Ketahui Perbedaan Antara Vaksin Polio Suntik dan Vaksin Tetes, Mana yang Lebih Baik untuk Anak?

Terdapat dua jenis vaksin polio yaitu berupa suntik dan tetes yang bisa diberikan pada anak. Apa perbedaannya?

Rizky Wahyu Permana
Oleh Rizky Wahyu Permana - Reporter
Ketahui Perbedaan Antara Vaksin Polio Suntik dan Vaksin Tetes, Mana yang Lebih Baik untuk Anak?
Pemberian Vaksin Polio Serentak untuk Anak, Tak Perlu Khawatir Efek Sampingnya (Shutterstock)

Sebagai orang tua, kita ingin memberikan yang terbaik bagi buah hati, termasuk dalam hal kesehatan. Imunisasi polio adalah salah satu langkah penting untuk melindungi anak dari penyakit melumpuhkan ini.

Namun, tahukah Anda bahwa terdapat dua jenis vaksin polio yang tersedia, yaitu vaksin suntik (IPV) dan tetes (OPV)? Memilih jenis vaksin yang tepat untuk anak Anda bisa membingungkan.

Perbedaan Cara Kerja

Perbedaan utama antara vaksin polio suntik dan tetes terletak pada cara kerjanya. Vaksin polio suntik mengandung virus polio yang telah dimatikan, sehingga tidak dapat menyebabkan penyakit. Vaksin ini diberikan melalui suntikan ke otot paha.

Di sisi lain, vaksin polio tetes mengandung virus polio yang dilemahkan. Virus ini masih hidup, tetapi tidak dapat menyebabkan penyakit pada anak yang sehat. Vaksin ini diberikan dengan cara diteteskan ke mulut anak.

WHO Beri Peringatan Darurat! Polio yang Bisa Menyebabkan Lumpuh Layu Akut Kembali Menghantui Indonesia
WHO Beri Peringatan Darurat! Polio yang Bisa Menyebabkan Lumpuh Layu Akut Kembali Menghantui Indonesia © 2024 dream.co.id

Efektivitas

Kedua jenis vaksin polio ini efektif dalam mencegah polio. Namun, vaksin polio suntik umumnya dianggap lebih efektif daripada vaksin polio tetes. Hal ini karena vaksin polio suntik memberikan kekebalan yang lebih kuat dan tahan lama terhadap semua tiga jenis virus polio.

Vaksin polio tetes, di sisi lain, mungkin tidak memberikan kekebalan yang lengkap terhadap semua jenis virus polio. Selain itu, virus polio dalam vaksin tetes dapat diekskresikan dalam tinja anak dan berpotensi menulari orang lain yang tidak divaksinasi, terutama mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah.

Efek Samping

Vaksin polio suntik umumnya memiliki efek samping yang lebih sedikit dibandingkan vaksin polio tetes. Efek samping yang paling umum dari vaksin polio suntik adalah rasa sakit, kemerahan, dan bengkak di tempat suntikan.

Vaksin polio tetes, di sisi lain, dapat menyebabkan efek samping seperti demam, muntah, dan diare. Dalam kasus yang jarang terjadi, vaksin polio tetes dapat menyebabkan kelumpuhan yang terkait dengan polio (VAPP).

Vaksin Polio
Vaksin Polio Shutterstock

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), vaksin polio suntik direkomendasikan untuk semua anak dalam program imunisasi rutin. Vaksin polio tetes dapat digunakan sebagai alternatif di daerah dengan tingkat kekebalan populasi yang rendah atau di mana akses terhadap vaksin polio suntik terbatas.

Direktur Pengelola Imunisasi Kemenkes dr. Prima menjelaskan, polio dapat dicegah dengan imunisasi polio lengkap. Imunisasi polio lengkap yang telah dimasukkan ke dalam program nasional terdiri dari dua jenis vaksin, yaitu vaksin polio yang diberikan secara tetes dan vaksin polio dengan suntikan.

“Vaksin polio tetes yang diberikan melalui mulut sebanyak tiga kali pemberian, yaitu umur 1 bulan, 2 bulan dan 3 bulan, yang dikenal dengan OPV 1, OPV 2 dan OPV 3. Sedangkan pada umur 4 bulan, pemberian vaksin digabung, yaitu tetes dan suntikan yang disebut dengan IPV. Tidak hanya sampai di situ, pada umur 9 bulan akan kembali diberikan vaksin IPV 2,” kata dr. Prima dilansir dari Laman Kementerian Kesehatan.

Pemberian imunisasi lengkap atau kombinasi imunisasi polio tetes (OPV) dan imunisasi polio suntik (IPV) diperlukan untuk membentuk kekebalan yang optimal terhadap semua virus polio.

Rekomendasi