Berolahraga Hanya di Akhir Pekan Sama Bermanfaatnya Terhadap Otak Seperti Olahraga Rutin

Bagi mereka yang hanya bisa berolahraga di akhir pekan saja, hal ini ternyata juga tetap dapat berdampak baik bagi otak.

Rizky Wahyu Permana
Oleh Rizky Wahyu Permana - Reporter
Berolahraga Hanya di Akhir Pekan Sama Bermanfaatnya Terhadap Otak Seperti Olahraga Rutin
Tips Makan Banyak tapi Tetap Kurus (freepik.com)

Bagi Anda yang memiliki jadwal padat sepanjang minggu, kabar baik datang dari dunia penelitian. Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa menjadi seorang "weekend warrior", yaitu mereka yang memadukan aktivitas fisik mereka hanya dalam satu atau dua hari di akhir pekan ternyata memberikan manfaat kesehatan otak yang setara dengan mereka yang berolahraga secara rutin setiap hari. Temuan ini tentu menjadi angin segar bagi banyak orang yang kesulitan menemukan waktu untuk berolahraga di tengah kesibukan sehari-hari.

Pedoman kesehatan saat ini merekomendasikan agar setiap orang melakukan aktivitas fisik dengan intensitas sedang hingga tinggi setidaknya selama 150 menit setiap minggunya untuk mendapatkan manfaat kesehatan yang optimal. Namun, bagi banyak orang, memenuhi target ini dalam rutinitas harian bisa menjadi tantangan. Untungnya, penelitian terbaru menunjukkan bahwa jika Anda hanya bisa berolahraga di akhir pekan, Anda tetap bisa mendapatkan manfaat yang signifikan bagi kesehatan otak Anda.

Dilansir dari Medical Daily, studi yang dipublikasikan di Nature Aging ini mengeksplorasi hubungan antara berbagai pola aktivitas fisik dengan risiko terhadap kondisi neurologis seperti penyakit Parkinson, demensia, stroke, serta gangguan kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan. Penelitian ini menggunakan data dari 75.629 peserta yang dikumpulkan dari UK Biobank, di mana aktivitas fisik mereka diukur menggunakan akselerometer.

Ilustrasi Olahraga
Ilustrasi Olahraga Bing Image Creator

Para peserta kemudian dikelompokkan menjadi tiga kategori berdasarkan tingkat aktivitas mereka: tidak aktif (kurang dari 150 menit per minggu dari aktivitas fisik sedang hingga berat), weekend warriors (150 menit atau lebih per minggu dengan lebih dari 50 persen aktivitas terjadi dalam satu hingga dua hari), dan aktif secara teratur (150 menit atau lebih per minggu, tetapi tidak terkonsentrasi dalam satu hingga dua hari). Selama periode penelitian rata-rata 8,4 tahun, para peneliti melacak kejadian demensia, penyakit Parkinson, stroke, dan gangguan psikologis lainnya pada peserta.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa para weekend warriors memiliki risiko 23% lebih rendah terkena demensia, 13% lebih rendah terkena stroke, 49% lebih rendah mengalami penyakit Parkinson, 26% lebih rendah mengalami depresi, dan 28% lebih rendah mengalami gangguan kecemasan dibandingkan dengan kelompok yang tidak aktif. Temuan ini tetap signifikan bahkan setelah penyesuaian terhadap faktor-faktor kesehatan dan gaya hidup lainnya.

Peneliti menyimpulkan, “Temuan kami menyoroti pola weekend warrior sebagai alternatif potensial dalam strategi intervensi pencegahan, terutama bagi mereka yang tidak mampu menjaga rutinitas aktivitas harian.” Dengan demikian, bagi mereka yang hanya dapat berolahraga di akhir pekan, studi ini memberikan harapan bahwa pola tersebut tetap dapat memberikan manfaat besar bagi kesehatan otak.

Jadi, jika waktu Anda terbatas selama hari kerja, jangan khawatir. Akhir pekan dapat menjadi momen penting untuk menjaga kesehatan otak Anda dengan berolahraga, tanpa perlu merasa terbebani untuk berolahraga setiap hari.

Rekomendasi