10 Jenis Bercak yang Biasa Ditemui di Celana Dalam dan Artinya bagi Kesehatanmu

Senin, 3 Desember 2018 00:05 Reporter : Tantri Setyorini
10 Jenis Bercak yang Biasa Ditemui di Celana Dalam dan Artinya bagi Kesehatanmu Ilustrasi celana dalam. ©Shutterstock

Merdeka.com - Keputihan merupakan satu hal yang wajar dialami wanita sehat. Ini adalah cara vagina untuk membersihkan diri secara teratur.

"Sangatlah normal untuk mengalami sekresi dari yang sangat sedikit hingga tak terlihat sampai satu sendok makan per hari," kata Leah Millheiser, MD, direktur program Pengobatan Seksual Wanita di Stanford University Medical Center kepada Refinery29. "Vagina adalah oven yang membersihkan diri sendiri. Sekresi berarti vagina sedang membersihkan diri dengan membuang sel-sel tua."

Bahkan keputihan adalah sahabat wanita, karena bisa membantu mengenali ada atau tidaknya abnormalitas yang terjadi di dalam vagina. Jika Anda memperhatikan dengan cermat, debit sekresi dapat memberi tahu beberapa informasi penting tentang kesehatan.

Seperti apakah keputihan yang wajar? Seperti apa pula keputihan yang disebabkan penyakit atau faktor abnormal lainnya? Berikut ini akan kita bahas selengkapnya.

1 dari 10 halaman

Coklat muda atau coklat gelap

Ilustrasi celana dalam. ©Shutterstock

Jika Anda baru selesai haid sekitar tiga hari terakhir, mungkin ada bercak coklat muda atau coklat gelap di celana dalam Anda. Menurut Dr. Millheiser ini adalah hal yang normal.

Bercak coklat muda tersebut adalah pelepasan lapisan terakhir dinding rahim yang tersisa. Seperti diketahui bersama, jika pembuahan tak terjadi maka penebalan dinding rahim dianggap tak berguna dan luruh bersama haid.

Sementara bercak coklat tua adalah sisa darah yang teroksidasi dan bercampur dengan lendir serviks.

2 dari 10 halaman

Keputih-putihan dan encer

Ilustrasi celana dalam. ©Shutterstock

Setelah menstruasi berakhir sampai ovulasi, Anda mungkin melihat sedikit cairan bening encer hingga bening keputih-putihan. Ini juga termasuk keputihan yang wajar. Sama wajarnya dengan keputihan yang nyaris tidak terlihat bekasnya di celana dalam.

3 dari 10 halaman

Seperti putih telur dan lengket

Ilustrasi celana dalam. ©Shutterstock

Sekitar periode ovulasi, biasanya Anda akan melihat peningkatan debit sekresi cairan mirip putih telur dan lengket saat disentuh. Biasanya hal ini terjadi selama satu atau dua hari.

Jika Anda sedang berusaha untuk hamil, ini adalah saat yang tepat untuk berhubungan badan. Jika tidak, maka Anda harus mengenakan alat kontrasepsi.

"Ingatlah bahwa Anda paling subur bukan hanya selama ovulasi tetapi pada hari-hari sebelum dan sesudahnya," kata Dr. Millheiser.

4 dari 10 halaman

Merah atau coklat kemerahan

Ilustrasi celana dalam. ©Shutterstock

Bercak merah tentunya pertanda menstruasi. Tetapi bercak merah atau coklat kemerahan juga bisa menandakan pendarahan ovulasi, jika terjadi sekitar 13 sampai 16 hari dari siklus Anda.

Ternyata, perubahan hormonal yang memungkinkan pelepasan telur juga dapat menyebabkan sedikit lapisan rahim terkikis. Tidak semua orang yang ovulasi mengalami hal ini, jadi jangan khawatir jika hal itu tidak terjadi pada Anda.

