Dokter spesialis gizi klinik, Maya Surjadjaja, menyatakan bahwa pencegahan penuaan dini dapat dilakukan melalui proses detoksifikasi yang berfokus pada keseimbangan oksidatif dalam sistem pencernaan. Salah satu cara yang dianjurkan adalah dengan memantau kadar mineral yang dikonsumsi, atau yang dikenal dengan istilah trace minerals.
"Trace mineral ini adalah esensi atau faktor yang penting yang bisa dipakai untuk jaringan-jaringan yang stabil," ungkapnya dalam acara Press Conference & Talkshow: Launching Prodia Clinical Multomics Centre (PCMC) pada Sabtu, 15 November 2025 di Prodia Tower, Jakarta Pusat.
Maya juga menjelaskan beberapa mineral yang diperlukan oleh tubuh manusia, seperti selenium, zinc, tembaga, manganese, molibdenum, magnesium, dan zat besi. Dengan demikian, keberadaan sumber mineral ini sangat penting untuk meningkatkan kadar antioksidan dan mendukung proses detoksifikasi.
Ia menekankan bahwa nutrisi yang dikonsumsi dapat berkontribusi positif terhadap genetika manusia. Namun, proses detoksifikasi yang tidak diimbangi dengan lingkungan dan gaya hidup yang sehat dapat menyebabkan malnutrisi. Hal ini tidak hanya terlihat pada individu yang mengalami kekurangan berat badan, tetapi juga dapat terjadi pada mereka yang memiliki berat badan di atas normal.
"Jadi, malnutrisi itu absorbsinya jelek, digestion-nya jelek, interaksinya jelek. Sehingga membutuhkan banyak healthy diet dan terjadinya accumulation of cellular damage. Yang diharapkan jangan damage banyak-banyak," jelasnya.
Dengan kata lain, penting untuk memahami bahwa keseimbangan nutrisi dan gaya hidup yang sehat sangat berperan dalam menjaga kesehatan tubuh serta mencegah terjadinya malnutrisi.
Advertisement
Maya menjelaskan bahwa pemeriksaan tanda-tanda penuaan dapat dilakukan dengan menggunakan alat spectrometry. Alat ini dirancang khusus untuk menganalisis seluruh molekul dalam tubuh sehingga kondisi kesehatan seseorang dapat terdeteksi secara menyeluruh.
"Melalui alat ini, kita dapat mengetahui data informatory pathway karena semua penyakit alternatif berhubungan dengan inflamasi atau inflammaging. Selain itu, kita juga bisa memahami aspek metabolik dan genetic insight serta fungsi berbagai nutrien yang berbeda," ujarnya.
Dia juga menambahkan bahwa beberapa nutrien yang dapat terdeteksi meliputi asam amino, siklus glikolik, zat besi, dan biotin. Menjaga keseimbangan nutrisi dalam tubuh tidak hanya dapat mengurangi risiko stres oksidatif, tetapi juga berfungsi untuk mencegah penuaan dini.
Advertisement
Maya menekankan bahwa pemeriksaan metabolik seharusnya tidak ditunda, terutama hingga munculnya penyakit. Dengan menggunakan spectrometry, individu dapat mengidentifikasi adanya kelainan yang berpotensi mempercepat proses penuaan.
Dia menyarankan agar pemeriksaan ini dilakukan sejak usia muda, karena pada usia 30 tahun, tubuh manusia mulai menunjukkan berbagai keluhan fisik. Oleh karena itu, penting bagi seseorang untuk mulai mengubah gaya hidupnya ke arah yang lebih sehat, sehingga penuaan yang terjadi dapat berlangsung dengan baik.
"Kita harus melakukan healthy aging atau anti-aging. Tetapi alhamdulillah banyak benda itu (spectrometry) dilakukan," pungkasnya.