapi ketika melaksanakannya.

Hal pertama tentu saja adalah untuk berangkat ke luar angkasa. Biaya yang dibutuhkan untuk dapat meninggalkan bumi ini. Sebagai asumsi, jika berangkat dengan perusahaan antariksa Rusia Energia, setidaknya membutuhkan US$ 100 juta untuk seorang.

Jika memang kebetulan kamu memiliki uang sebanyak itu, karena warisan atau kerja keras tanpa tidur selama beberapa puluh tahun, masih ada berbagai masalah lain yang bakal kamu hadapi untuk mewujudkan imajinasi tertinggimu itu.

Dilansir dari Health24, ketiadaan gravitasi di luar angkasa dapat menjadi penghalang bagi dua tubuh yang rindu kehangatan untuk bersatu. Belum lagi berbagai masalah yang muncul karena kurangnya gravitasi seperti mual, pusing, serta masalah pernapasan yang terjadi.

Ketika di luar angkasa seseorang juga memiliki risiko pelemahan pada otot dan tulang yang membuatnya sangat rentan terkilir. Sebagai tambahan, siklus tidur kamu juga bakal terganggu yang menyebabkan masalah seperti kurang tidur dan juga perasaan yang tidak teratur.

Ketiadaan gravitasi dapat membuat sirkulasi berbagai cairan dalam tubuh menjadi kacau dan menyebabkan kesulitan untuk ejakulasi. Masalah kacaunya sirkulasi ini juga menyebabkan wajah dan jantung membengkak sehingga detak jantung menurun yang berimbas pada sirkulasi yang semakin lambat juga.

Jangan lupakan juga masalah yang cukup penting seperti privasi ketika ingin berhubungan badan. Pada pesawat ruang angkasa atau di satelit, biasanya tidak banyak tempat yang benar-benar privat untuk melampiaskan nafsu itu.

Sejauh ini pun, belum pernah ada orang yang berhubungan seks di luar angkasa. Meski demikian ada dua orang astronot yang diam-diam menikah dan mereka berada pada satu misi, yakni Mark Lee dan Jan Davis. Tapi hubungan seks tak pernah dilakukan karena NASA sebenarnya melarang pernikahan satu tim dan NASA tak tahu kalau mereka menikah.

Dilansir dari NBCNews, fisikawan dari NASA menyebutkan bahwa untuk berhubungan seks di luar angkasa tak bisa sembarangan. Untuk bisa efektif, diharuskan adanya 'koreografi.' Dengan kata lain, harus ada gerakan-gerakan tertentu yang tak boleh abai dilakukan jika hubungan seks ingin berjalan efektif.

Selain berbagai faktor gravitasi yang dialami tadi, radiasi yang terjadi di luar angkasa juga bisa membuat gen reproduksi seseorang memburuk, atau dalam kasus lebih buruk bisa membuat kemandulan.

Tampaknya untuk saat ini, kemungkinan untuk melakukan seks di luar angkasa masih sulit terwujud dan membutuhkan berbagai sarana tambahan. Namun jika akhrinya manusia membentuk koloni di luar bumi, maka hal ini perlu menjadi perhatian serius. Siapa tahu 100 atau 200 tahun lagi kita bakal memiliki anak yang terlahir di bulan atau di mars. [RWP]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini