Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Herman Suryatman, secara tegas meminta para Lulusan IPDN Angkatan XXXII untuk tidak hanya menjadi aparatur biasa, melainkan pemimpin tangguh. Mereka diharapkan lahir dari medan tugas yang penuh tantangan dan siap menghadapi segala keterbatasan di lapangan.
Permintaan ini disampaikan Herman Suryatman dalam acara Penyerahan Dokumen Kepegawaian (CPNS) bagi para Lulusan IPDN tersebut. Acara penting ini berlangsung di Gedung Sate Bandung pada hari Rabu, 18 September, menandai dimulainya perjalanan karier mereka.
Penekanan pada ketangguhan ini muncul karena masyarakat saat ini menaruh ekspektasi yang sangat tinggi terhadap kinerja pemerintah. Lulusan IPDN diharapkan mampu menjawab tantangan tersebut, terutama dalam upaya menurunkan angka pengangguran dan kemiskinan di daerah.
Advertisement
Advertisement
Herman Suryatman menekankan bahwa pemimpin sejati diuji oleh kesulitan dan tantangan yang dihadapi. Oleh karena itu, ia mendorong agar para Lulusan IPDN ditempatkan di lokasi-lokasi yang paling sulit dan jauh dari fasilitas memadai.
“Tempatkan mereka di tempat tersulit, terjauh, dengan fasilitas sangat minim. Karena pemimpin itu diuji oleh kesulitan dan tantangan," ujar Herman. Ia menambahkan bahwa kemampuan menunjukkan prestasi di tengah keterbatasan akan membuktikan mereka sebagai calon pemimpin masa depan.
Para Lulusan IPDN diminta untuk tidak mudah menyerah menghadapi berbagai keterbatasan yang mungkin ditemui di lapangan. Minimnya sarana prasarana ataupun anggaran tidak boleh dijadikan alasan untuk berhenti berkarya dan berinovasi.
Advertisement
Herman menegaskan, "Kalau kalian masuk ke kantor dengan sarana prasarana terbatas, jangan mengeluh. Itulah medan tugas yang sesungguhnya. Pemimpin harus mampu mengubah situasi yang serba terbatas menjadi berlimpah."
Advertisement
Masyarakat memiliki harapan besar agar pemerintah dapat segera menurunkan angka pengangguran dan kemiskinan. Herman Suryatman mengingatkan bahwa Lulusan IPDN tidak bisa bekerja dengan cara biasa-biasa saja untuk memenuhi ekspektasi tersebut.
"Masyarakat ingin pengangguran segera turun, kemiskinan segera turun. Artinya, tidak bisa pakai lama. Kalau kalian tidak unggul dan tidak berkarakter, kalian akan tertinggal," tegasnya, menyoroti urgensi kinerja yang luar biasa.
Dalam konteks pembangunan Jawa Barat, Herman menjelaskan bahwa upaya tidak bisa hanya bertumpu pada pemerintah provinsi saja. Sinergi yang kuat antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, hingga tingkat kecamatan dan desa sangat diperlukan untuk mencapai kesejahteraan bersama.
Advertisement
Ia mengilustrasikan, "Provinsi itu agregasi. Jabar akan istimewa kalau kabupaten/kotanya istimewa, kecamatannya istimewa, desanya istimewa, dan kelurahannya istimewa." Hal ini menunjukkan pentingnya peran setiap Lulusan IPDN di berbagai tingkatan pemerintahan.
Sumber: AntaraNews