Presiden Prabowo Perintahkan Mensesneg Cek Penyerapan TKD Jelang Akhir Tahun 2025

Presiden Prabowo Subianto menugaskan Mensesneg Prasetyo Hadi untuk mengawasi penyerapan TKD di daerah menjelang akhir tahun 2025, memastikan akuntabilitas keuangan negara.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Presiden Prabowo Perintahkan Mensesneg Cek Penyerapan TKD Jelang Akhir Tahun 2025
Presiden Prabowo Subianto menugaskan Mensesneg Prasetyo Hadi untuk mengawasi penyerapan TKD di daerah menjelang akhir tahun 2025, memastikan akuntabilitas keuangan negara. (AntaraNews)

Presiden Prabowo Subianto telah mengeluarkan instruksi penting kepada Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. Perintah ini bertujuan untuk memastikan koordinasi dan pemeriksaan menyeluruh terhadap penyerapan dana transfer ke daerah (TKD) menjelang akhir tahun anggaran 2025. Langkah ini diambil sebagai upaya pemerintah untuk menjaga akuntabilitas dan efektivitas penggunaan anggaran negara.

Arahan tersebut disampaikan oleh Presiden Prabowo dalam sebuah rapat terbatas yang melibatkan sejumlah menteri dan pejabat tinggi negara. Rapat krusial ini berlangsung di ruang tunggu VVIP Pangkalan Udara TNI AU (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Selasa (11/11), beberapa jam sebelum Presiden bertolak ke Sydney, Australia. Keputusan ini menunjukkan prioritas tinggi pemerintah terhadap pengelolaan keuangan daerah.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, yang turut hadir dalam rapat, mengonfirmasi instruksi Presiden tersebut dalam siaran resminya. Seskab Teddy menjelaskan bahwa rapat tersebut secara spesifik membahas isu-isu krusial terkait pengelolaan keuangan negara serta tingkat penyerapan anggaran. Presiden menekankan pentingnya setiap rupiah uang rakyat digunakan secara bertanggung jawab dan tepat waktu.

Presiden Prabowo Subianto secara tegas menugaskan Mensesneg Prasetyo Hadi untuk segera berkoordinasi dengan kementerian/lembaga terkait dan memeriksa penyerapan dana transfer ke daerah (TKD). Penugasan ini krusial mengingat mendekatnya akhir tahun anggaran 2025, di mana efisiensi dan efektivitas penggunaan anggaran menjadi sorotan utama. Presiden ingin memastikan bahwa dana yang dialokasikan benar-benar terserap dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di daerah.

Konteks rapat terbatas di Lanud Halim Perdanakusuma menjadi latar belakang penting dari arahan ini. Seskab Teddy Indra Wijaya, dalam keterangannya, menggarisbawahi bahwa Presiden Prabowo memberikan arahan mengenai pentingnya menjaga pengelolaan uang negara tetap akuntabel. Selain itu, penggunaan anggaran juga harus berorientasi kepada hasil yang nyata untuk kesejahteraan masyarakat.

"Presiden juga menugaskan Menteri Sekretaris Negara untuk segera mengoordinasikan serta memeriksa penyerapan anggaran dan penggunaan transfer ke daerah yang dikelola oleh para kepala daerah menjelang akhir tahun ini," kata Seskab Teddy. Pernyataan ini menegaskan fokus pemerintah pada pengawasan ketat terhadap penggunaan dana publik, termasuk dana yang dikelola oleh pemerintah daerah. Presiden berharap Mensesneg dapat memastikan transparansi dan efektivitas dalam proses ini.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo menekankan bahwa setiap anggaran yang bersumber dari uang rakyat harus digunakan dengan penuh tanggung jawab dan tepat waktu. "Setiap rupiah uang rakyat yang dialokasikan harus tepat sasaran dan harus digunakan sesuai periode waktu yang ditetapkan, termasuk dana daerah yang juga merupakan uang rakyat," ujar Seskab Teddy. Penekanan ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk mencegah penyimpangan dan memastikan dana pembangunan sampai ke tangan yang tepat.

Rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto di Lanud Halim Perdanakusuma berlangsung selama dua jam penuh. Durasi rapat yang cukup panjang ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membahas isu pengelolaan keuangan negara dan penyerapan TKD. Pertemuan ini menjadi forum penting untuk menyelaraskan kebijakan dan langkah-langkah strategis menjelang akhir tahun anggaran.

Berbagai pejabat tinggi negara turut hadir dalam rapat krusial tersebut. Di antaranya adalah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, yang menunjukkan dukungan legislatif terhadap upaya pemerintah. Kehadiran mereka menegaskan bahwa isu penyerapan anggaran daerah adalah masalah lintas sektoral yang membutuhkan perhatian dari berbagai lembaga negara.

Selain itu, sejumlah menteri dan kepala lembaga juga turut serta, seperti Menteri Luar Negeri Sugiono, Mensesneg Prasetyo Hadi, dan Seskab Teddy Indra Wijaya. Hadir pula Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kepala Badan Intelijen Negara M Herindra, serta Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Muhammad Yusuf Ateh. Kehadiran mereka mencerminkan pendekatan komprehensif pemerintah dalam mengawasi keuangan negara.

Rapat ini juga dihadiri oleh Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana, dan Kepala Badan Logistik Pertahanan Kementerian Pertahanan Marsekal Madya TNI Yusuf Jauhari. Kehadiran berbagai pihak ini menegaskan bahwa pengawasan penyerapan TKD bukan hanya soal administrasi, tetapi juga melibatkan aspek keamanan dan pencegahan tindak pidana keuangan. Selepas memimpin rapat, Presiden Prabowo didampingi oleh Menlu Sugiono dan Seskab Teddy bertolak ke Australia untuk melaksanakan kunjungan balasan, menunjukkan bahwa perintah ini diberikan di tengah jadwal kenegaraan yang padat.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi