Ditjenpas Sulteng Perkuat Pengembangan SDM Pemasyarakatan PRIMA Melalui Kolaborasi Strategis

Kantor Wilayah Ditjenpas Sulteng fokus pada Pengembangan SDM Pemasyarakatan PRIMA, menjalin kerja sama strategis untuk meningkatkan kompetensi aparatur demi layanan yang profesional dan akuntabel.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Ditjenpas Sulteng Perkuat Pengembangan SDM Pemasyarakatan PRIMA Melalui Kolaborasi Strategis
Kantor Wilayah Ditjenpas Sulteng fokus pada Pengembangan SDM Pemasyarakatan PRIMA, menjalin kerja sama strategis untuk meningkatkan kompetensi aparatur demi layanan yang profesional dan akuntabel. (AntaraNews)

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Tengah terus memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM) aparatur pemasyarakatan. Langkah strategis ini diambil untuk mewujudkan layanan pemasyarakatan yang profesional, responsif, berintegritas, modern, dan akuntabel (PRIMA).

Penguatan SDM menjadi kunci utama dalam menjawab berbagai tantangan tugas pemasyarakatan yang semakin kompleks di era digital. Hal ini juga secara signifikan menopang arah kebijakan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) yang PRIMA.

Kepala Kanwil Ditjenpas Sulteng, Bagus Kurniawan, menyampaikan keterangan ini di Palu pada Minggu (11/1). Untuk mencapai tujuan tersebut, pihaknya telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sulteng.

Kunci Transformasi Pemasyarakatan

Bagus Kurniawan menegaskan bahwa transformasi dalam sistem pemasyarakatan tidak bisa hanya bertumpu pada regulasi dan ketersediaan sarana fisik. Menurutnya, SDM yang kompeten, adaptif, dan memiliki integritas tinggi adalah penggerak utama dari setiap perubahan positif. Pernyataan ini menjadi landasan penting bagi upaya peningkatan kualitas layanan publik.

Peningkatan kapasitas aparatur secara terstruktur dan berkelanjutan sangat diperlukan untuk menjaga relevansi. Setiap pejabat dan pegawai diharapkan memiliki kompetensi yang selaras dengan tuntutan organisasi yang terus berkembang. Hal ini krusial untuk memenuhi kebutuhan pelayanan publik yang prima dan berdaya saing.

Sinergi dan kolaborasi aktif antar lembaga menjadi kunci esensial dalam menciptakan SDM pemasyarakatan yang berkualitas unggul. Aparatur yang profesional dan selalu siap menghadapi berbagai tantangan tugas ke depan adalah tujuan utama yang ingin dicapai, sejalan dengan visi Kemenimipas.

Kolaborasi Strategis dengan BPSDM Sulteng

Ditjenpas Sulteng telah secara resmi menjalin Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sulteng. Kerja sama ini secara spesifik difokuskan pada fasilitasi dan dukungan penyelenggaraan pelatihan jabatan. Pelatihan tersebut mencakup posisi manajerial dan nonmanajerial bagi seluruh jajaran pemasyarakatan.

Kepala BPSDM Provinsi Sulteng, Abdul Haris Karim, menyambut baik inisiatif kolaborasi strategis ini dengan antusias. Ia menilai sektor pemasyarakatan sebagai bidang yang sangat strategis dan membutuhkan penguatan kompetensi secara berkesinambungan.

Abdul Haris Karim menambahkan bahwa pengembangan SDM aparatur harus senantiasa berbasis pada kebutuhan riil organisasi dan tantangan lapangan yang dinamis. Oleh karena itu, BPSDM siap sepenuhnya mendukung peningkatan kapasitas pegawai pemasyarakatan agar mampu menjalankan tugas secara profesional dan akuntabel.

Komitmen Menuju Pemasyarakatan PRIMA

Melalui penguatan pengembangan SDM yang intensif ini, Kanwil Ditjenpas Sulteng berkomitmen penuh untuk membangun aparatur pemasyarakatan yang unggul dan berdaya saing. Aparatur ini diharapkan siap menghadirkan layanan publik yang profesional dan berkualitas tinggi.

Layanan publik yang dimaksud haruslah responsif, berintegritas, modern, dan akuntabel dalam setiap aspeknya. Komitmen ini sepenuhnya sejalan dengan semangat Pemasyarakatan PRIMA yang menjadi visi utama dan panduan bagi seluruh jajaran.

Komitmen kuat ini menunjukkan keseriusan Ditjenpas Sulteng dalam terus meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat. Peningkatan kualitas ini dilakukan melalui investasi berkelanjutan pada pengembangan sumber daya manusia.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi