Tentara Nasional Indonesia (TNI) telah mendirikan posko trauma healing atau pemulihan trauma di Posko Pengungsian Balee Panah, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Aceh. Inisiatif ini bertujuan untuk membantu pemulihan kondisi psikososial para pengungsi, dengan prioritas utama pada anak-anak yang terdampak pascabencana banjir. Pendirian posko ini merupakan respons cepat terhadap kebutuhan mendesak di lapangan setelah bencana melanda wilayah tersebut.
Kegiatan trauma healing ini dilaksanakan atas perintah langsung dari pimpinan TNI Angkatan Darat, khususnya Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Staf Personalia Kodam Iskandar Muda, Letkol Infanteri Dekki Sujatmiko, menjelaskan bahwa arahan juga datang dari Ibu Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana agar melaksanakan kegiatan pemulihan trauma ini.
Kolaborasi menjadi kunci dalam pelaksanaan program ini, di mana posko trauma healing bekerja sama dengan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, relawan, dan berbagai unsur masyarakat. Fokus utama dari kegiatan ini adalah anak-anak yang secara psikologis mengalami dampak signifikan akibat bencana, yang seringkali menyebabkan kecemasan dan stres mendalam.
Advertisement
Advertisement
Pentingnya Pemulihan Trauma Pasca Bencana
Pasca bencana, banyak anak-anak di pengungsian yang mengalami kecemasan dan stres berat karena kehilangan rumah atau bahkan anggota keluarga. Situasi ini dapat meninggalkan dampak psikologis jangka panjang jika tidak ditangani dengan baik. Oleh karena itu, kehadiran posko trauma healing di Aceh menjadi sangat krusial untuk mengembalikan kondisi mental mereka.
Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk mengembalikan kondisi psikis anak-anak, menghilangkan kecemasan, dan mengembalikan kegembiraan mereka. Dengan adanya intervensi dini melalui trauma healing, diharapkan anak-anak dapat pulih dari pengalaman traumatis dan kembali menjalani kehidupan dengan ceria. Pendekatan ini sangat penting untuk memastikan kesejahteraan mental generasi muda yang terdampak bencana.
Berbagai sarana permainan telah dibawa dan disumbangkan langsung kepada anak-anak di pengungsian untuk mendukung tujuan tersebut. Ini termasuk ayunan, perosotan, rubik, hula hoop, bola, dan kitchen play, yang semuanya dirancang untuk menciptakan suasana yang menyenangkan dan terapeutik.
Advertisement
Advertisement
Dukungan dan Fasilitas di Posko Trauma Healing
Mariani, salah satu warga yang mengungsi, mengungkapkan bahwa kegiatan trauma healing yang dilakukan oleh TNI sangat berdampak positif bagi kondisi mental anak-anak. Ia menyatakan bahwa anak-anak kini tidak lagi murung, melainkan bernyanyi dan bermain dengan gembira, berkat adanya mainan, jajanan, dan minuman yang disediakan. Kehadiran TNI telah berhasil menghilangkan trauma yang dialami anak-anak.
Selain dukungan psikososial, Mariani juga menyampaikan rasa syukur atas berbagai bantuan dan pendampingan yang terus mengalir sejak ia dan keluarganya mengungsi di Balee Panah. Bantuan tersebut meliputi kebutuhan pokok seperti beras, telur, mie instan, dan sarden dari perangkat desa, serta bantuan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Bantuan pakaian dan jajanan untuk anak-anak juga datang dari masyarakat.
Layanan kesehatan di posko pengungsian juga berjalan rutin dan lengkap, memastikan bahwa kebutuhan medis para pengungsi terpenuhi. Mariani menyebutkan bahwa tersedia dokter kulit, dokter jantung, dan dokter umum setiap hari. Ketersediaan fasilitas kesehatan yang komprehensif ini menunjukkan komitmen untuk menjaga kesehatan fisik dan mental para korban bencana secara menyeluruh.
Advertisement
Sumber: AntaraNews