Wamendagri Paparkan Agenda Strategis Jelang APCAT Summit 2026 untuk Pengendalian Tembakau

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto memaparkan agenda strategis penting menjelang pelaksanaan APCAT Summit 2026, menyoroti penguatan peran pemerintah daerah dalam pengendalian tembakau dan pembangunan kesehatan. Simak tantangan dan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Wamendagri Paparkan Agenda Strategis Jelang APCAT Summit 2026 untuk Pengendalian Tembakau
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto memaparkan agenda strategis penting menjelang pelaksanaan APCAT Summit 2026, menyoroti penguatan peran pemerintah daerah dalam pengendalian tembakau dan pembangunan kesehatan. Simak tantangan dan. (AntaraNews)

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto memaparkan agenda strategis yang menjadi fokus utama menjelang pelaksanaan Asia Pacific Cities for Health and Development (APCAT) Summit 2026. Agenda ini menitikberatkan pada penguatan peran pemerintah daerah dalam isu kesehatan dan pembangunan. Fokus utamanya adalah pengendalian tembakau serta pencegahan penyakit tidak menular di kawasan Asia Pasifik.

APCAT merupakan forum kerja sama para kepala daerah di Asia Pasifik yang telah berlangsung selama satu dekade, dimulai dari Singapura hingga pertemuan terakhir yang melibatkan 46 kota. Forum ini dikenal sebagai contoh praktik baik dalam penerapan kebijakan kawasan tanpa rokok melalui regulasi daerah.

Dalam paparannya, Bima Arya menyoroti tiga isu krusial: tantangan industri tembakau yang semakin inovatif, pentingnya harmonisasi regulasi pengendalian tembakau, dan kebutuhan regenerasi kepemimpinan. Ketiga isu ini diharapkan menjadi pembahasan utama dalam APCAT Summit 2026 untuk mendorong aksi nyata di tingkat lokal.

Tantangan terbesar saat ini bukan hanya membangkitkan kesadaran kepala daerah mengenai pengendalian tembakau, tetapi juga menghadapi perjuangan melawan industri tembakau itu sendiri. Industri tembakau terus berinovasi dengan kreativitas tinggi, sehingga produknya mudah masuk ke lingkungan keluarga dan perusahaan melalui berbagai bentuk penjualan.

Bahkan, iklan tembakau kini sering dikemas menyerupai permen dan minuman ringan, yang menunjukkan betapa agresifnya industri ini. Situasi ini menuntut penguatan kesadaran kolektif dalam melakukan pengendalian tembakau secara lebih efektif.

Bima Arya, yang pernah menjabat sebagai Ketua Bersama (Co-Chair) APCAT, menegaskan bahwa dinamika dan perkembangan forum ini selama sepuluh tahun terakhir menjadi dasar penyusunan agenda strategis. APCAT terus berkembang di tengah tantangan yang kian kompleks, menjadikannya platform penting untuk berbagi praktik terbaik.

Isu strategis kedua yang disoroti adalah regulasi. Pemerintah perlu memastikan seluruh regulasi, baik di tingkat nasional maupun lokal, benar-benar selaras dengan semangat pengendalian tembakau.

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memiliki peran penting dalam harmonisasi peraturan daerah terkait pengendalian tembakau. Ini bertujuan untuk menciptakan kebijakan yang komprehensif dan terintegrasi di seluruh wilayah.

Sebagai contoh, koordinasi yang baik telah dilakukan untuk memastikan peraturan daerah di Jakarta sejalan dengan semangat pengendalian tembakau. Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperkuat kerangka hukum untuk kesehatan masyarakat.

Isu ketiga yang tak kalah penting adalah regenerasi kepemimpinan dalam APCAT. Pertemuan dengan para pemimpin baru APCAT akan segera dilaksanakan untuk merancang agenda ke depan, sambil tetap menjaga semangat gerakan pengendalian tembakau.

APCAT memiliki tugas besar untuk memastikan bahwa generasi baru pemimpin juga memiliki perhatian yang sama terhadap isu pengendalian tembakau. Regenerasi ini krusial untuk keberlanjutan program dan pergerakan.

Upaya menghubungkan berbagai pemimpin di berbagai tingkatan, mulai dari gubernur, bupati, kepala dinas, lurah, hingga camat, terus dilakukan. Tujuannya adalah meningkatkan kesadaran mereka dan menjadikan mereka bagian dari pergerakan yang berkelanjutan dalam pengendalian tembakau.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi