Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang menyoroti peran krusial sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Anggota DPRD Kota Tangerang, Pontjo Prayogo, menegaskan bahwa pembinaan yang kuat pada sektor ini, didukung oleh pemanfaatan digitalisasi, berpotensi signifikan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Pontjo Prayogo menjelaskan, kemajuan Kota Tangerang saat ini didominasi oleh kontribusi UMKM dan ekonomi kreatif. Dengan pengelolaan yang optimal, sektor ini tidak hanya akan memperbesar pendapatan daerah tetapi juga akan membawa kemajuan yang substansial bagi kota.
Pernyataan ini disampaikan di Tangerang pada hari Minggu, menggarisbawahi urgensi pemerintah daerah untuk fokus pada pengembangan ekosistem yang mendukung kreativitas dan inovasi. Langkah ini diharapkan dapat mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan PAD.
Advertisement
Advertisement
Peran Strategis UMKM dan Ekonomi Kreatif dalam Peningkatan PAD
Pontjo Prayogo menegaskan bahwa kemajuan kota saat ini ditopang oleh UMKM dan ekonomi kreatif. Sektor ini memiliki potensi besar untuk meningkatkan pendapatan dan memajukan kota jika dikelola dengan baik. Di era digital yang berkembang pesat seperti sekarang, ekonomi kreatif memiliki peluang besar untuk berjalan dan berkembang dengan sangat baik.
Pemanfaatan teknologi digital menjadi kunci untuk membuka potensi ini secara maksimal. Oleh karena itu, pembinaan dan dukungan yang berkelanjutan terhadap pelaku UMKM serta industri kreatif menjadi krusial untuk mencapai target peningkatan PAD yang diharapkan.
DPRD berharap pengembangan dan peningkatan kualitas dalam UMKM dan Ekonomi Kreatif dapat mendorong peningkatan PAD. Hal ini akan mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Tangerang.
Advertisement
Advertisement
Pariwisata dan Identitas Unik sebagai Daya Ungkit Ekonomi Kreatif
Pontjo Prayogo mengidentifikasi pariwisata dan destinasi hiburan sebagai sektor ekonomi kreatif yang memiliki peluang besar. Banyak hal yang bisa dikolaborasikan oleh industri kreatif dengan pelaku usaha sehingga berdampak pada pendapatan asli daerah.
Ia juga menekankan kepada industri kreatif untuk menciptakan terobosan sendiri agar memiliki identitas dan ciri khas pada usaha yang dimilikinya. Meskipun dapat melakukan metode amati, tiru, dan modifikasi, inovasi tetap menjadi kunci utama untuk perkembangan lebih lanjut.
Pengembangan kualitas UMKM dan ekonomi kreatif diharapkan dapat mewujudkan peningkatan PAD, sekaligus mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Tangerang. Fokus pada keunikan dan inovasi akan menjadi pembeda di pasar yang kompetitif.
Advertisement
Advertisement
Transformasi Digital dan Optimalisasi Pendapatan Daerah
Wali Kota Tangerang, Sachrudin, mengungkapkan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 yang telah disepakati bersama sebesar Rp5,13 triliun. Angka ini terdiri atas Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp3,20 triliun dan Pendapatan Transfer sebesar Rp1,92 triliun, dengan Belanja Daerah mencapai Rp5,53 triliun.
Pemerintah Kota Tangerang secara konsisten mendorong transformasi digital dalam layanan pajak dan retribusi daerah. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang Herman Suwarman melalui optimalisasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) guna menghadirkan layanan yang lebih mudah, cepat, dan transparan bagi masyarakat.
Penguatan sistem pelayanan berbasis digital ini tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan daerah, tetapi juga memberikan kemudahan, kecepatan, serta kepastian layanan kepada masyarakat sebagai wajib pajak. Upaya ini sejalan dengan visi Penguatan Ekonomi Kreatif Tangerang yang didukung oleh ekosistem digital yang kokoh.
Advertisement
Sumber: AntaraNews