Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara Mujahadah Kubro dalam rangka peringatan Hari Lahir (Harlah) Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) yang berlangsung di Stadion Gajayana, Malang, Jawa Timur, pada Minggu pagi. Kehadiran Kepala Negara ini menjadi sorotan utama, menandai puncak rangkaian acara Harlah Satu Abad NU yang diselenggarakan oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur. Acara tersebut diperkirakan dihadiri oleh sekitar 105 ribu orang, menunjukkan antusiasme tinggi dari para nahdliyin.
Berdasarkan pantauan dari siaran langsung kanal YouTube Sekretariat Presiden, kedatangan Presiden Prabowo disambut dengan antusiasme luar biasa oleh ribuan nahdliyin yang telah memadati lokasi sejak dini hari. Suasana khidmat seketika berubah menjadi riuh namun tetap tertib saat alunan sholawat Thola'al Badru Alaina menggema menyambut kedatangan Kepala Negara. Presiden Prabowo tiba di lokasi sekitar pukul 06.50 WIB, didampingi oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Dalam momen tersebut, Presiden Prabowo menyempatkan diri berjalan menuju barisan depan untuk menyalami para peserta, menunjukkan kedekatan dengan masyarakat. Keakraban terlihat jelas saat Presiden menyapa para ibu-ibu yang antusias menyambut kehadirannya dengan lambaian tangan dan doa. Interaksi ini menciptakan suasana hangat dan penuh kebersamaan antara pemimpin dan rakyatnya.
Advertisement
Advertisement
Kehadiran Pejabat Tinggi dan Ulama
Acara Mujahadah Kubro ini turut dihadiri oleh jajaran Kabinet Merah Putih, yang menunjukkan dukungan penuh pemerintah terhadap kegiatan keagamaan dan kebangsaan. Di antara para pejabat yang hadir adalah Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Agraria dan Tata Ruang Nusron Wahid, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Kehadiran para menteri ini menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga silaturahmi dan sinergi dengan organisasi masyarakat terbesar di Indonesia. Selain itu, sejumlah ulama kharismatik serta jajaran dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PBNU) Jawa Timur juga turut hadir, memberikan keberkahan dan legitimasi spiritual pada acara tersebut. Partisipasi berbagai tokoh penting ini menambah bobot dan makna dari Mujahadah Kubro.
Daftar kehadiran pejabat tinggi negara dan ulama ini mencerminkan pentingnya peran Nahdlatul Ulama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sinergi antara pemerintah dan ulama diharapkan dapat terus terjalin demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. Kehadiran mereka juga menjadi simbol persatuan dan kebersamaan dalam merayakan satu abad perjalanan NU.
Advertisement
Advertisement
Rangkaian Acara Harlah Satu Abad NU
Mujahadah Kubro yang berlangsung pada 7–8 Februari 2026 ini merupakan puncak dari serangkaian peringatan Harlah Satu Abad NU yang digagas oleh PWNU Jawa Timur. Acara ini menjadi penutup dari berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan sebelumnya, menarik perhatian ribuan nahdliyin dari berbagai daerah. Estimasi jumlah peserta yang mencapai 105 ribu orang menunjukkan skala besar dan dampak acara ini.
Sebelumnya, rangkaian kegiatan telah diawali dengan kick off dan Sarasehan Pesantren di Universitas Islam Malang (Unisma) pada 7 Januari 2026. Dilanjutkan dengan ziarah muassis dan muharrik NU se-Jawa Timur pada 24 Januari, Hadrah Lailatul Ishari di Masjid Kemayoran Surabaya pada 29 Januari, serta pameran lukisan nasional bertema “Mangsa Kalasubo” di Galeri Dewan Kesenian Surabaya pada 30 Januari 2026. Berbagai kegiatan ini dirancang untuk merayakan sejarah panjang dan kontribusi NU.
Agenda lainnya meliputi kegiatan parenting dan pesantren sehat yang digelar oleh Lembaga Kesehatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) dan Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) di sejumlah daerah. Kegiatan ini berlangsung antara lain di Mojokerto, Jombang, Sidoarjo, Blitar, Bondowoso, dan Banyuwangi, dari 27 Januari hingga 15 Februari 2026. Inisiatif ini menunjukkan fokus NU pada aspek kesehatan dan pendidikan keluarga.
Advertisement
Selain itu, PWNU Jawa Timur juga menggelar Pameran NUConomic, GenZINU Bootcamp, serta talkshow tiga pilar ekonomi NU, yakni UMKM, filantropi, dan industri pertanian. Acara yang berfokus pada pengembangan ekonomi umat ini diselenggarakan di Kampung Coklat, Kabupaten Blitar, pada 5–7 Februari 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan ekonomi masyarakat Nahdliyin.
Sumber: AntaraNews