Ketua Umum Relawan Bara Jokowi Presiden atau Bara JP, Willem Frans Ansanay merespons wacana Partai Amanat Nasional (PAN) mengusung Zulkifli Hasan (Zulhas) sebagai calon wakil presiden untuk mendampingi Prabowo Subianto pada Pemilihan Presiden 2029. Willem mengaku tidak khawatir dengan wacana tersebut.
"Itu kan wacananya partai pengusung. Silakan saja, itu hak, silakan saja. Jika mereka seperti itu, nanti PKB kan bisa bilang juga, Prabowo sama cak Imin (Muhaimin Iskandar). Ada pengalaman pengalaman itu," kata Willem saat ditemui di Solo, Jumat (13/2).
Bara JP menghormati wacana tersebut, karena menjadi hak setiap partai. "Kami nggak khawatir, karena apa yang kami sampaikan ini berdasarkan fakta-fakta yang terjadi," ujar Willem.
Meskipun sejumlah partai mendukung Prabowo dua periode tanpa menyebut nama Gibran Rakabuming Raka sebagai wakilnya, Bara JP optimis bahwa dukungan akan mengerucut ke putra sulung Presiden ke-7 Joko Widodo menjelang Pilpres 2029.
"Buat kami sah sah saja. Nanti mendekati pesta demokrasi 2029, saya yakin akan mengerucut seperti 2024," ujar Willem.
Willem juga menyampaikan kepada partai politik bahwa keberadaan Jokowi masih sangat berpengaruh.
"Kami ingin sampaikan kepada partai politik, bahwa efek daripada pak Jokowi masih sangat tinggi di negara ini. Apalagi kami masyarakat Indonesia timur, Jokowi itu bagian dari hidup kami. Beliau melakukan sesuatu dengan datang," kata dia.
Advertisement
Oleh karena itu, menurut Willem, keberlangsungan pemerintahan Prabowo-Gibran harus dirawat, agar pikiran-pikiran yang baik yang pernah disampaikan Jokowi diteruskan Prabowo dan membawa bangsa Indonesia makin maju.
"Kami masih optimis, 2029 mas Gibran akan menjadi rebutan sebagai kandidat wakil presiden. Dan kami optimis masih bisa dengan pak Prabowo," pungkas Willem.
Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno menyatakan partainya membuka kemungkinan terbentuknya pasangan Prabowo Subianto dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) pada Pemilihan Presiden 2029. Pernyataan tersebut disampaikan menyusul wacana Prabowo-Gibran dua periode.
Eddy menegaskan bahwa secara politik PAN telah mengambil sikap untuk kembali mendukung Prabowo pada kontestasi mendatang. Namun, menurutnya, konfigurasi pasangan calon presiden dan wakil presiden masih bersifat terbuka.
“Kita tentu lihat nanti opsi-opsi terbaik. Karena paket itu harus ada simbiosisnya, bisa bekerja sama dengan baik, ada dukungan elektoralnya tinggi, dan pertimbangannya banyak,” kata Eddy di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (5/2).