Namun perlu diingat, bercak merah atau coklat kemerahan hanya bisa disebut sebagai pendarahan ovulasi jika terjadi pada waktu yang sama setiap bulan, di sekitar pertengahan siklus Anda. Jika tidak, Anda mungkin berhadapan dengan menstruasi tidak teratur yang bisa menjadi tanda masalah hormonal. Misalnya saja masalah tiroid atau sindrom ovarium polikistik (PCOS).

5 dari 10 halaman

Bening dan kental

Ilustrasi celana dalam. ©Shutterstock

Setelah ovulasi dan hingga beberapa hari sebelum periode menstruasi, Anda mungkin mengalami keputihan dengan cairan bening namun lebih kental. Biasanya jumlah debit yang Anda lihat lebih sedikit dibandingkan saat Anda berovulasi.

6 dari 10 halaman

Putih dan kental

Ilustrasi celana dalam. ©Shutterstock

Pada hari-hari sebelum periode haid, debit cairan yang keluar dari vagina bisa berubah, menjadi lebih kental dan lebih putih. Ini menandakan siklus menstruasi Anda yang berikutnya akan segera dimulai.

Jika Anda hamil, debit Anda mungkin akan terlihat seperti ini secara konsisten selama 40 minggu. Kondisi ini dikenal sebagai leukorrhea dan disebabkan oleh hormon kehamilan.

7 dari 10 halaman

Putih, kental, menggumpal, dan disertai gatal

Ilustrasi celana dalam. google

Jika Anda mengalami pelepasan cairan yang mirip keju cottage atau yogurt dan disertai raas gatal, terbakar, atau iritasi di area vagina, ini mungkin menandakan infeksi jamur. Ada baiknya untuk menghubungi dokter agar Anda bisa diberikan diagnosis dan rekomendasi pengobatan yang tepat. Pasalnya infeksi lain, seperti penyakit menular seksual tertentu juga dapat meniru gejala infeksi jamur.

8 dari 10 halaman

Bercak coklat yang tak kunjung selesai

ilustrasi celana dalam. ©fblogspot.com

"Jika Anda sedang minum pil KB, rembesan bercak mungkin terjadi, karena konsentrasi hormon KB Anda terlalu tinggi atau terlalu rendah dan mungkin perlu disesuaikan. Atau, jika Anda menggunakan pil KB formula baru, mungkin tubuh Anda hanya perlu beberapa bulan untuk menyesuaikan diri," kata Dr. Millheiser.

Jika Anda tidak menggunakan KB hormonal dan tidak ada kemungkinan Anda bisa hamil, bercak coklat sepanjang siklus Anda bisa menjadi gejala pertumbuhan abnormal, baik itu tumor jinak atau kanker endometrium.

9 dari 10 halaman

Hijau dan berbusa

Ilustrasi celana dalam. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/Mr.Reborn55

Memang tidak selalu berbusa, tetapi cairan keputihan yang berwarna hijau saja sudah perlu diwaspadai. Cairan hijau yang disertai dengan iritasi vagina biasanya merupakan infeksi yang ditularkan secara seksual bernama trikomoniasis. Infeksi ini disebabkan oleh parasit. Perawatan yang disarankan biasanya berupa pemberian antibiotik oral untuk pasien dan pasangannya.

10 dari 10 halaman

Putih keabu-abuan dan amis

ilustrasi celana dalam. ©female.store.co.id

Cairan keputihan dengan warna putih susu sedikit kelabu, terutama jika disertai bau amis kemungkinan disebabkan oleh vaginosis bakteri. Bau amisnya semakin amis setelah haid selesai atau hubungan seksual.

Infeksi ini disebabkan oleh ketidakseimbangan dalam bakteri yang biasanya ditemukan di vagina Anda. Kadang-kadang bisa hilang dengan sendirinya, tetapi jika tidak kunjung selesai biasanya diobati dengan antibiotik.

Itulah jenis-jenis keputihan dan tanda-tanda visualnya yang perlu Anda cermati. [tsr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini