Fakta Unik: Indonesia Punya Ekosistem Bakau Terbesar di Dunia, Wapres Tanam Bakau Dukung Pemulihan Pesisir Banten

Wapres Tanam Bakau di Banten, menegaskan komitmen pemerintah dalam rehabilitasi ekosistem pesisir. Indonesia memiliki hutan bakau terluas di dunia, namun jutaan hektar perlu dipulihkan. Apa dampaknya?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Unik: Indonesia Punya Ekosistem Bakau Terbesar di Dunia, Wapres Tanam Bakau Dukung Pemulihan Pesisir Banten
Wapres Tanam Bakau di Banten, menegaskan komitmen pemerintah dalam rehabilitasi ekosistem pesisir. Indonesia memiliki hutan bakau terluas di dunia, namun jutaan hektar perlu dipulihkan. Apa dampaknya? (AntaraNews)

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka secara langsung menanam bibit bakau di Taman Mangrove Ketapang, Kabupaten Tangerang. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober. Aksi Wapres Gibran ini bertujuan mendukung upaya vital pemulihan ekosistem pesisir Banten yang sangat penting.

Penanaman bakau ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Inisiatif ini juga sejalan dengan agenda ekonomi hijau yang berpihak pada kesejahteraan rakyat. Wapres Gibran menekankan pentingnya pelestarian lingkungan dalam kerangka Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Bersama sejumlah pegiat lingkungan, Wapres Gibran turun langsung ke area penanaman yang terendam air. Beliau menanam bibit bakau di area pesisir, menunjukkan keseriusan dalam program rehabilitasi. Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq turut mendampingi dalam kegiatan penting tersebut.

Komitmen Pemerintah dalam Rehabilitasi Ekosistem Bakau

Wapres Gibran tidak hanya menanam bakau, tetapi juga berdialog dengan komunitas lingkungan. Beliau mengapresiasi ide-ide segar dan inisiatif nyata dari para pemuda pelestari ekosistem. Dialog ini menunjukkan dukungan pemerintah terhadap partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menjelaskan luas ekosistem bakau nasional mencapai lebih dari 3,4 juta hektare. Angka ini menjadikan Indonesia sebagai pemilik ekosistem bakau terbesar di dunia. Namun, dari total luasan tersebut, sekitar 750.000 hektare diketahui telah mengalami kerusakan.

Kondisi ini memerlukan upaya rehabilitasi yang serius dan berkelanjutan dari berbagai pihak. Pemerintah saat ini mempercepat rehabilitasi sekitar 800.000 hektare ekosistem bakau di berbagai daerah Indonesia. Program ini menjadi prioritas untuk mengembalikan fungsi ekologis hutan bakau.

Pendanaan dan Percepatan Program Rehabilitasi Mangrove

Wapres Gibran menaruh perhatian besar pada ekosistem bakau Indonesia dan meminta mekanisme pendanaan rehabilitasi segera disiapkan. Hal ini termasuk penanganan serius bagi wilayah pantai utara Jawa yang mengalami penurunan tanah dan abrasi. Komitmen ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengatasi masalah lingkungan.

Menteri Hanif Faisol menegaskan kembali komitmen Presiden Prabowo untuk memastikan dana rehabilitasi bakau. Dana yang nilainya mencapai sekitar Rp2 triliun tersebut harus dimanfaatkan secara optimal. Penggunaan dana ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan bagi pemulihan ekosistem.

Hingga tahun ini, lebih dari 13.000 hektare bakau telah berhasil direhabilitasi. Pemerintah akan terus memperluas cakupan program ini agar manfaatnya dirasakan masyarakat. Keberhasilan ini menjadi motivasi untuk terus melanjutkan upaya pelestarian lingkungan.

Program rehabilitasi bakau tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga pada kesejahteraan masyarakat pesisir. Ekosistem bakau berperan penting sebagai benteng alami dari abrasi dan gelombang pasang. Selain itu, bakau juga menjadi habitat bagi berbagai biota laut yang mendukung mata pencarian nelayan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi