Ganjar-Mahfud akan Optimalkan Bonus Demografi Cegah Ledakan Pengangguran

Penting untuk mengelola bonus demografi agar tidak menciptakan ledakan pengangguran.

Merdeka.com
Oleh Merdeka.com - Reporter
Ganjar-Mahfud akan Optimalkan Bonus Demografi Cegah Ledakan Pengangguran
Ganjar-Mahfud akan Optimalkan Bonus Demografi Cegah Ledakan Pengangguran (Merdeka.com)
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Capres dan cawapres PDIP, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD, telah menyerahkan berkas pendaftaran kepada KPU. Salah satu yang diserahkan keduanya kepada KPU adalah buku visi-misi dan program kerja. Tim Komunikasi TPN Ganjar-Mahfud memberikan penjelasan terkait program Visi Misi tersebut.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Direktur Narasi dan Konten TPN Ganjar-Mahfud, Roby Muhamad mengatakan, paslon capres-cawapres ini akan fokus terhadap situasi bonus demografi.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

“Indonesia ini sekarang sedang mengalami sesuatu yang unik, yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah Indonesia yang mungkin tidak akan terulang kembali, yaitu Indonesia sedang kebanjiran orang-orang muda produktif, yang biasa dikenal sebagai bonus demografi,” kata Roby dalam keterangannya, Jumat (20/10).

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Menurutnya, penting untuk mengelola bonus demografi saat ini agar tidak menciptakan ledakan pengangguran yang justru bisa menjadi malapetaka demografi untuk membawa Indonesia Unggul.


Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

“Bonus demografi ini harus dikelola, karena jumlahnya banyak dan jika tidak dikelola akan menjadi pengangguran dan justru jadi malapetaka demografi. Oleh karena itu, tugas kita adalah untuk mengelola orang orang muda produktif ini, untuk bisa kerja dan bisa menghasilkan serta membawa Indonesia Unggul.” tuturnya.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Roby mengatakan, Ganjar-Mahfud adalah pasangan yang mampu untuk mengubah bonus demografi menjadi dividen demografi.

“Kami rasa ini adalah pasangan yang cocok untuk mengubah masalah bangsa ini, yaitu bagaimana bisa mengubah bonus demografi menjadi keuntungan demografi, alias deviden demografi,“ pungkasnya.

Rekomendasi