Temuan-Temuan Mengejutkan Lembaga Survei Jokowi vs Prabowo

Jumat, 8 Februari 2019 06:00 Reporter : Syifa Hanifah
Temuan-Temuan Mengejutkan Lembaga Survei Jokowi vs Prabowo Jokowi dan Prabowo naik kuda. ©REUTERS/ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Merdeka.com - Lembaga survei telah merilis hasil terbaru pasca debat pertama Jokowi-Ma'ruf Amin versus Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada 17 Januari 2019 lalu. Dari hasil survei, elektabilitas Jokowi dan Prabowo tidak terlalu banyak berubah.

Namun dari hasil tersebut ditemukan beberapa hal yang cukup mengejutkan. Berikut ini temuan mengejutkan dari hasil survei Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi:

1 dari 4 halaman

Prabowo-Sandiaga Unggul di Pemilih Terpelajar

Deklarasi Prabowo-Sandiaga Uno. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S. Nugroho

Berdasarkan hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, pasangan Jokowi-Ma'ruf kalah tipis dari Prabowo-Sandi di kalangan pemilih terpelajar. Jokowi-Ma'ruf hanya mampu meraih persentase 37,7 persen sedangkan Prabowo-Sandi mencapai 44,2 persen.

Keunggulan Prabowo-Sandi hanya di bawah 10 persen terhadap Jokowi-Maruf sementara ada 18,1 persen pemilih kalangan terpelajar yang belum menentukan pilihan.

Survei ini dilakukan sejak 18-25 Januari dengan melibatkan 1.200 responden di 34 Provinsi di Indonesia. Metode yang digunakan pada survei ini adalah multistage random sampling dengan persentase kekeliruan kurang lebih 2,8 persen.

2 dari 4 halaman

Selisih Hanya 14 Persen di Pemilih Muslim

Pasangan Capres Berpelukan Saat Debat Pertama. ©2019 Liputan6.com/Faizal Fanani

Elektabilitas dua pasangan Capres-Cawapres Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi di kantong pemilih muslim bakal ketat. Terlihat dari hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA pada periode Januari. Jokowi-Maruf Amin, dipilih 49,5 persen pemilih muslim. Sedangkan Prabowo-Sandi dipilih 35,4 persen. Dari persentase itu masih ada 15,1 persen pemilih muslim yang belum menentukan pilihannya.

Berdasarkan hasil survei sejak Agustus hingga Januari elektoral pasangan nomor urut 01 di kantong pemilih muslim mengalami pasang surut. Pada Agustus, elektabilitas Jokowi-Maruf mencapai 52,7 persen di kalangan muslim. Lalu turun menjadi 49,5 persen pada September. Naik lagi pada Oktober menjadi 53,7 persen. Lalu kembali turun pada November menjadi 49,0 persen. Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf di pemilih muslim naik tipis pada Desember menjadi 50,0 persen, dan kembali turun pada Januari menjadi 49,5 persen.

Survei ini dilakukan sejak 18-25 Januari dengan melibatkan 1.200 responden di 34 Provinsi di Indonesia. Metode yang digunakan pada survei ini adalah multistage random sampling dengan persentase kekeliruan kurang lebih 2,8 persen.

3 dari 4 halaman

Milenial Pilih Jokowi-Maruf

Jokowi-Maruf saat Debat Pertama. ©2019 Liputan6.com/ Faizal Fanani

Populi Center merilis hasil survei yang dilakukan pasca-debat capres perdana. Dari kalangan milenial (pemilih di bawah usia 34 tahun), Jokowi-Ma'ruf unggul dengan 50,0 persen. Sementara generasi milenial yang memilih Prabowo-Sandi hanya sebesar 38,1 persen. 14,9 persen sisanya menjawab tidak tahu.

Sementara itu pemilih di atas usia 35 tahun atau non-milenial, lebih banyak yang memilih pasangan Jokowi-Ma'ruf dengan persentase sebesar 55.9 persen, sedangkan Prabowo-Sandi sebesar 28,0 persen.

Survei tersebut dilakukan dengan metodologi wawancara tatap muka pada 20-27 Januari 2019 di 34 provinsi seluruh Indonesia. Besaran sampel adalah 1.486 responden, dipilih secara acak bertingkat (multistage random sampling). Hasil survei memiliki margin of error sebesar 2,53 persen pasa tingkat kepercayaan 95 persen.

4 dari 4 halaman

PNS Lebih Banyak Pilih Prabowo

Prabowo-Sandi. ©2018 Merdeka.com/Hari Aryanti

Lembaga Survei Charta Politika telah merilis hasil dukungan PNS hingga perangkat desa kepada calon presiden 2019. PNS pendukung Jokowi mencapai 40,4 persen. Jumlah itu lebih kecil dibanding PNS yang mendukung Prabowo - Sandiaga yakni 44,4 persen. Masih ada 14,9 persen PNS yang belum memberikan dukungan suara untuk kedua calon.

Sementara di lingkungan pegawai desa atau kelurahan, pemilih Jokowi - Ma'ruf hanya 30,8 persen. Sedangkan pegawai desa atau kelurahan yang memilih Prabowo - Sandi mencapai 53,8 persen. Masih ada 15,4 persen pegawai desa dan kelurahan yang belum menentukan sikap politiknya di Pilpres 2019.

Prabowo-Sandiaga Uno juga unggul di kalangan nelayan dan petani tambak mendapat 52,2 persen suara. Sementara jumlah nelayan yang mendukung capres petahana Jokowi hanya 43,5 persen. Hasil mengejutkan juga terlihat dari dukungan purnawirawan TNI/Polri. Dari hasil survei itu, 100 persen purnawirawan mendukung Prabowo dan Sandiaga Uno.

Survei Charta Politika ini dilakukan pada periode 22 Desember 2018 - 2 Januari 2019 melalui wawancara 2000 responden yang tersebar di 34 provinsi. Survei menggunakan survei metode acak bertingkat / multistage random sampling dengan margin of error 2,91 persen. Tingkat kepercayaan 95 persen. [has]

Baca juga:
Jawab Tantangan Jokowi, Gerindra Beberkan Bukti Anggaran Negara Bocor
TKN Klaim Elektabilitas Jokowi Naik Karena Tidak Joget Saat Debat
Peneliti SMRC Nilai Prabowo Ingin Lepaskan Stigma Kekuatan Orde Baru
Sekjen PDIP Sebut Fadli Zon Contoh Degradasi Kepemimpinan yang Luar Biasa
Banyak Kader Tak Disanksi, Caleg Demokrat Jabar Ikut Dukung Jokowi-Ma'ruf Amin

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini