Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengadakan audiensi penting dengan Pengurus Pusat Persatuan Umat Islam (PUI) di Istana Wakil Presiden, Jakarta, pada Jumat (20/2). Dalam pertemuan tersebut, Gibran secara langsung mengajak PUI untuk memperkuat persatuan umat dan mengawal pembangunan nasional secara berkelanjutan. Ajakan ini menekankan peran strategis organisasi kemasyarakatan Islam dalam menjaga konsolidasi kebangsaan.
Audiensi ini menjadi momentum krusial untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan berbagai elemen masyarakat. Tujuannya adalah mendorong pembangunan yang inklusif dan merata di seluruh pelosok negeri. Sinergi ini sejalan dengan visi besar Prabowo Subianto melalui Asta Cita, khususnya dalam penguatan sumber daya manusia dan pemantapan persatuan nasional.
Pertemuan tersebut juga merupakan bagian dari rangkaian Safari Ramadan PUI yang bertujuan mempererat silaturahmi dengan para tokoh bangsa. Selain itu, PUI ingin meneguhkan komitmen kebangsaan mereka dalam mendukung agenda-agenda strategis pemerintah. Wapres Gibran menyambut hangat jajaran pengurus baru PUI dan mengapresiasi kontribusi konsisten organisasi ini.
Advertisement
Advertisement
Peran Strategis Ormas Islam dalam Pembangunan Nasional
Wapres Gibran Rakabuming Raka menegaskan bahwa organisasi kemasyarakatan Islam memiliki peran vital dalam memperkuat persatuan umat dan menjaga konsolidasi kebangsaan. Ia menekankan bahwa kontribusi ormas seperti PUI sangat dibutuhkan untuk mengakselerasi pembangunan nasional. Kolaborasi ini diharapkan dapat memastikan bahwa manfaat pembangunan dapat dirasakan hingga ke tingkat komunitas.
Sinergi antara pemerintah dan PUI ini selaras dengan visi Asta Cita yang diusung oleh Prabowo Subianto. Visi tersebut berfokus pada penguatan sumber daya manusia dan pemantapan persatuan nasional sebagai pilar utama kemajuan bangsa. Melalui dukungan dari berbagai pihak, termasuk ormas keagamaan, diharapkan pembangunan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Gibran juga mengapresiasi kontribusi PUI di berbagai bidang, termasuk pendidikan, dakwah, dan sosial. Organisasi ini dinilai konsisten dalam membina umat serta merawat nilai moderasi dan persatuan di tengah masyarakat. Peran PUI yang telah berdiri sejak 1917 ini menjadi bukti nyata komitmen mereka terhadap bangsa dan negara.
Advertisement
Advertisement
Komitmen PUI untuk Sinergi dengan Pemerintah
Ketua Umum DPP PUI, Raizal Arifin, menyampaikan bahwa audiensi ini menjadi ajang perkenalan kepengurusan baru PUI kepada pemerintah. Selain itu, pertemuan ini juga bertujuan untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah dalam berbagai program. Raizal menegaskan komitmen penuh PUI untuk terus bersinergi dengan seluruh agenda pemerintah.
“Kami menyampaikan kesiapan PUI untuk bersinergi dengan seluruh program pemerintah,” ujar Raizal Arifin usai pertemuan. Ia menambahkan bahwa PUI berkomitmen mendukung dan menyukseskan agenda pembangunan ke depan. Komitmen ini menunjukkan kesediaan PUI untuk menjadi mitra strategis dalam mewujudkan visi pembangunan nasional.
Raizal juga menyoroti sejarah panjang PUI yang telah berdiri sejak tahun 1917 dan kiprahnya di bidang pendidikan, dakwah, serta sosial. Ia bangga menyebutkan bahwa dua tokoh PUI, K.H. Abdul Halim dan K.H. Ahmad Sanusi, turut berperan dalam pendirian Republik Indonesia dan telah dianugerahi gelar pahlawan. Sejarah ini menjadi landasan kuat bagi PUI untuk terus berkontribusi bagi bangsa.
Advertisement
Beberapa tokoh penting PUI yang turut hadir dalam audiensi tersebut antara lain Wakil Ketua Umum PUI K.H. Maman Abdurrahman dan Irfan Ahmad Fauzi. Hadir pula Ketua Dewan Pertimbangan K.H. Nurihsan Zaidi, serta Sekretaris Jenderal PUI Dr. Kana Kurniawan. Kehadiran jajaran pengurus ini menunjukkan keseriusan PUI dalam menjalin komunikasi dengan pemerintah.
Sumber: AntaraNews